Hubungi kami di

Jiran

KBMB: 18 WNI Tewas di Tahanan Imigrasi Malaysia

Terbit

|

Pekerja migran tidak berdokumen diborgol dalam penggerebekan di Dengkil, luar Kuala Lumpur, Malaysia, 21 Juni 2021. F. Dok. NURPHOTO VIA GETTY IMAGES

LAPORAN mengejukatkan dari Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB) yang mengungkapkan bahwa sejak Januari 2021 sampai Maret 2022, sebanyak 18 Warga Negara Indonesia (WNI) meninggal dunia di Depot Tahanan Imigrasi Tawau, Sabah, Malaysia.

Menurut laporan KBMB, dari 18 WNI tewas di tahanan Imigrasi Malaysia itu, salah satunya diduga mengalami penganiayaan sebelum meninggal dunia.

Laporan itu juga menyebut, KBMB menemukan ada beberapa kasus dugaan “bentuk hukuman tidak manusiawi” dan “penyiksaan” yang dialami deportan WNI di tahanan Imigrasi Tawau, Malaysia.

Konsulat RI di Tawau mengatakan akan memeriksa kembali penyebab kasus kematian seorang WNI, yang sebelumnya dilaporkan terjadi karena serangan jantung.

Sementara, Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta menyebut, kematian yang terjadi di depot tahanan imigrasi kebanyakan disebabkan Covid dan penyakit serius lainnya.

Dalam laporan berjudul Seperti di Neraka: Kondisi Pusat Tahanan Imigrasi di Sabah, Malaysia, tim pencari fakta (TPF) KBMB mewawancarai beberapa deportan asal Indonesia.

Upaya ini dilakukan untuk mengetahui apa terjadi pada Suardi, salah-seorang WNI, yang diduga meninggal akibat dianiaya di tahanan Imigrasi Malaysia di Tawau, Sabah.

BACA JUGA :  Salip Singapura, Indonesia Naik ke Posisi Empat Klasemen Perolehan Medali SEA Games

Mereka mewawancarai para deportan, salah-satunya adalah saudara kandung mendiang, yang berada di satu blok tahanan dengan Suardi.

Para saksi itu mengatakan Suardi dipukul ramai-ramai oleh petugas Depot Tahanan Imigresen (DTI), dihadapan tahanan lainnya.

Suardi, dengan kondisi tubuhnya yang terluka, kemudian dimasukkan ke dalam sel isolasi, dengan tangan diborgol. Dia kemudian dinyatakan meninggal dunia pada awal Januari 2021.

Selain kasus Suardi, hasil penyelidikan KBMB menyimpulkan ada dugaan “bentuk hukuman tidak manusiawi” hingga dugaan “penyiksaan” di sana.

“Berbagai bentuk penghukuman dan perlakuan tidak manusiawi, bahkan penyiksaan terjadi di pusat tahanan imigrasi yang merupakan suatu institusi yang tertutup, institusi yang terisolasi.

“Jarang sekali orang bisa mengakses realitas yang terjadi di dalam, sehingga mereka secara tidak langsung dilindungi oleh ketertutupan itu, tidak banyak orang yang tau,” kata Abu Mufakhir, anggota TPF KBMB melalui sambungan telepon kepada BBC News Indonesia, Minggu (26/6/2022).

Konsul RI di Tawau: ‘Kita akan telusuri lagi…’
Konsul RI di Tawau, Heni Hamidah, mengatakan, pada Senin (27/6/2022), pihaknya akan mencocokkan data dengan depot tahanan, terkait dugaan penganiayaan yang dialami Suardi sebelum meninggal dunia.

BACA JUGA :  Pendatang India Dominasi Kasus Impor Covid-19 Malaysia

Sebab, dalam laporan yang dia dapat tahun lalu, penyebab kematian Suardi adalah serangan jantung. “Kita akan telusuri lebih lanjut. Saya enggak tahu sebetulnya pihak KBMB ini infonya dari mana, kalau berdasarkan file tertulis di kita, almarhum meninggalnya karena heart attack.

“Ini mau kita cek juga dengan depot,” kata Heni kepada News BBC Indonesia.

Apa tanggapan pemerintah Malaysia?
Menanggapi temuan KBMB, Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, dalam keterangan tertulisnya, mengatakan total ada 149 tahanan asal Indonesia yang meninggal dunia di Depot Tahanan Imigrasi di seluruh Sabah.

Semuanya, disebabkan oleh penyakit, mulai dari Covid-sembilan belas, sampai penyakit serius seperti kegagalan fungsi organ dan serangan jantung.

Penyataan itu membuat KBMB terkejut karena jumlah kematian WNI di DTI ternyata lebih tinggi dari yang mereka duga.

Heni juga mengatakan akan melakukan verifikasi lagi ke pihak DTI terkait jumlah kematian yang sebenarnya.

(*)

sumber: detik.com

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid