Hubungi kami di

Catatan Netizen

Orang Kepri Menanti Gebrakan Sandi

iqbal fadillah

Terbit

|

Menparekraf RI, Sandiaga Uno, saat acara Ramahtamah dan Diskusi Perkembangan Pariwisata di Kepri Bersama Menparekraf RI, Jum'at (22/1). Photo : @Edi Sutrisno.

Tuisan ini dibuat oleh Direktur Eksekutif Batam Tourism and Promotion Board (BTPB), Edi Sutrisno, yang juga penulis buku tentang Sejarah Kota Batam. Menyikapi dan harapan adanya perubahan dunia Kepariwisataan di Kepri atas kehadiran Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, dalam lawatan singkatnya ke Kepulaun Riau, khususnya Kota Batam dan Kabupaten Bintan. Berikut tulisanya yang Kami sajikan dalam rubrik Catatan Netizen untuk anda.

——————

PANGGUNG Ballroom Grand i Hotel Nagoya, Batam, Jumat (22/1) malam kemarin, mendadak hangat.

Bukan karena pendingin udaranya yang rusak. Semua berpuncak dari Sandiaga Uno, Menparekraf anyar hasil resufle jilid 2 Kabinet Jokowi itu emang mahir mencairkan suasana.

Ia bahkan sudah melakukannya sejak sebelum sampai pintu Ballroom ; sibuk menyapa tiap orang yang mendekatinya. Sampai di ruang ballroom pun, kejadiannya sama.

Ya, begitulah Sandi emang ramah. Sepintas, jadi agak susah ngebedain ; ini selebriti apa pak menteri. Tapi intinya, di mana bumi dipijak, di situ Sandi disambut gempita..

Waktu didaulat memberikan sambutan, pria kelahiran Rumbai ini pun menyingkirkan ‘aura’ menterinya. Podium dibiarkannya melompong, ia malah cuma berdiri di sampingnya dan menyambar mic lalu mulai menyapa para tetamu yang hadir.

Sebait pantun mengalir, dan suasana pun makin mencair. Walaupun sempat terinterupsi tiga kali lantaran micnya ngadat, malam itu Sandi berorasi dengan gayanya yang khas dan diselingi joke-jokenya yang ringan.

“20 tahun lalu, usai di-phk, saya pernah membuka usaha di Batam. Juga di Pinang, tapi yang di sana sudah terjual karena pilpres kemarin,” selorohnya disambut gelak semua undangan yang memenuhi Ballroom.

“Makanya, kalau mau kaya jadi enterpreneur, jangan politisi,” serunya lagi yang disambut riuh para tamu.

Di hadapan tidak kurang dari 50 pelaku pariwisata, termasuk Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Sekdaprov Kepri, Sandi mengurai ihwal penurunan kinerja pariwisata, termasuk Batam dan Kepri.

BACA JUGA :  Menggugat Youtuber

Ia juga menyinggung tentang travel bubble yang menurutnya tengah digodok sebagai bagian dari skema pemulihan border tourism di Batam dan Bintan.

Sayang, meski bertajuk Ramahtamah dan Diskusi Perkembangan Pariwisata di Kepri Bersama Sandiaga Uno, Menparekraf RI, momen ini tak sepenuhnya “membahagiakan” para pelaku pariwisata sebab pasca Sandi berorasi, mc memungkasi acara.

“Saya dah siapkan kertas ini. Banyak yang mau saya sampaikan ke menteri. Gak ada sesi diskusi ternyata,” urai Andika, Ketua Asita Kepri.

Pun demikian, Maru, Ketua IPI Kepri. “Saya mau sampaikan satu saja persoalan ke beliau, mewakili kegelisahan kawan-kawan. Gak tercapai juga” katanya.

Rahman Usman, mungkin yang paling beruntung. Ketua Batam Tourism and Promotion Board itu dari rumah sudah siapkan dua bundel hasil kajiannya tentang existing condition pariwisata Batam dan Kepri. Keduanya dah sampai ke tangan sekretaris Sandi.

Dua hari Sandi menyambangi Kepri, usai menaja visitasi ke Bali, Mandalika dan Labuhan Bajo. Mengikuti jadwal, mestinya ia meneruskan kunker ke Likupang. Tapi karena dibekap banjir, Sandi mengubah haluan dan Kepri yang ketiban berkah.

Merandai sejumlah destinasi, Sandi mengakui Batam dan Bintan telah purna memenuhi segala unsur 3 A. Di tiap tempat, ia tak henti-hentinya mengapresiasi potensi riil yang dimiliki dua zona andalan wisata Kepri itu.

Tapi, itu saja agaknya tak cukup. Banyak orang menaruh harap, kunker Sandi yang singkat dapat memetakan persoalan riil yang membelit Kepri pasca dihantam pandemi dan berujung pada pengerucutan formula dan implementasian aksi.

Ya, orang Kepri menanti gebrakan Sandi. “Yakinlah, badai pasti berlalu, akan ada pelangi indah.”

Semoga, bait narasinya malam itu di penghujung orasi berwujud. Sekali lagi, kami tunggu, pak menteri. Jangan sampai kelewat triwulan satu. (*)

Penulis : Edi Sutrisno / Direktur Eksekutif Batam Tourism and Promotion Board (BTPB)

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook