Hubungi kami di

Pilihan gowest.id

Styrofoam Resmi Dilarang di Bandung

iqbal fadillah

Terbit

|

MULAI 1 November 2016 kemarin,  pelarangan penggunaan styrofoam untuk wadah makanan di Kota Bandung resmi berlaku.

Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil mengatakan, penegakkan aturan ini diserahkan pengawasannya kepada lurah-lurah.

Pemberian sanksi kepada mereka yang masih melanggar tidak akan langsung diberikan, tetapi bertahap. Di awali dengan teguran secara lisan.

“Penegakkannya ada di lurah-lurah, dibagi menjadi 3 tahap, satu menegur lisan, dua menegur tertulis, tiga melaporkan rekomendasi pencabutan ijin usaha. Jadi mudah-mudahan berhasil,” ungkap Ridwan Kamil dilansir bandung.go.id.

Efektivitas dari penerapan aturan ini akan dimonitor mulai dari satu bulan pertama. Untuk menggambarkan prediksi keberhasilan, Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil mengemukakan catatan BPLH saat dimulai penegakkan aturan kantong keresek berbayar. Penggunaan kantong keresek dipantau menurun sebesar 25%.

BACA JUGA :  Kebiasaan Yang Bisa Memicu Kanker

“Nah kita monitor aja dalam sebulan ke depan kira-kira pengaruhnya seperti apa (untuk pelarangan Styrofoam ini),” tambahnya.

Emil optimis sebab kebijakan ini didukung oleh pihak swasta. Salah satunya dari produsen mie instan berkemasan Styrofoam.

“Berita baiknya kan produsen mie instan cup itu sudah ketemu saya dan menyatakan seluruh distribusi seindonesia akan dirubah,” jelasnya.

Meskipun lebih mahal, Ridwan menyarankan penggunaan karton sebagai alternatif pengganti kemasan Styrofoam. Menurutnya, harga itu belum seberapa dibandingkan dengan dampak jangka panjang dari kebijakan ini.

“Saya mau bayar tambahan 200 rupiah supaya dari stryrofoam seblak berubah menjadi karton seblak. Perubahan harganya nggak signifikan. Tapi cost jangka panjangnya lebih mahal,” tegas Ridwan. ***

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook