SEBANYAK 61 istri tentara yang tergabung dalam Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Chandra Kirana melaksanakan kegiatan wisata budaya ke Museum Batam Raja Ali Haji, Senin (6/6) lalu.
Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, Rahma Dudung Abdurachman mengungkapkan bahwa mengunjungi museum ini untuk mengenal sejarah Batam.
“Menambah wawasan para pengurus Persit Kartika Chandra tentang sejarah Batam,” katanya.
Menurutnya, Museum Batam Raja Ali Haji menampilkan sejarah Batam yang cukup lengkap, terlihat dari koleksi dan narasi foto yang dipajang di setiap dinding museum. Selain kunjungan ke museum, pengurus juga menyambangi salah satu ikon wisata Batam yakni Welcome to Batam (WTB).
Kunjungan para istri tentara tersebut disambut, oleh Kepala UPT Museum Batam Raja Ali Haji, Senny Thirtywani. Ia mengatakan Museum Batam Raja Ali Haji telah mendapat kunjungan dari berbagai daerah, seperti Pekanbaru, Jambi, Jakarta, Papua, Kalimantan Tengah, dan sebagainya.
Berdasarkan kajian dari Badan Pusat Statistik (BPS), wisatawan ingin mengetahui tentang sejarah Batam. Ia berharap dengan dibukanya kembali pintu internasional, maka wisatawan mancanegara (wisman) dapat kembali berkunjung sehingga bisa menggairahkan kembali pariwisata Batam.
“Pastinya kita siap menyambut wisman ke museum,” ujarnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata menyampaikan museum ini merupakan salah satu ikon wisata di Batam. Keberadaan museum sangat penting untuk menyajikan bukti sejarah tentang Batam.
“Di museum beragam informasi bisa kita dapatkan dari awal Batam sampai masa infrastruktur sekarang ini,” katanya.
Oleh karena itu, Ardi mendorong Museum Batam Raja Ali Haji terus berinovasi, adaptasi, dan berkolaborasi sehingga museum semakin dikenal dan menjadi tujuan wisatawan saat ke Batam (leo).


