Hubungi kami di

Tanah Air

Mulai Besok, Aturan Wajib PCR dan Rapid Test Dihapus

Terbit

|

Peniadaan syarat tes antigen dan PCR berlaku mulai besok. F. Dok. Kompas.com/KONI Jawa Timur

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) telah mengizinkan membuka masker di ruang terbuka. Pengumuman soal pelonggaran penggunaan masker diumumkan Jokowi dalam pernyataan pers yang disampaikan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/5) petang.

Sejalan dengan itu, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 juga mengumumkan kebijakan penghapusan pemeriksaan terkait virus corona (Covid-19) yakni PCR dan Rapid Test Antigen. Kebijakan ini mulai berlaku efektif besok, Rabu (18/5/2022).

Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan, pelonggaran kebijakan itu hanya berlaku bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) maupun Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang sudah menerima dua dosis vaksin Covid-19 maupun dosis lanjutan alias booster.

BACA JUGA :  Update Covid-19 (6/6/2022): Tambah 342 Kasus Positif, Kepri Tiga Kasus Baru

“Elaborasi arahan Presiden akan dituangkan dalam beberapa kebijakan pengendalian Covid-19, baik dalam kebijakan perjalanan luar negeri dan dalam negeri dan masa berlaku efektifnya per tanggal 18 Mei 2022 atau besok,” kata Wiku dalam konferensi pers, Selasa (17/5/2022).

Selain penghapusan tes Covid-19 saat perjalanan, Wiku juga menginformasikan bahwa pemerintah telah memberikan relaksasi penggunaan masker di tengah kondisi pandemi virus corona di Indonesia.

Masyarakat yang akan melakukan aktivitas di luar ruangan atau area terbuka yang tidak padat manusia telah diberi izin untuk tidak memakai masker. Namun ada sejumlah kondisi tertentu dan golongan orang yang tetap wajib menggunakan masker

BACA JUGA :  Dinkes Batam Minta Tambahan 1.000 Dosis Vaksin Booster ke Pemerintah Pusat

Di antaranya yakni saat berkegiatan di ruangan tertutup, saat di transportasi publik. Kemudian masker masih wajib bagi masyarakat yang masuk kategori rentan seperti lansia dan warga yang memiliki komorbid alias penyakit penyerta, serta masyarakat yang mengalami gejala pilek dan batuk.

“Tentunya keputusan ini telah menimbang kasus nasional dan global terkini dan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian,” pungkas Wiku.

(*)

sumber: CNN Indonesia.com

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

[GTranslate]