Hubungi kami di

Dunia

Kayakoy : Kota Hantu Warga Yunani di Turki

Mike Wibisono

Terbit

|

DELAPAN kilometer sebelah selatan kota Fethiye atau di barat daya negara Turki, terdapat reruntuhan sekitar lima ratus rumah. Rumah-rumah itu awalnya didiami oleh warga asal Yunani. Daerah ini disebut Livissi.

Sebagian besar merupakan penganut Kristen Ortodoks Yunani. Livissi yang sekarang dikenal sebagai Kayakoy atau Rock Village. Kota kecil ini dibangun mungkin sekitar abad ke-18. Di situs kota kuno Lebessus ini, diperkirakan telah menjadi tempat bagi penduduk Bizantium Gemiler melarikan diri untuk menghindari bajak laut perampokan.

Photo credit: Dany Sternfeld/Flickr

Photo credit: Dany Sternfeld/Flickr

Setelah bencana gempa bumi, banyak yang meninggalkan daerah ini.  Paska musibah besar itu, kota kecil Livissi memiliki populasi sekitar 10.000 atau 20.000 menurut sumber yang berbeda. Sebelum Perang Dunia Pertama,  masih banyak penduduk Yunani yang hidup damai di seluruh Turki barat, termasuk lokasi ini.

Photo credit: Tania & Artur/Flickr

Photo credit: Tania & Artur/Flickr

Tapi ketika Perang dimulai, orang Yunani ini tiba-tiba dimusuhi. Beberapa ratus ribu orang Yunani dibantai selama perang. Beberapa lainnya melarikan diri ke Yunani. Ada juga yang dideportasi secara paksa.  Penduduk Livissi diusir dari rumah mereka. Mereka berbaris berjalan kaki ke lokasi lain sejauh 220 km dari sini. Banyak yang tewas karena kelaparan dan kelelahan selama pawai kematian tersebut. Setelah kekalahan Turki dalam Perang dan runtuhnya Kekaisaran Ottoman, orang Yunani memutuskan untuk kembali ke tanah mereka ini. Sebuah perang skala penuh diikuti –the Greco– Turki.

BACA JUGA :  "Topi Canggih" Anti Mencontek Ala Pelajar Cina

 

Photo credit: Chris Parfitt/Flickr

Photo credit: Chris Parfitt/Flickr

Photo credit: Sarah Murray/Flickr

Photo credit: Sarah Murray/Flickr

Akibat perang yang berlangsung tiga tahun, tak terhitung jumlah orang yang menjadi korbannya.  Akhirnya, perjanjian damai ditandatangani. Pada tahun 1923 Kedua negara sepakat untuk melakukan pertukaran populasi. Lebih dari satu juta Kristen Ortodoks Yunani yang tinggal di Turki harus kembali ke Yunani. Dalam cara yang sama, sekitar 500.000 orang Turki harus meninggalkan wilayah Yunani dan kembali ke Turki. Pada saat perang berakhir, Livissi semakin ditinggalkan.

Photo credit: Dennis & Patty/Flickr

Photo credit: Dennis & Patty/Flickr

Photo credit: Dennis & Patty/Flickr

Photo credit: Dennis & Patty/Flickr

Keluarga yang tersisa di sini, sekali lagi dideportasi secara paksa. Ketika lokasi ini ditinggalkan orang-orang Yunani yang pergi karena dideportasi,  orang Turki dari Yunani mendarat di Livissi.  Namun, warga Turki yang sebelumnya tinggal di Yunani, terbiasa tinggal di lahan datar serta subur. Mereka tidak bertahan lama tinggal di wilayah tandus serta berbatu seperti ini. Kondisinya semakin diperparah Pada tahun 1957. Sebuah gempa berskala 7,1 magnitude menghancurkaan kota kecil ini. Sebagian besar bangunan kota rusak parah.

Photo credit: David Bacon/Flickr

Photo credit: David Bacon/Flickr

Photo credit: Dennis & Patty/Flickr

Photo credit: Dennis & Patty/Flickr

Photo credit: Eric Sehr/Flickr

Photo credit: Eric Sehr/Flickr

Kota Livissi yang sekarang berganti nama menjadi Kayakoy. Kondisinya tetap sepi. Lokasi ini sekarang dipertahankan sebagai museum dan monumen bersejarah oleh pemerintahan Turki. (yur/amusingplanet)

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook