KELUHAN warga Batam terkait sulitnya mendapatkan minyak goreng subsidi merek Minyakita ditanggapi oleh Perum Bulog Kantor Cabang Batam. Mereka menyatakan bahwa penyaluran Minyakita saat ini kembali berjalan normal dan stok tersedia di beberapa pasar tradisional.
Kepala Perum Bulog Cabang Batam, Guido XL Pereira, menjelaskan bahwa distribusi Minyakita difokuskan untuk pasar tradisional serta jaringan Rumah Pangan Kita (RPK). Menurutnya, meski penyaluran sempat tidak secepat biasanya pada periode Maret hingga April karena dialihkan untuk bantuan pangan, sejak Januari proses distribusi pada dasarnya sudah berjalan normal dan saat ini sudah kembali diprioritaskan seperti semula.
“Sejak Januari sampai sekarang sebenarnya sudah normal. Tapi pada Maret–April sempat fokus ke bantuan pangan. Sekarang sudah kembali normal,” ujarnya pada Senin, 18 Mei.
Guido menambahkan bahwa Minyakita yang disalurkan Bulog merupakan minyak subsidi yang dipasok melalui BUMN pangan. Penyalurannya tidak ditujukan untuk swalayan modern, melainkan diarahkan agar tepat sasaran kepada masyarakat melalui pasar tradisional dan mitra pangan.
Ia juga menyebut bahwa harga Minyakita di tingkat konsumen masih mengikuti ketentuan harga eceran tertinggi (HET), yaitu Rp15.700 per liter. Sementara itu, Bulog menyalurkan ke mitra dengan harga Rp14.500 per liter agar pedagang tetap dapat menjual sesuai aturan pemerintah.
Guido membantah anggapan bahwa Minyakita mengalami kekosongan total di Batam. Ia menilai kondisi kosong yang terjadi di sejumlah minimarket atau swalayan lebih disebabkan oleh pengaturan distribusi yang memang lebih diprioritaskan ke pasar rakyat, bukan karena stok tidak tersedia.
Selain itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati saat membeli karena saat ini beredar dua jenis Minyakita, yakni Minyakita subsidi dan Minyakita premium. Untuk Minyakita subsidi, pemerintah menetapkan harga sebesar Rp15.700 per liter. Sedangkan Minyakita premium dijual dengan mekanisme pasar dan tidak termasuk program subsidi.
“Kalau yang premium itu beda. Ada tulisan premium dan harganya tidak diatur pemerintah. Itu bukan yang disalurkan Bulog,” jelasnya.
Guido memastikan bahwa stok Minyakita untuk wilayah Batam saat ini aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat, serta pemerintah terus memantau distribusi agar tidak terjadi penumpukan maupun penyimpangan di lapangan. Sebelumnya, pada pekan ketiga Mei 2026, warga Batam sempat mengeluhkan Minyakita sulit ditemukan di sejumlah swalayan, sehingga memunculkan kekhawatiran adanya kemungkinan kenaikan harga minyak goreng subsidi.
(dha)


