DINAS Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Junaidi, mengatakan seiring kasus aktif Covid-19 dinilai sudah semakin terkendali, maka jumlah penumpang pesawat tidak dibatasi lagi.
Menurut Junaidi, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meniadakan kebijakan pembatasan penumpang pesawat, sehingga seluruh kursi penumpang dapat terisi. Kebijakan ini diberlakukan untuk meningkatkan jumlah penumpang saat libur sekolah, Natal 2022, dan Tahun Baru 2023.
“Sebelumnya kan hanya boleh terisi sekitar 70-80 persen dari jumlah kursi karena kebijakan jaga jarak. Sekarang sudah diperbolehkan 100 persen kursi penumpang, terisi,” ujarnya di Tanjungpinang, Kamis (21/12/2022).
Meski demikian, Junaidi mengingatkan masyarakat dan pengelola maskapai penerbangan tidak euforia, melainkan harus tetap waspada karena Indonesia, khususnya Kepri belum nihil kasus aktif Covid-19. Petugas bandara dan pihak maskapai penerbangan memastikan seluruh penumpang menggunakan masker untuk mencegah penularan Covid-19.
“Masker harus tetap digunakan ketika berada di bandara dan di dalam pesawat,” katanya.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kepri Tjetjep Yudiana mengatakan pelonggaran kebijakan pembatasan jumlah penumpang pesawat harus diiringi dengan disiplin memakai masker. Mobilitas yang tinggi berpotensi meningkatkan jumlah kasus Covid-19 jika tidak disiplin memakai masker.
“Kita harus pastikan diri kita ini tidak tertular Covid-19. Masker merupakan cara yang efektif untuk mencegah Covid-19 masuk ke tubuh kita,” ucapnya.
Menurut dia, jumlah kasus aktif Covid-19 di Kepri turun drastis dalam sebulan terakhir. Berdasarkan laporan harian Satgas Penanganan Covid-19 kabupaten dan kota, jumlah kasus aktif Covid-19 saat ini tinggal 38 orang setelah 12 orang dinyatakan sembuh.
Kasus aktif Covid-19 di Kepri tersebar di Batam 13 orang, Tanjungpinang 11 orang, Bintan delapan orang dan Karimun enam orang. Sedangkan satu orang pasien di Natuna dinyatakan sembuh sehingga daerah tersebut nihil kasus aktif.
“Natuna menyusul Lingga dan Kepulauan Anambas nihil kasus aktif Covid-19,” katanya.
(*)
Sumber: Antara


