Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Kemarau Panjang, 2 Sumber Air Bintan Masih Aman
    14 jam lalu
    50 Hektare Lahan di Bintan Terbakar: 67 Titik Karhutla Sejak Juli, Bintan Timur Paling Parah
    16 jam lalu
    Hari ini, Jum’at (28/08), Potensi Hujan Ringan Terjadi di Beberapa Kecamatan di Batam
    17 jam lalu
    Kejar Target PAD Rp37 Miliar, Dishub Batam Validasi 522 Titik Parkir
    19 jam lalu
    Usai Fuchangxing, Tim Gabungan Kini Amankan Kapal Asley di Perairan Kepri
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Garuda Spark Hub Resmi Meluncur
    1 hari lalu
    Pasokan Air Baku Sei Pulai dan Gesek Bertahan Lebih Baik Dibanding Waduk Batam
    3 hari lalu
    Negeri Lingga, 1861 (Bagian 1)
    5 hari lalu
    Jalan Kaki itu Membahagiakan
    5 hari lalu
    Anggaran Pendidikan Rp 820,9 Triliun Belum Sentuh Kesejahteraan Guru
    6 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Gedung Beringin, Batam
    5 hari lalu
    Rata-Rata Lama Sekolah Warga Batam Tembus 11,34 Tahun, Tertinggi di Kepri
    1 minggu lalu
    Inflasi Kota Batam Juli 2026 Stabil di Angka 3,49 Persen
    2 minggu lalu
    Bandar Udara Raja Haji Abdullah, Karimun
    2 minggu lalu
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    6 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Kisah Masyarakat Tambelan, Bermula Dari pulau Benua

Editor Admin 3 tahun lalu 3.7k disimak

Pulau yang tertua di kawasan Tambelan, adalah Pulau Benua. Terletak di Barat Daya Pulau Tambelan.

Daftar Isi
Kedatangan Sultan Abdullah Muayat SyahKisah Datuk Campe dan Penamaan Tambelan

DIPERKIRAKAN sekitar awal abad ke 16 datanglah dua orang beradik dari Serasan bernama Datuk Rahmat dan Datuk Cermat, yang membuat pemukiman pertama di Pulau Benua, tepatnya di sekitar daerah air Payau. Pada saat itu Pulau Benua merupakan pulau tanpa penghuni dan belum diberi nama.

Penamaan Benua berasal dari bahasa Melayu yang artinya sebuah pulau besar yang baru ditemukan. Pemukiman tersebut terus berkembang hingga mencapai 70 kepala keluarga. Masyarakat di sana juga membuat sebuah masjid yang saat ini menjadi masjid tertua di wilayah Tambelan.

Diperkirakan pada paruh kedua abad ke 16 pemukiman penduduk dipindahkan ke bagian Timur Pulau Tambelan karena daerah Air Payau sangat rentan terhadap serangan lanun dan hantaman gelombang pada musim utara.

Daerah tersebut kemudian diberi nama Gayam, diambil dari nama kepala desa pada waktu itu yang bernama Datuk Gayum.

Hingga saat ini di daerah Gayam masih terdapat peninggalan beberapa pekuburan berupa nisan batu yang disebut pekuburan Tanjung Kubur.

Informasi lain menyebut, pulau Tambelan sebelumnya juga dikenal dengan nama pulau Sabda. Nama tersebut tercatat dalam sejarah pada tahun sekitar 1623 ketika rombongan sultan Johor VII, sultan Abdullah Muayat Syah tiba. Nama Tambelan bermula pada perang Riau (1782-1784).

Peta pulau Benua di wilayah kepulauan Tambelan. © BatamBuzz.

Kedatangan Sultan Abdullah Muayat Syah

Saat kedatangan Sultan Abdullah Muayat Syah ke Tambelan, pulau tersebut disebut Pulau Kandil Bahar, di bawah pemerintahan Datuk Gayum. Sultan Abdullah Muayat Syah diceritakan sedang melakukan perjalanan untuk melarikan diri ke daerah Brunai.

Dalam perjalanannya, Sultan sakit dan bersabda, apabila ia meninggal dunia, ia minta dilepaskan ayam kaki kuning. Sang Sultan minta dikuburkan di tempat ayam tersebut singgah.

Dalam kisah disebutkan, ayam kaki kuning singgah di sebuah tanjung di Pulau Tambelan yang kemudian diberi nama Tanjung Ayam.

Pasukan Sultan kemudian menguburkan Sultan di pulau Tambelan, tepatnya di kaki bukit Mentayan. Sebagian rombongan Sultan tinggal bersama penduduk Tambelan dan sebagian lagi kembali ke Johor.

Beberapa Tahun kemudian, datanglah Sultan Yahya, adik Sultan Muayat Syah ke Pulau Tambelan untuk mengunjungi makam kakandanya. Kemudian ia memindahkan kuburan Sultan Muayat Syah ke Daerah Batu Lepuk agar terhindar dari genangan air pasang.

Dalam kisah kedatangan  Sultan Abdullah Muayat Syah, ada perbedaan pendapat. Pertama, ada yang mengatakan bahwa Sultan tersebut meninggal dalam perjalanan dan dikuburkan di bukit Mentayan Pulau Tambelan. Kedua, ada yang berpendapat bahwa Sultan Abdullah Muayat Syah lari dari kejaran Sultan Aceh dan sempat memerintah untuk beberapa waktu di Tambelan.

Artinya Pulau Tambelan pernah menjadi pusat pemerintahan kerajaan Johor hingga Sultan Abdullah Muayat Syah meninggal dunia.(Zainuddin Manan, 16 Mei 2014).

Kisah Datuk Campe dan Penamaan Tambelan

Kisah selanjutnya menyebutkan tentang kedatangan Datuk Campe. Dalam cerita ini disebutkan Datuk Campe merupakan seorang pengembara atau penyebar agama islam Champa-Yunan yang datang ke Tambelan dan Menikah dengan putri Datuk Gayum. Setelah Datuk Gayum meninggal Dunia, kepemimpinan diserahkan kepada Datuk Campe. Ia kemudian berniat mengembangkan pemukiman penduduk ke berbagai daerah baru tersebut.

Datuk Campe membentuk empat kelompok. Masing-masing kelompok menyebar ke empat lokasi yaitu daerah Durian, Tanjung Hantu, Teluk Abik, dan Aik Embung. Ia pindah dari Gayam ke Teluk Abik dan mendirikan Pusat pemerintahannya di Mentayan (Desa Batu Lepuk sekarang), yang dikenal dengan sebutan Istana Mentayan.

Hingga masa pemerintahan Datuk Campe, Pulau Tambelan bernama Pulau Kandil Bahar atau Pulau Sabda Bertuah.

Menurut salah seorang warga, penamaan pulau Sabda Betuah diberikan oleh Sultan Yahya ketika ia bersama rombongan hendak menuju Tambelan untuk berziarah ke makam kakandanya Sultan Muayat Syah. Penamaan ini diambil dari sabda Sultan Muayat syah sebelum beliau dikuburkan di Pulau Tambelan (pulau sabda bertuah).

Sedangkan penamaan kandil bahar berasal dari pelaut  yang melihat cahaya api dari lampu minyak di tengah laut pada malam hari. Setelah dicari ternyata cahaya tersebut berasal dari sebuah pulau yang kemudian dinamakan Kandil Bahar.

Pada masa Datuk campe memerintah Tambelan, kerajaan Melayu Johor diserang oleh Raja Kecik, sehingga Sultan menyelamatkan diri ke Lingga. Keberadaan Datuk Campe  diketahui oleh sultan, sehingga Sultan meminta bantuan kepada Datuk Campe untuk mengalahkan Raja kecik. Datuk Campe bersama beberapa orang pasukan pergi ke Lingga untuk membantu Sultan, dan berhasil mengalahkan Raja Kecik. Karena kesediaan dan keberhasilan Datuk Campe membantu Sultan, maka Sultan memberikan penghargaan kepada Datuk Campe dan pasukannya dengan julukan Timbalan Riau (pembantu kerajaan Johor Riau). Julukan inilah yang kemudian melekat menjadi nama Pulau Tambelan.

(*)

Sumber : Renjis (Jurnal Ilmiah Budaya dan Sejarah Melayu) – Penerbit : Balai Pelestarian Nilai Budaya Tanjungpinang, Disbud Pemprov Kepri

Artikel dan informasi lain dari BatamBuzz, bisa disimak di : www.batambuzz.com 


Kaitan kepri, natuna, sejarah, Serasan, tambelan
Admin 2 September 2023 2 September 2023
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Penanganan Longsor di Natuna Terkendala Sinyal Telekomunikasi
Artikel Selanjutnya 15 Orang Meninggal, 35 Dalam Pencarian | Update Korban Longsor Natuna, Kamis (9/3/2023)

APA YANG BARU?

Kemarau Panjang, 2 Sumber Air Bintan Masih Aman
Artikel 14 jam lalu 92 disimak
50 Hektare Lahan di Bintan Terbakar: 67 Titik Karhutla Sejak Juli, Bintan Timur Paling Parah
Artikel 16 jam lalu 156 disimak
Hari ini, Jum’at (28/08), Potensi Hujan Ringan Terjadi di Beberapa Kecamatan di Batam
Artikel 17 jam lalu 120 disimak
Kejar Target PAD Rp37 Miliar, Dishub Batam Validasi 522 Titik Parkir
Artikel 19 jam lalu 120 disimak
Usai Fuchangxing, Tim Gabungan Kini Amankan Kapal Asley di Perairan Kepri
Artikel 1 hari lalu 117 disimak

POPULER PEKAN INI

Pemerintah Usulkan Biaya Haji 2027 Sebesar Rp107,3 Juta
Artikel 6 hari lalu 363 disimak
Anggaran Pendidikan Rp 820,9 Triliun Belum Sentuh Kesejahteraan Guru
Pendidikan 6 hari lalu 355 disimak
Warga Temukan Kerangka Manusia di Sei Ladi
Artikel 6 hari lalu 337 disimak
PTSP BP Batam Siapkan Standar Pelayanan 2026
Artikel 6 hari lalu 329 disimak
Lahan Tiga Hektare di Kawasan Barelang Hangus Terbakar
Artikel 5 hari lalu 316 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?