Connect with us

Ini Batam

Libur Nasional, 788 Kendaraan Ditolak Masuk Wilayah Kecamatan Galang

iqbal fadillah

Published

on

Petugas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan Galang melakukan pengawasan arus kendaraan yang melintas di jalan Trans Barelang saat libur nasional kemarin, Senin (1/06). Photo : GoWest Indonesia

SEBANYAK 788 kendaraan bermotor ditolak masuk wilayah Kecamatan Galang, Batam pada momen libur nasional Hari Lahir Pancaila yang jatuh pada Senin (1/6) kemarin. 331 kendaraan roda 4 dan 457 kendaraan roda 2 yang yang disuruh putar balik ini merupakan warga yang datang untuk tujuan berwisata ke sejumlah kawasan pantai yang tersebar di sepanjang pesisir Batam ini. Sementara untuk warga local di sana tetap bisa berkegiatan seperti biasa.

Camat Kecamatan Galang, Ute Rambe menuturkan, pengetatan ini sebagai upaya untuk memastikan Kecamatan Galang tetap terbebas dari sebaran Covid-19 ditengah persiapan Batam menyambut rencana new normal pada pertengahan Juni 2020 mendatang.

“Sudah berjalan sekitar 5 hari, kami lakukan pengetatan mulai di pintu masuk Kecamatan Galang di Tanjung Kertang (Jembatan 4 Barelang), terus berlangsung sampai 13 Juni 2020 nanti,” kata Ute saat dihubungi ada Selasa (2/6).

Untuk warga lokal Kecamatan Galang yang melintas sendiri, tetap akan mendapatkan pemeriksaan pengukuran suhu dari petugas.

Pada prosesnya, pengetatan yang dilakukan menimbulkan kepadatan tersendiri di Jembatan 4 Barelang yang menjadi lokasi pemeriksaan. Kendaraan yang akan masuk harus antri untuk mendapat giliran petugas yang berjaga di kawasan tersebut. Jika tidak lolos mereka akan diminta untuk putar balik.

Meskipun demikian, pengetatan yang dilakukan belum sepenuhnya berjalan maksimal. Sebab diantara pengendara yang harus putar balik, masih ada kendaraan untuk tujuan berwisata masih bisa masuk ke Kecamatan Galang. Pantauan di Jembatan 4 Barelang pada Minggu (31/5) lalu, masih ada rombongan motor gede yang bisa melintas masuk melewati pemeriksaan petugas di lokasi. Ute sendiri, belum memberikan penjelasan terkait hal tersebut.

Selain itu, Ute menjelaskan kalau pihaknya juga terus melakukan penyisiran terhadap seluruh masyarakat Galang secara bergiliran selama kurang lebih 3 bulan lamanya. Turun langsung menjangkau masyarakat sampai ke pulau-pulau.


“Kemarin (1 Juni 2020) penyisiran dimulai dari Simpang dapur 6, Tanjung Banun, Sei Buluh, Sembulang Hulu Kelurahan Sembulang. Kalau ada yang demam akan di Rapid Test. Data Total Penyisiran Tim per tanggal 1 Juni 2020 itu ada 2.365 orang,” kata Ute lagi.

*(Zhr/GoWestId)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *