KONSULAT Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, Malaysia, telah berhasil memfasilitasi deportasi 144 warga negara Indonesia (WNI) atau pekerja migran Indonesia (PMI) ke Batam pada hari Kamis (21/8/2025). Langkah ini merupakan bagian dari peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
Menurut informasi dari Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya (Pensosbud) KJRI Johor Bahru, proses pemulangan ini dilakukan dengan kerjasama Depot Tahanan Imigresen (DTI) Pekan Nenas, Johor. Pelaksana Fungsi Konsuler, Leny Mariani, menyebutkan bahwa para deportan terdiri dari 108 laki-laki dan 32 perempuan, termasuk 80 orang yang tergolong rentan.
Selain itu, KJRI Johor Bahru juga memulangkan empat WNI/PMI rentan lainnya yang telah menyelesaikan proses keimigrasian di Malaysia, yang terdiri dari satu laki-laki, satu perempuan, dan dua anak.
“Total WNI/PMI yang dipulangkan adalah 144 orang,” ujar Leny.
Seluruh biaya tiket feri dan pajak pelabuhan ditanggung oleh KJRI Johor Bahru sebagai bentuk hadiah kemerdekaan bagi para deportan. Mayoritas WNI/PMI yang dipulangkan berasal dari Nusa Tenggara Barat (47 orang) dan Jawa Timur (35 orang).
Pemulangan dilakukan dengan pendampingan dari Satgas Pelayanan dan Pelindungan KJRI Johor Bahru, melalui rute Pelabuhan Stulang Laut, Johor Bahru menuju Pelabuhan Batam Centre, yang berangkat pada pukul 11:00 waktu setempat. Sesampainya di Batam, para WNI/PMI diserahkan kepada P4MI Batam untuk proses pemulangan lebih lanjut ke daerah asal mereka.
Leny Mariani menambahkan bahwa selama bulan Agustus, KJRI Johor Bahru telah dua kali membiayai proses deportasi dari DTI Machap Umbo dan DTI Pekan Nenas. Deportasi ini merupakan konsekuensi bagi pekerja migran yang bekerja secara nonprosedural di Malaysia.
KJRI juga mengingatkan masyarakat Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri untuk memastikan keberangkatan dilakukan secara prosedural agar terhindar dari masalah hukum. Komitmen KJRI Johor Bahru dalam memberikan perlindungan bagi WNI dan PMI merupakan bagian dari upaya diplomasi Indonesia.
Leny mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak di Malaysia dan Indonesia yang berkontribusi dalam proses pemulangan ini, termasuk Jabatan Imigresen Malaysia, BP3MI Kepulauan Riau, P4MI Batam, serta instansi terkait lainnya.
(ham/ANTARA)


