Hubungi kami di

Natuna

Natuna Tambah Dua Kasus Positif Covid-19

Terbit

|

Ilustrasi: Virus corona (Covid-19). Natuna tambah dua kasus positif Covid-19, Selasa (19/7/2022). F. Dok. Pixabay

KABUPATEN Natuna kembali masuk zona kuning atau ada risiko penularan setelah muncul dua kasus baru konfirmasi positif virus Corona atau Covid-19.

Hal itu berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang dirilis pada hari ini, Selasa (19/7/2022).

Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kepri, Tjetjep Yudiana, Natuna sempat bertahan selama sekitar sebulan di zona hijau atau nihil kasus positif Covid-19.

“Ada dua kasus baru Covid-19 di Natuna, sehingga pusat kembali menetapkan sebagai zona kuning,” kata mantan Kepala Dinas Kesehatan Kepri itu, dikutip dari Antara, Selasa (19/7/2022).

Selain Natuna, lanjutnya, kabupaten dan kota lainnya yang masih tercatat ada pasien Covid-19 adalah Kota Batam sebanyak 16 orang, Tanjungpinang tiga orang, Bintan dua orang, dan Kabupaten Karimun enam orang.

BACA JUGA :  Tanggulangi Bencana, Pemkab Bintan Bentuk 3 Desa Tangguh

“Batam, Tanjungpinang, Bintan, dan Karimun ditetapkan sebagai zona kuning. Sedangkan Kabupaten Lingga dan Kepulauan Ananbas tetap bertahan nihil kasus aktif Covid-19 sejak sekitar empat bulan lalu,” ujarnya.

Sementara itu, kasus kematian akibat Covid-19 di Kepri tidak pernah terjadi dalam dua pekan terakhir. Rata-rata pasien covid-19 mudah sembuh.

“Total jumlah kasus aktif di Kepri sebanyak 29 orang, relatif berkurang dibanding pekan lalu yang mencapai lebih dari 35 orang,” sebutnya.

BACA JUGA :  Hari Sumpah Pemuda ke-94, Pemuda Kepri Ditantang Unjuk Kreativitas

Tjetjep mengungkapkan Covid-19 yang menyerang pasien di Kepri secara umum adalah Omicron, sehingga bergejala ringan. Sedangkan BA.4 dan BA.5, varian Omicron belum ditemukan di Kepri.

Pasien yang terserang Omicron, namun tanpa gejala atau bergejala ringan disebabkan mereka sudah vaksin dosis kedua atau lengkap dan vaksin ketiga atau penguat (booster).

“Kalau BA.4 dan BA.5 justru tidak lebih berbahaya dibanding Omicron. Pasien lebih mudah sembuh kalau terserang virus itu,” ucapnya.

Tjetjep mengklaim bahwa pemerintah dan masyarakat di Kepri mampu menekan kasus Covid-19. “Kasus Covid-19 di Kepri dapat dikendalikan lewat protokol kesehatan dan vaksinasi,” katanya.

(*)

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid