Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Polisi Gencarkan Patroli Malam di Coastal Area
    2 jam lalu
    BPBD Tanjungpinang Imbau Warga Waspada Cuaca Hujan dan Kemunculan Buaya di Pesisir
    2 jam lalu
    Lakalantas Saat Hujan Deras, Seorang Pemotor Tewas Terjatuh dan Terlindas
    14 jam lalu
    Tumpukan Sampah di Botania Garden, DLH Batam Kekurangan Petugas
    15 jam lalu
    Dugaan Pencurian Meteran Air di Perumahan KDA Batam Kota
    15 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    “Dari Karas Besar ke Sungai Dai, Menyinggahi Sarang Perompak Laut”
    2 jam lalu
    10
    Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang Mirip Museum
    2 jam lalu
    Kepri Butuh 1.500 Guru Baru, Perekrutan Masih Dikaji Jelang Tahun Ajaran 2026
    2 jam lalu
    Nelayan Bintan Unjuk Rasa Tolak Sedimentasi Pasir Laut
    3 hari lalu
    Niat Baik, Jangan Sampai Bikin Bingung
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
    2 minggu lalu
    Data Kemiskinan di Batam Terbaru
    2 minggu lalu
    Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
    2 minggu lalu
    Pulau Pecong, Batam
    3 minggu lalu
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    2 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    3 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    4 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    10 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Korupsi di Perguruan Tinggi

Editor Admin 4 tahun lalu 971 disimak

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Karomani sebagai tersangka kasus suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri. KPK menyebut Karomani menerima sekitar Rp 5 miliar dari hasil suap.

Korupsi bisa terjadi di mana saja dan dilakukan siapa saja termasuk oleh seorang rektor perguruan tinggi yang mestinya menjadi institusi yang menghasilkan orang-orang yang berintegritas.

Dalam sejarah, kasus korupsi pernah terjadi di Universitas Trisakti. Perguruan tinggi swasta ini awalnya Universitas Res Publica yang didirikan Baperki (Badan Permusjawaratan Kewarganegaraan Indonesia). Pada 1965, kampus ini dihancurkan massa karena Baperki dianggap berorientasi kiri.

Pemerintah kemudian mengambil alih perguruan tinggi ini dan menghidupkannya kembali sebagai Universitas Trisakti pada 29 November 1965. Ketua yayasannya adalah Ferry Sonneville. Sebagai juara dunia bulutangkis, dia dekat dengan pejabat tinggi negara. Sehingga dia salah satu yang diminta mengelola Universitas Trisakti.

Pada 1968, Ferry meminta sahabatnya, Kwik Kian Gie, yang sama-sama kuliah di NEH Rotterdam, Belanda, mencari bantuan dari Belanda untuk Universitas Trisakti. Mereka mendapat banyak peralatan yang sudah tidak terpakai oleh TH Delft untuk Fakultas Teknik. Setelah itu, mereka juga mendapatkan sumbangan untuk membeli peralatan yang baru bagi Fakultas Kedokteran Gigi.

Kwik Kian Gie kembali ke Indonesia pada 1970. Dia menjadi sekretaris Yayasan Trisakti dengan Ferry sebagai ketuanya. Dalam Menelusuri Zaman, Memoar dan Catatan Kritis, Kwik Kian Gie menyebut Trisakti berkembang pesat menjadi universitas yang populer dan dianggap sebagai salah satu universitas terbaik. Banyak orangtua yang berebut mendapatkan tempat untuk anaknya agar menjadi mahasiswa Universitas Trisakti.

Namun, Kwik Kian Gie mengungkapkan, lambat laun mulai terlihat adanya gejala-gejala korupsi, yang akhirnya menjadi demikian parahnya, sehingga Trisakti dirundung utang sangat besar yang dijamin oleh kekayaan dan aset pribadi milik dr. Tan Tjong Thay, Dekan Fakultas Kedokteran. “Saat itu rektor dijabat Jenderal Polisi Siswadji yang juga menjabat Wakapolri,” kata Kwik Kian Gie.

Ferry kemudian menarik Direktur Utama Caltex, Julius Tahija, untuk duduk sebagai anggota pengurus yayasan. Tidak lama setelah Tahija masuk, Kwik Kian Gie membuat surat edaran kepada semua anggota pengurus yayasan bahwa telah terjadi korupsi dalam tubuh Trisakti. Dalam surat itu, Kwik Kian Gie menyebutkan, dengan populasi mahasiswa yang demikian besar dan kedudukan di masyarakat yang baik, mestinya Trisakti memperoleh surplus yang cukup besar bukan malah utang.

Surat edaran itu mendapat protes keras dari rekan-rekan anggota pengurus yayasan. Alasannya karena laporan keuangan yang diaudit kantor akuntan publik Drs. SGV-Utomo menyatakan keuangan Trisakti bersih tanpa kualifikasi.

Untuk membahas surat edaran itu diadakan rapat pengurus yayasan bersama akuntan dari Drs. SGV-Utomo. Dalam rapat, Kwik Kian Gie menyampaikan dugaan korupsi dengan mengambil contoh pembelian mobil, harganya Rp 60 juta tapi di kuitansi ditulis Rp 80 juta. Selisihnya adalah overprice untuk dirinya sendiri.

“Semua mengetahui praktik ini di Indonesia sangat normal, bahwa penjual selalu bersedia menuliskan kuitansi dengan angka yang lebih tinggi dari yang sebenarnya diterima,” kata Kwik Kian Gie.

Akhirnya, rapat membenarkan kecurigaan Kwik Kian Gie tentang adanya korupsi dalam tubuh Trisakti. Untuk membenahinya diadakan perombakan pengurus yayasan. Ferry menjadi ketua kehormatan, Tahija menjadi ketua, dan Kwik Kian Gie menjadi bendahara. Selain itu, rektor Ir. Pudjono Hardjoprakoso (1976–1980) diganti Prof. Dr. Ir. P. Haryasudirdja (1980–1988).

“Rektor yang sebelumnya, Siswadji (1965–1976), kena perkara korupsi di Kepolisian. Dia terbukti melakukan korupsi dalam jumlah besar dengan cara membeli kertas secara fiktif. Kalau tidak salah dia dikenakan hukuman penjara selama 12 tahun,” kata Kwik Kian Gie.

Letnan Jenderal Polisi Siswadji didakwa telah melakukan korupsi sepanjang tahun 1973 sampai 1977 yang merugikan negara sebesar Rp 4,8 miliar. Jumlah yang sangat besar pada masa itu. Jenderal polisi pertama yang diadili ini divonis delapan tahun penjara.

Kwik Kian Gie bersama Tahija mulai membenahi Trisakti. Kondisi keuangan berangsur pulih bahkan Trisakti mengalami surplus yang cukup besar. Semua utang dapat dilunasi sehingga aset dr. Tan Tjong Thay yang dijaminkan menjadi bebas.

Di tengah proses pembenahan terjadi peristiwa pembunuhan di dalam kampus. “Seorang kasir ditembak mati di tempat…” kata Kwik Kian Gie. “Masalahnya ditangani polisi dan saya sama sekali tidak ingat apa dan bagaimana duduk perkaranya.”

(*)

Sumber: historia.id

Kaitan Korupsi, perguruan tinggi, Trisakti, Unila
Admin 22 Agustus 2022 22 Agustus 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Juara MotoGP Austria 2022, Bagnaia Cetak Hattrick
Artikel Selanjutnya 4 Mahasiswa UMRAH Tanjungpinang Lolos Program Pertukaran Mahasiswa

APA YANG BARU?

“Dari Karas Besar ke Sungai Dai, Menyinggahi Sarang Perompak Laut”
Histori 2 jam lalu 116 disimak
Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang Mirip Museum
Catatan Netizen 2 jam lalu 101 disimak
Polisi Gencarkan Patroli Malam di Coastal Area
Artikel 2 jam lalu 98 disimak
BPBD Tanjungpinang Imbau Warga Waspada Cuaca Hujan dan Kemunculan Buaya di Pesisir
Artikel 2 jam lalu 107 disimak
Kepri Butuh 1.500 Guru Baru, Perekrutan Masih Dikaji Jelang Tahun Ajaran 2026
Pendidikan 2 jam lalu 124 disimak

POPULER PEKAN INI

Maung Bandung Come Back, Tekuk Macan Kemayoran 2-1
Sports 7 hari lalu 646 disimak
FLS3N dan O2SN untuk Bakat Non-Akademik Siswa Digelar di Batam
Pendidikan 5 hari lalu 577 disimak
Niat Baik, Jangan Sampai Bikin Bingung
Catatan Netizen 3 hari lalu 481 disimak
5.120 Pelajar Batam Tampilkan Tari Zapin Massal
Pendidikan 5 hari lalu 473 disimak
Nelayan Bintan Unjuk Rasa Tolak Sedimentasi Pasir Laut
Lingkungan 3 hari lalu 471 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?