Hubungi kami di

Khas

Lima Pekerjaan Terlaris Saat Ini

Mike Wibisono

Terbit

|

Ilustrasi : www.software-nation.com

KAMU bekerja di mana? Kalau jawabannya developer, besar kemungkinan si penjawab bekerja pada perusahaan real estate (lahan yasan). Adapun pertanyaan kerja apaan sih, dengan jawaban sama, besar kemungkinan si penjawab adalah orang teknologi informasi (TI). Tiga dari lima pekerjaan terlaris di ramah itu berlabel developer.

Kelima pekerjaan terlaris di Indonesia adalah back end developer, data scientist, Android developer, full stack engineer, dan front end developer. Mungkin Anda tahu padanan yang pas dalam bahasa Indonesia.

Full Stack Enginner

Menjalankan digitalisasi dari awal hingga selesai dengan perspektif manajemen proyek.

Back End Developer

Membangun back end dari aplikasi web dan fungsi-fungsi system dari basis data.

Data Scientist

Mengumpulkan data pelanggan dan menganalisa serta membuat rekomendasi tentang apa yang dicari oleh pelanggan.

Android Developer

Memberikan solusi digital agar konsumen bersedia membayar produk dan layanan.

Front End Developer

Berperan penting dalam pengembangan fitur baru dan peningkatan aplikasi serta property web untuk konsumen dan mitra bisnis.

Disebut terlaris karena menurut amatan Linkedin, platform jejaring sosial profesi, kelima pekerjaan itu sangat dibutuhkan oleh industri selama lima tahun terakhir. Sila simak infografik. Laporan Emerging Jobs itu dibagikan untuk media Maret ini.

BACA JUGA :  Banjir Bandang Garut Landa 7 Kecamatan

Ang menambahkan, “… jenis-jenis pekerjaan baru muncul lebih cepat dibandingkan dengan waktu-waktu sebelumnya. Peran tradisional telah berubah menjadi hybrid, yang lima tahun sebelumnya belum ada.”

Lima pekerjaan yang paling diminati di Indonesia, menurut Linkedin, semuanya berhubungan dengan teknologi namun banyak membutuhkan soft skills seperti keahlian manajemen dan komunikasi. Lalu tersimpulkan, keahlian hybrid yang merupakan campuran antara peran baru dan tradisional.

Kelima profesi itu menguat karena setidaknya karena dua hal. Pertama: kehadiran generasi berkodrat digital. Mereka dibesarkan oleh teknologi digital — termasuk mainan. Kedua: pertumbuhan e-dagang yang membesarkan unicorn. Linked merujuk kenyataan bahwa dari sepuluh unicorn di Asia Tenggara, empat di antaranya dari Indonesia.

Sejauh ini Linkedin mengklaim diri merengkuh 610 juta anggota, 50.000 keahlian, 30 juta perusahaan, 20 juta lowongan, dan 90.000 sekolah sampai perguruan tinggi.

Adapun Android developer tumbuh sebagai konsekuensi penetrasi ponsel bersistem operasi Android, dan senyampang dengan itu konsumen belanja daring melalui ponsel.

Vice President of Talent and Learning Solutions for APAC dari LinkedIn, Feon Ang, mengatakan bahwa perubahan berlangsung cepat.

Sumber : Linkedn / Techniasia / Beritagar

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook