Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Rapor Merah Industri Perhotelan di Tengah Tren ‘Wisata Sehari’ Batam
    4 jam lalu
    Hindari Kendaraan Mogok, Pengendara Motor Tewas Tertabrak Brio WN Singapura di Bintan
    4 jam lalu
    Polisi Jaring 33 Motor Berknalpot Brong di Batam
    7 jam lalu
    Kemkomdigi Desak Operator Eksekusi Utuh Putusan MK Soal Kuota Internet
    8 jam lalu
    Sepertiga Wilayah ‘Stress Area’ Batam Masih Tunggu Kepastian Air Bersih Hingga 2027
    8 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Bintan Triathlon 2026 Diikuti Atlet dari 32 Negara
    4 jam lalu
    Kontingen SMAN 1 Tanjungpinang Sabet 19 Medali Asia Pasifik
    7 jam lalu
    FIFA ASEAN Cup 2026, Menang Dramatis 9-2 Atas Bangladesh, Indonesia Singkirkan Malaysia
    3 hari lalu
    FIFA ASEAN Cup 2026, Laga Lawan Bangladesh Timnas Garuda Harus Menang Besar
    3 hari lalu
    Asian Games 2026, Panahan Sumbang Koleksi Emas untuk Indonesia
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
    4 hari lalu
    Pelawan Merah: Pohon Eksotis yang Menjaga Hutan Kepulauan Riau
    5 hari lalu
    Nazief Soesiladharma (Walikota Batam Ketiga)
    5 hari lalu
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    2 minggu lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    4 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    4 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    8 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Made in Indonesia & Pabrik Drone Pertama di Asia Tenggara

Editor Redaksi 8 tahun lalu 2.7k disimak

PABRIK drone pertama di Asia Tenggara hadir di Bogor. Tidak hanya merakit, di pabrik milik PT Famindo Inovasi Teknologi (FIT) ini juga dilengkapi dengan sekolah pilot untuk menerbangkan drone dan fasilitas anti drone.

Direktur Utama FIT, Julius Agus Salim dilansir dari Detik mengatakan, di pabrik tersebut diproduksi beberapa macam drone.

“Ada dua drone yang kita produksi, pertama drone yang digunakan oleh perusahaan dan umum, kedua military drone atau drone yang digunakan untuk kepentingan militer,” kata Julius ditemui di Babakanmadang, Bogor, Kamis (19/4).

Selain merakit drone, di pabrik tersebut juga memiliki fasilitas sekolah pilot drone.

Menurut Julius, hingga saat ini belum ada sekolah pilot drone di Indonesia. Ia berharap, dengan sekolah tersebut dapat meningkatkan kualitas pilot drone di Indonesia.

“kelebihan kami itu yakni kami memiliki lisensi, dan lisensi yang kami keluarkan itu diakui di negara-negara Eropa dan China,” kata Julius.

Dalam pendidikan pilot drone, kata Julius, ada tiga tahapan yang harus dikuasai oleh calon pilot.

“Pertama adalah basic cara menerbangkan drone, kemudian kemampuan memperbaiki kerusakan drone dan yang ketiga adalah kemampuan menerbangkan semua jenis drone,” papar Julius.

Julius menyebut, pabrik drone ini dibuat sebagai bentuk respon atas tingginya penggunaan drone di Indonesia. Selain itu, ia ingin menunjukkan bahwa orang Indonesia mampu memproduksi drone.

“Saya tidak bilang ini yang terbesar, tapi memang yang pertama di Asia,” kata Julius. “Kelebihan disini adalah bahan baku yang digunakan itu 80 persennya berasal dari Indonesia,” imbuhnya

Di pabrik itu diproduksi 4 jenis drone yang memiliki fungsi yang berbeda-beda. Salahsatunya adalah multicopter drone. Drone berukuran kecil ini biasanya digunakan untuk surveillance dan digunakan anak muda milenial untuk mengabadikan momen tertentu dengan foto maupun video.

Jenis drone lainnya adalah wingcopter drone. Drone berbentuk pesawat jet berukuran kecil dan dilengkapi sayap ini disebut-sebut mampu terbang hingga 4.000 meter. Dengan ukurannya yang lumayan besar, wingcopter drone mampu terbang dan bergerak dengan kecepatan 70-120km/jam dan mendarat tanpa landasan pacu.

“Untuk fungsinya banyak, bisa untuk pemetaan, identifikasi objek, pemantauan, pencarian orang hilang, operasi kapal hilang atau deteksi gas bocor juga bisa,” kata Kevin Wijaya ditemui di lokasi yang sama.

“Drone lainnya yang diproduksi adalah drone jenis fixed wings dan helidrone,” imbuhnya.

Dari 4 jenis drone tersebut, kata kevin, saat ini sudah mendapat pesanan dari TNI dan pihak swasta lainnya. “Artinya drone ini memang memiliki fungsi untuk tugas TNI, SAR dan kegiatan lainnya,” katanya.

Peningkatan Fungsi Drone

Di zaman yang sudah maju perkembangan teknologi seperti sekarang ini, memungkinkan siapa saja untuk dapat memanfaatkan teknologi tersebut, tidak terkecuali para peternak dan petani di Indonesia.

Kini telah ada empat inovasi teknologi karya anak bangsa Indonesia, aplikasi berbasis Android dan iOS yang dapat memudahkan para peternak dan petani.

  1. CI-Agricuture

CI-Agriculture adalah sebuah platform yang lahir dari Mediatrac (sebuah perusahaan big data analisis terkemuka di Indonesia).

CI-Agriculture hadir untuk memberikan solusi kepada para petani dengan sistem manajemen berbasis analis cuaca, sensor tanah, citra satelit, serta drone untuk membantu permasalahan pertanian dari mulai pengolahan lalahn hingga penjualan. CI-Agriculture memiliki tiga produk utama, yaitu:

  1. Agritrack, yaitu sebuah sistem informasi untuk supply chain komoditi pertanian, yang menghubungkan petani, distributor pasar, dan pembeli akhir. Setiap titik akan dibekali aplikasi mobileuntuk memantau dan melaporkan informasi permintaan, ketersediaan, dan permasalahan lain yang terjadi di lapangan. Melalui sistem crowd sourcing ini, nantinya data yang telah terkumpul akan digunakan untuk memberikan rekomendasi kapan waktu yang tepat untuk memanen, dan memprediksi harga.
  2. Crop Insurance, yaitu sebuah sistem yang memberi saran tentang model asuransi yang tepat antara lembaga asuransi dan petani.
  3. Crop Accurate, sebuah sistem pemandu kegiatan bertani (penanaman benih, memberi pupuk, penggunaan obat) dengan bantuan drone dan remote sending.
  1. Petani 8Villages

Platform petani 8Villages berisi tentang berita terkini seputar pertanian dan media pemasaran produk. Petani juga bisa berkonsultasi dengan para ahli dan mengetahui perkembangan teknologi bidang pertanian melalui aplikasi ini. aplikasi ini juga bekerja sama dengan XL Axiata dan Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada.

  1. Habibi Garden

Habibi garden adalah sebuah platform di bidang pertanian dan perkebunan yang membantu mengoptimalkan pertumbuhan tanaman dengan teknologi yang memantau dan menjaga kondisi tanaman secara otomatis. Dengan sensor, Habibi Garden mengumpulkan data temperature, intesitas cahaya, kelembapan udara, kadar air di dalam tanah, serta nutrisi apa saja yang ada di tanah.

  1. E-fishery

E-fishery merupakan aplikasi buatan anak bangsa, aplikasi ini adalah aplikasi untuk memberi makanan kepada ikan secara otomatis, terjadwal dan sesuai takaran. Dalam usaha budidaya ikan, biaya yang dikeluarkan pemilik kolam untuk pakan dapat mencakup 60-70% total biaya produksi. Meski demikian, pemberian pakan dengan cara tradisional, yakni menggunakan tangan atau hand-feeding, dinilainya tidak efisien. Dengan pemberian pakan yang terjadwal dan dengan ‘dosis,’  eFishery telah terbukti dapat menurunkan jumlah pakan yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu kilogram daging -disebut Food Convertion Ratio (FCR)-hingga 24%. Dengan kata lain, penggunaan pakan menjadi lebih efisien.

Lewat aplikasi di ponsel Android, pengguna dapat mengatur frekuensi dan jadwal pemberian pakan serta takarannya. Pemilik kolam juga dapat mengunggah jumlah pakan yang digunakan ke server internet untuk referensi di masa depan.

 

Sumber : Kompas / CNN Indonesia / BBC Indonesia

 

 

Kaitan asia tenggara, bogor, indonesia, Pabrik drone, top
Redaksi 19 April 2018 19 April 2018
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Industri Otomotif Bakal Jeblok 90 Persen
Artikel Selanjutnya Bioskop Pertama di Arab Saudi Setelah 35 Tahun

APA YANG BARU?

Rapor Merah Industri Perhotelan di Tengah Tren ‘Wisata Sehari’ Batam
In Depth 4 jam lalu 89 disimak
Hindari Kendaraan Mogok, Pengendara Motor Tewas Tertabrak Brio WN Singapura di Bintan
Artikel 4 jam lalu 116 disimak
Bintan Triathlon 2026 Diikuti Atlet dari 32 Negara
Sports 4 jam lalu 106 disimak
Polisi Jaring 33 Motor Berknalpot Brong di Batam
Artikel 7 jam lalu 144 disimak
Kontingen SMAN 1 Tanjungpinang Sabet 19 Medali Asia Pasifik
Pendidikan 7 jam lalu 146 disimak

POPULER PEKAN INI

Terkait Judul “Tambang Rexvin”, PT. Rexvin Group Beri Klarifikasi: Kami Bukan Perusahaan Tambang
Artikel 4 hari lalu 730 disimak
Penyelundupan 11,31 Kg Emas ke Singapura Gagal
Artikel 6 hari lalu 583 disimak
Uji Ketahanan Infrastruktur di Balik Lonjakan Investasi Rp500 Triliun Pusat Data Batam
In Depth 4 hari lalu 569 disimak
Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
Rupa 4 hari lalu 553 disimak
Nasib 1.025 Buruh PT Ghim Li Indonesia Masih Menggantung
Artikel 7 hari lalu 518 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?