Hubungi kami di

Dunia

Mal Thailand Buka Lagi, Pengunjung Ramai

ilham kurnia

Terbit

|

engunjung mengantre untuk menaiki eskalator di mal Siam Paragon, Bangkok, Thailand, Minggu (17/5/2020). Mal-mal di Thailand dibuka lagi setelah angka penularan Covid-19 melambat. Foto : ist.

DENGAN dibukanya kembali mal-mal elite di Thailand, antrean pengunjung langsung mengular panjang.

Antrean sangat panjang ini terlihat pada Minggu (17/5/2020). Warga sangat antusias mengunjungi pusat perbelanjaan yang dibuka kembali dalam rangka pelonggaran pembatasan dan menggerakkan perekonomian.

Pantauan dari jurnalis AFP di lokasi menyebutkan, ratusan pengunjung mengenakan masker sambil melewati pemeriksaan suhu, masuk stasiun disinfeksi, dan difoto sebelum diizinkan masuk ke mal mewah di Bangkok.

Di distrik perbelanjaan pusat kota, Central World Bangkok memasang poster bertuliskan “new normal“, sedangkan layar eksterior mal tertulis “Kami buka”.

Pembukaan kembali pusat perbelanjaan dilakukan setelah angka infeksi Covid-19 di Thailand melambat dalam beberapa pekan terakhir.

Pada Minggu, pihak berwenang mengumumkan 3 kasus baru virus corona di Thailand, dengan total kasus lebih dari 3.000.

Salah satu pengunjung bernama Taewich Penpattakul berujar, dia “tidak benar-benar khawatir” tertular Covid-19 karena beban kasus Thailand yang rendah.

“Secara mental, saya merasa lebih baik karena semua mal sekarang dibuka,” kata pria 23 tahun itu dikutip dari AFP.

Pengunjung dan penyedia layanan mal Thailand disarankan mematuhi protokol keamanan, yang meliputi batasan jumlah orang di dalam ruangan, dan larangan penjualan minumal beralkohol di restoran. Sementara itu bioskop masih ditutup.

BACA JUGA :  Kayakoy : Kota Hantu Warga Yunani di Turki

Food court yang sangat populer di mal-mal Thailand, langsung diserbu pengunjung dengan cepat.

Terlihat juga ada satu unit robot yang berkeliling memantau suhu badan pengunjung.

Meja-meja dipasangi pembatas plastik untuk menerapkan social distancing, kemudian salah satu restoran menempatkan dinosaurus di seberang tempat duduk pelanggan sebagai tanda tidak boleh ditempati.

Pemerintah juga mendesak penjual dan pembeli di mal Thailand untuk check-in di platform digital yang telah disediakan saat memasuki mal. Platform ini akan mengirim pesan jika ditemukan kasus virus corona di toko tertentu.

“Kami harus menunggu beberapa minggu untuk melihat apakah ini ide yang bagus dan mereka (pemerintah) dapat mengendalikan Covid-19,” kata Jason Noel (25).

Pusat-pusat perbelanjaan – bersama dengan ruang publik lainnya seperti stadion, gimnasium, dan taman – diperintahkan untuk ditutup pada pertengahan Maret, ketika Thailand memasuki keadaan darurat untuk mengekang penyebaran infeksi.

Namun pengusaha telah mengalami penurunan pendapatan sejak Januari, karena perekonomian Thailand salah satunya bergantung pada wisatawan China.

Negeri “Gajah Putih” pada Sabtu (16/5/2020) memperpanjang larangan penerbangan masuk internasional hingga 30 Juni.

Perekonomiannya diperkirakan berkontraksi lebih dari 6 persen – penurunan paling tajam sejak krisis 1997.

Sumber : AFP

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook