Terhubung Dengan Kami

Khas

Menikmati Senyum Bahagia Lansia di Pesisir Batam

iqbal fadillah

Dipublikasi

pada

Seorang ibu Lansia warga Kelurahan Sembulang yang menerima bantuan paket Sembako dari Komunitas Kembara Batam. Photo : GoWest Indonesia

SUTRIS Astari bercerita sedikit tentang perasaannya, rasa senang ketika melihat senyuman para orangtua di pesisir Batam.

Bersama Komunitas Kembara yang diketuainya, Sutris melawat ke beberapa kampung di Kecamatan Galang, Batam pada Rabu (22/4). Ia bersama beberapa anggota Komunitas Kembara ini membawa amanah berupa beberapa bingkisan sembako dari Cahaya International Aid, Singapura; Indobox; Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Batam; dan hasil urunan anggota komunitas untuk dibagikan kepada masyarakat pesisir yang membutuhkan.

Sutris mengaku selalu tersentuh ketika melihat ekspresi dari orangtua yang ditemui, rasa senang yang mungkin lebih besar dibanding kesenangan mereka yang menerima bingkisan ini. Itulah satu dari beberapa alasan kenapa ia dan komunitas yang diisi oleh muda-mudi pesisir ini untuk terus berkegiatan.

Foto : © GoWest Indonesia

Terus berupaya menjangkau lebih banyak senyum, dan meringankan beban mereka yang tak lagi kuat memenuhi kebutuhan sehari-hari melalui bantuan yang diberikan.

Di kampong Sembulang, Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Seorang wanita tua berusia sekitar 80 tahun menjadi satu dari 10 penerima paket sembako yang dibawakan. Di temui di kediamannya di area pantai kampung siang itu, wanita tua ini tinggal bersama anaknya di sebuah rumah panggung kecil dengan sekat dua kamar tidur, dapur, dan ruang tamu. Semuanya berukuran kecil dan sederhana.

Ia tak lagi bisa berjalan, suara ia berbicara juga sangat pelan. Namun, gerak tangannya masih bisa menyambut uluran tangan beberapa anggota rombongan yang datang.

Ia duduk tepat di pintu kamar yang menghadap dapur. Di depannya, bingkisan berupa 5 Kilogram Beras, 10 butir Telur, 1 Kilogram Gula dan Minyak Goreng, sebungkus Kopi, 2 kotak Teh Celup, dan beberapa butir kurma langsung diberikan. Mata wanita tua ini berkaca-kaca, seruan kata ‘Amin’ keluar dari mulutnya. Pelan memang, tapi bisa didengar.

“Mak doakan juga mereka!,” pinta anaknya yang langsung disambut oleh anggukan dan gerak tangan wanita ini, menggapai tangan salah satu anggota komunitas. Mungkin pertanda kalau dirinya memberikan restu.

Pertemuan itu berakhir setelah Sutris dan anggota kemabara mencium tangan wanita tua ini, dan berlalu diiringi ucapan terimakasih dari seisi rumah.

Foto : © GoWest Indonesia

Rasa puas yang hadir, mengalahkan penat yang dilalui oleh anggota komunitas ini. Padahal, siang itu panasnya musim angin Timur begiu terasa. Sejak memulai memindahkan ratusan paket sembako ke kendaraan sekitar pukul 12.15 WIB, perjalanan menuju kampong-kampung beberapa menit setelahnya, cuaca panas terasa sekali mengganggu.

“Selalu puas rasanya, padahal bantuan kita tidak seberapa,” kata Sutris siang itu.

Di Tanjung Banun, kampung lain yang didatangi hari itu, Sutris dan Kembara bertemu dengan seorang janda. Di tengah perbincangan tentang maksud komunitas ini ingin memberi bantuan, wanita dengan masker kain buatannya sendiri ini justru menawarkan ayam peliharaannya untuk dijual, untuk menukar beras katanya.

Niatnya tak berbalas, namun kehangatan pertemuan itu tetap terjaga, terlebih beberapa warga ada yang ikut berbaur dan membantu menurunkan bantuan kepada mereka yang memang dinilai membutuhkan.

Wanita ini bercerita banyak, termasuk kekeringan yang telah berbulan-bulan melanda kampungnya. Di teras rumahnya yang langsung menghadap masjid dan sebuah sumur yang ditunggui warga, ia bercerita kalau sumur tersebut menjadi satu-satunya sumber air bagi warga kampong. Mereka antri mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

“Siang malam ada orang di sumur itu, airnya sedikit tapi tak pernah kering,” kata dia sambil menawarkan teh yang dibuat untuk komunitas ini.

Pertemuan dengan warga di kampung-kampung yang didatangi, selalu membawa kesan. Sutris bersama Komunitas Kembara ini sudah melalui kondisi ini dalam beberapa tahun belakangan. Dan itu diakuinya tidak membuat bosan, justru memacu mereka untuk bisa terus berbagi lebih sering lagi.

Selain di kampung Sembulang dan Tanjung Banun, beberapa kampung lain juga didatangi komunitas yang berdiri di sekitar tahun 2015 ini, diantaranya adalah kampung Dapur Enam, Sijantung, Sungai Raya, Belongkeng, Tanjung Kertang, Tanjung Colem, Setokok, Teluk Air, dan beberapa kampung lain yang ada di kecamatan Galang.

Di kampong-kampung ini sebanyak 123 paket sembako dibagikan dengan cara diberikan langsung, beberapa diantaranya juga dititipkan kepada pengurus masjid dan warga kampong karena kondisi yang membatasi untuk bisa langsung bertemua dengan penerima sembako ini. Sutris berharap, 123 paket sembako yang dibagikan bisa bertambah pada kegiatan Kembara selanjutnya. Sehingga bisa menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.

Foto : © GoWest Indonesia

Pada prosesnya, kata Sutris lagi, kegiatan berbagi ini menjadi tanggung jawab bersama, dan kesadaran akan hal itu terlihat jelas di masa Covid-19 ini, walaupun memang porsi perhatian untuk masyarakat pesisir Batam memang masih terbilang minim. Padahal mereka yang berada di pesisir ini juga ikut terdampak oleh pandemi ini.

Dalam kegiatan yang bertepatan dengan masuknya bulan suci Ramadan ini, Komunitas Kembara juga membawa bingkisan buah kurma untuk dibagikan di masjid kampung yang mereka datangi. Kurma sebanyak 20 karton dengan berat masing-masing 5 Kilogram ini diharapkan bisa menjadi menu berbuka bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa.

Zahrin Rahmat, Bendahara komunitas ini mengatakan, pada kegiatan kali ini Kembara lebih banyak menyalurkan donasi yang dititipkan dari pihak-pihak yang mengenal Kembara melalui postingan kegiatan mereka melalui media social. Awalnya, mereka bergerak memberi bantuan melalui donasi dari masing-masing anggota yang nilai dan jangkauannya tidak seberapa, namun kegiata itu secara konsisten tetap dilakukan.

Tidak hanya dalam bentuk pemberian sembako saja, Kembara juga pernah membangun musola dan merenovasi taman pengajian al-quran (TPA). Kegiatan-kegiatan tersebut mendapat sambutan positif ketika diposting di media social. Bersamaan dengan itu, dukungan untuk kegiatan mereka mengalir, tidak hanya dari masyarakat Batam, namun juga individu dan komunitas dari daerah lain juga ikut berkontribusi, termasuk bantuan dari orang-orang di negara tetangga Malaysia dan Singapura.

*(Bob/GoWestId)

Advertisement



Klik untuk memberi komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rupa Rupa

Gaptek? Gak Lah!1 minggu lalu

Google Bakal Cegah Orang Nonton Youtube Berlebihan Dengan Cara Ini

MENONTON YouTube merupakan pilihan banyak orang saat karantina di tengah pandemi virus Corona (Covid-19). Namun, menonton terlalu lama tentu tak...

Histori2 minggu lalu

Kisah Sahang dan Gambir di Kepulauan Riau

MASA depan Kabupaten Lingga itu di sektor pertanian. Sejarah masa lampau negeri termasyur yang menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Riau Lingga...

Hidup Sehat3 minggu lalu

Sehat Jiwa di Masa Pandemi Covid-19. Tips Sehat dari Dokter Spesialis Kejiwaan RSBP Batam

PANDEMI Covid-19 (virus Corona) menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan di dunia, termasuk di Indonesia, Provinsi Kepri dan Batam. Covid-19 tidak...

Gaptek? Gak Lah!3 minggu lalu

Menyalin Tulisan Tangan Dengan Google Lens

GOOGLE telah menambahkan fitur baru yang sangat berguna ke Google Lens. Kini, kalian bisa menyalin dan menempelkan (copy and paste)...

Histori3 minggu lalu

Menolak Lupa ; Tentang RA. Srimulat

RADEN Ayu Srimulat (7 Mei 1908-1968) adalah pemain sandiwara panggung, pemain film dan penyanyi di era akhir 50-an sampai akhir...

Gaptek? Gak Lah!3 minggu lalu

ADU HEMAT KUOTA | Zoom, WebEx Atau Google Meet?

KEBIJAKAN agar bekerja dari rumah membuat sebagian besar pekerja harus menggunakan aplikasi video telekonferensi tetap produktif. Sejumlah aplikasi seperti Zoom,...

Otto Keren!4 minggu lalu

Mini Wuling Seharga Rp. 90 Juta

WULING telah memperkenalkan mini-EV baru yang diberi nama Wuling Hongguang. Mobil listrik tiga pintu dan empat kursi ini hadir dalam...

Ide4 minggu lalu

10 Ide Fotografi di Rumah

SAAT kita diminta untuk berdiam diri #DiRumahSaja , pasti ada kejenuhan yang mendera. Sejak wabah COVID-19 melanda negeri kita awal...

Histori4 minggu lalu

Honda FC50, Nenek Moyang Beat

NETIZEN banyak yang kaget dengan tampilan nenek moyang motor matik Honda BeAT yang mulai bamyak diposting di facebook. Leluhur Honda...

Pop & Roll4 minggu lalu

Tawaran Gratis Dari Google Meet

MULAI bulan Mei ini, Google mulai menggratiskan layanan video conference mereka untuk semua pemilik akun Google, yaitu Google Meet. Siap caplok pengguna Zoom? Sebelumnya,...

Advertisement