Hubungi kami di

Ini Batam

Muatan Solar Ilegal Kapal MT Zakira Ditaksir Senilai Rp 7,3 Miliar

Terbit

|

Konferensi pers pengungkapan penangkapan MT Zakira di Pangkalan Bakamla di Setokok, Rabu pagi (5/10). F. istimewa untuk gowest.id

KAPAL MT Zakira yang tertangkap membawa BBM ilegal di Perairan Karimun Besar baru-baru ini, ditaksir membawa muatan senilai Rp 7,3 miliar, dengan kerugian negara capai Rp 1,3 miliar.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai (BC), Askolani mengatakan operasi MT Zakira digagalkan lewat operasi laut terpadu Jaring Sriwijaya 2022. “Salah satu tangkapan terbesar yakni MT Zakira yang kedapatan mengangkut muatan minyak solar high speed diesel (HSD) dengan total 629,3 kiloliter,” ucapnya saat konferensi pers di Pangkalan Bakamla Batam di Setokok, Rabu (5/10).

Adapun modus yang digunakan yakni pemuatan BBM secara ship to ship dari sejumlah kapal di luar daerah pabean, kemudian masuk daerah pabean tanpa dilengkapi manifes.

Proses penangkapan bermula pada hari Selasa (20/9) lalu pukul 14.00 WIB, dimana Satgas Patroli Laut Jaring Sriwijaya BC 7005 mendapatkan informasi bahwa akan adanya sarana pengangkut berupa kapal pengangkut berupa tanker dari Tanjung Uncang, Batam yang diduga bermuatan BBM menuju keluar daerah pabean tanpa dokumen.

BACA JUGA :  Silaturahmi Walikota Batam Bersama Guru TPQ se Kota Batam

Setelah itu, tim satgas melakukan pengejaran ke kapal tanker pada pukul 16.00 WIB di Perairan Karang Galang untuk diperiksa.

Namun berdasarkan pemeriksaan, kapal tersebut nihil cargo dengan tujuan dari Batam ke Probolinggo, Jawa Timur. Karena tidak ada yang mencurigakan, kapal dilepas dengan tetap dipantau terus menerus melalui radar.

Selanjutnya, kapal dipantau sejak 20 September hingga 25 September 2022. Melalui pemantauan radar, MT Zakira yang berada di posisi sebelah timur Teluk Penawar Perairan Malaysia, kapal tanker tersebut terpantau banyak didekati kapal lain.

Sehinggaa diduga ada kegiatan ship to ship (STS) minyak solar HSD secara ilegal.

Kemudian pada 25 September, kapal tersebut bergerak menuju ke barat dari Pengerang dan masuk jalur Perairan Malaysia-Singapura. Setelah di Perairan Indonesia, kapal tanker tersebut diperiksa tim satgas di Perairan Pulau Karimun Besar.

Hasil pemeriksaan berdasarkan keterangan nahkoda, kapal itu membawa muatan enam ratus kilo liter minyak solar HSD berasal dari STS di Perairan Malaysia dan tidak dilengkapi dokumen impor yang akan dibawa ke Karimun.

BACA JUGA :  FGD Re-Engineering | Upaya Peningkatan Pendapatan dan Efisiensi Pegawai BP Batam

Selanjutnya, keesokan harinya kapal tersebut dibawa ke Perairan Pulau Janda Berhias untuk diperiksa tim penyidik. Dari hasil pemeriksaan sementara, telah ditetapkan 2 orang tersangka berinisial MI selaku nahkoda dan AZ selaku juru mudi. Selain itu, 9 orang saksi juga sudah diperiksa.

Selain MT Zakira, operasi gabungan juga menangkap kapal tanker MT Blue Stars 8 GT 296 di Perairan Selat Malaka. Kapal yang ditangkap 26 Agustus ini membawa muatan 87,484 kiloliter bahan bakar minyak jenis solar murni tanpa dilengkapi manifes.

Atas penindakan tersebut, petugas mengamankan 2 tersangka berinisial ZA dan AS selaku nahkoda dan bosun kapal. Estimasi nilai barang dalam kasus ini mencapai Rp 1,02 miliar dengan kerugian negara capai Rp 189,3 juta (leo).

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid