PERTUMBUHAN Kapasitas Listrik Batam untuk menopang Hub Industri dan Target 1.300 MW. Berdasarkan data terbaru, kapasitas daya listrik terpasang di Batam telah menembus angka 1,03 juta kilowatt (kW) atau setara dengan kapasitas pasok sistem sekitar 930 megawatt (MW).
Tren Kenaikan Kapasitas Terpasang (2020–2025)
DALAM lima tahun terakhir, kapasitas listrik di Batam menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten:
- 2020: 669.070 kW
- 2021: 672.570 kW
- 2022: 735.290 kW
- 2023: 796.718 kW
- 2024: 927.718 kW
- 2025: 1.031.718 kW (~1,03 Juta kW)
Pembangkit Penopang Listrik Batam
TOTAL daya pasok sistem kelistrikan Batam saat ini ditopang oleh kombinasi pembangkit milik sendiri (own generation) dan pembangkit swasta (Independent Power Producer/IPP) PT PLN Batam. Gas bumi dan batu bara menjadi bahan bakar utama yang menjaga keandalan sistem beban dasar (baseload):
- Pembangkit Listrik Tenaga Gas & Uap (PLTGU) & PLTG
- PLTGU Tanjung Uncang: Salah satu tulang punggung utama berkapasitas 109 MW PT PLN Batam setelah berhasil dikonversi dari sistem Simple Cycle ke Combined Cycle untuk efisiensi energi.
- PLTG Energi Listrik Batam (ELB) Tanjung Uncang: Dioperasikan oleh Medco Power Indonesia dengan kapasitas 2×35 MW.
- Pembangkit Listrik Tenaga Minyak Gas (PLTMG)
- PLTMG Panaran & PLTMG Sekupang: Berfungsi sebagai pemikul beban puncak yang cepat dioperasikan. Pada awal 2025, PLN Batam bersama Maxpower Indonesia menambah sewa kapasitas PLTMG hingga 150 MW (tersebar di Sagulung dan Sekupang) khusus untuk menunjang infrastruktur data center.
- Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)
- PLTU Tanjung Kasam: Menyediakan pasokan listrik murah berbasis batu bara dengan kapasitas mencapai 2×55 MW untuk menyokong kebutuhan listrik dasar interkoneksi Batam-Bintan PT PLN Batam.
Kondisi Neraca Daya Saat Ini
DENGAN daya pasok sistem yang berada di kisaran 930 MW dan beban puncak tertinggi mencapai 780 MW, sistem kelistrikan Batam saat ini memiliki cadangan daya (reserve margin) sekitar 20%PT PLN Batam. Angka ini dinilai cukup aman untuk menjaga stabilitas suplai energi ke pelanggan rumah tangga maupun kawasan industri utama.
Guna mengantisipasi lonjakan konsumsi listrik ke depan, proyek pembangkit baru skala besar telah resmi berjalan:
- PLTGU Batam #1 (Kabil): Konstruksi pembangkit berkapasitas 120 MW ini telah dimulai dengan target rampung pada tahun 2028.
- PLTGU Batam 3 & 4: Kerja sama dengan Dalle Energy diproyeksikan menambah pasokan ekstra sebesar 300 MW demi memperkuat keandalan investasi.
Melalui pengembangan PLTGU modern dan integrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar PT PLN Batam, langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat posisi Batam sebagai destinasi investasi global dengan jaminan keamanan energi hijau yang berkelanjutan.
(ham


