Hubungi kami di

Budaya

“MERAWAT WARISAN ZAMAN” | MONGGAK (Bagian 2)

ilham kurnia

Terbit

|

GASING adalah sebuah permainan tradisional yang sempat populer dimainkan banyak orang pada zaman dulu. Terutama anak-anak.

Ada yang meyakini permainan ini berasal dari tanah melayu. Biasanya dimainkan kaum laki-laki.

Kebiasaan bermain gasing di tanah Melayu masih bisa kita saksikan di beberapa tempat. Salah satunya di kampung Monggak di kecamatan Galang, kota Batam.

Ada yang meyakini penyebutan gasing berasal dari dua suku kata, yaitu Gang dan Sing. Dimana Gang memiliki arti lorong atau lokasi lahan dan Sing memiliki arti Suara.

Dalam arti sederhananya, Gasing ini memiliki arti sebuah permainan yang dimainkan di sebuah lokasi atau tempat yang kosong dan mengeluarkan bunyi.

Permainan ini dapat dilakukan satu lawan satu atau berkelompok. Dalam permainan satu lawan satu, pemain yang gasingnya paling lama berputar adalah pemenangnya.

Gasing di Kepulauan Riau

MASIH ada beberapa kelompok masyarakat, khususnya Melayu yang terus mempertahankan permainan tradisi ini.

Tim GoWest Indonesia sempat mengunjungi sebuah perkampungan lama orang Melayu di pulau Galang, dimana warganya masih rutin memelihara jenis permainan ini.

Ada pak Rahim, seorang warga di Kampung Monggak yang masih rutin membuat permainan gasing di sela waktu senggangnya.

Gasing-gasing buatannya, biasanya dimainkan oleh anak-anak sebagai hiburan pengisi waktu saat petang (sore) hari.

Pada momen-momen tertentu, ia juga biasa menyiapkan gasing-gasing untuk diikutkan dalam lomba tradisi permainan gasing.

Melihat persebaran permainan ini, banyak orang meyakini Gasing berasal dari para penduduk di pesisir pantai Melayu dimana permainan ini pertama kali menggunakan buah Berembang yang banyak tumbuh di pesisir pantai. Bentuk buahnya bulat dan ada bagian lancip di bagian tengahnya.

Buah ini bisa diputar dengan menggunakan tangan.

Kedua, sebagian lagi meyakini kalau permainan Gasing ini berawal dari anak-anak yang menggunakan telur untuk permainan mereka. Dimana telur ini diputar dan yang bertahan paling lama maka dialah pemenangnya.

BACA JUGA :  Rincian THR PNS yang Bakal Cair Sebelum 19 Mei

Kemudian pada perkembangannya, telur ini diganti dengan kayu berbentuk bulat dan diberi tali supaya bisa berputar lebih kencang.

Terlepas dari beberapa pendapat mengenai cikal bakal munculnya permainan ini, Gasing adalah sebuah permainan tradisional yang sangat asik dimainkan dan merakyat di kalangan masyarakat Melayu Kepulauan Riau.

Gasing tradisional pada umumnya terbuat dari kayu dan permainannya dengan menggunakan tali yang terbuat dari kulit pohon.

Jenis kayu yang biasanya digunakan untuk membuat Gasing antara lain Menggeris, Pelawan, Kayu Besi, Leban, Mentigi, dan sejenisnya. Sedangkan di beberapa daerah lainnya Gasing terbuat dari bambu.

Gasing juga memiliki nama dan bentuk yang berbeda-beda di tiap daerah.

Jawa Barat dan Jakarta menyebutnya dengan Gangsing atau Panggal. Lampung dengan Pukang, Kalimantan Timur dengan Begasing, Maluku dengan Apiong, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat dengan Maggasing, Lombok menyebutnya  Gansing, Bolaang Mongondow Sulawesi Selatan menyebutnya Paki, Jawa Timur dengan Kekehan. Sementara di Yogyakarta menyebutnya dengan Pathon jika terbuat dari kayu dan Gangsingan jika terbuat dari bambu.

(nes/dam)

#Gasing #Budaya #Permainan

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook