Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    DPRD Batam Mau Bangun Pagar Gedung, Total Anggaran Rp6 Miliar
    1 jam lalu
    Ratusan Pengajuan UWT Warga Puskopkar Batuaji Tertahan di BP Batam
    2 jam lalu
    Lakalantas Tunggal di Batam Tewaskan Seorang Pengendara Sepeda Motor
    18 jam lalu
    Polda Kepri Kembali Amankan Ribuan Liquid Vape Mengandung Zat Etomidate
    1 hari lalu
    Aksi Bersih Lingkungan Tandai Peringatan Hari Buruh di Kota Batam
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Waspada Penyakit Malaria di Tanjungpinang
    43 menit lalu
    Perluas Akses Pendidikan, SMP Negeri 65 Batam Resmi Berdiri
    2 hari lalu
    Marselino Ferdinan Dipanggil ke Timnas Lagi
    3 hari lalu
    Semifinal Leg 1 Liga Champions Eropa, Atletico Madrid Ditahan Imbang Arsenal
    3 hari lalu
    Edukasi Tertib Berlalulintas Sejak Dini untuk Guru PAUD dan SD di Batam
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
    1 jam lalu
    Pulau Pecong, Batam
    1 minggu lalu
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    2 bulan lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    2 bulan lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    3 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    2 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    3 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    3 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    4 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    9 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Catatan Netizen

Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

Rahasia menu itu-itu saja, serta tampilan yang sederhana

Editor Admin 24 menit lalu 60 disimak
Foto, ilustrasi. © Sultan YohanaDisediakan oleh GoWest.ID

PULANG main bola, Minggu (22/3/2026) siang lalu, perut lapar sekali. Saya WA istri apakah mau makan siang bersama di luar? Ia meminta ketemu di Thomson Plaza. Ia kembali WA saya, “Heavenly Wang atau Bistro Box?” dia memberi dua pilihan tempat makan yang akan kami nikmati. Saya memilih yang pertama.

Oleh: Sultan Yohana


SAYA sampai duluan di Thomson Plaza. Di Heavenly Wang, hampir semua kursi terisi. Saya kudu menunggu beberapa saat sampai ada meja kosong. Padahal, hari belum terlalu siang. Saat lewat tadi, kedai Ya Kun Kaya yang berada di mall serupa saya lihat juga penuh.

Heavenly Wang (1953), bersama Ya Kun Kaya Toast (1944), Fun Toast (1941), Killiney (1919); dalam seabad terakhir adalah penguasa perkedai-kopian di Singapura. Bahkan, Killiney, tahun ini telah berusia 107 tahun. Di mana-mana keramaian di seantero Singapura, entah itu mall atau pusat kegiatan warga, di sana pasti ada salah satu di antara empat kedai itu. Beberapa di antaranya, bahkan, telah berstatus “perusahaan terbuka”, yang sahamnya bisa dijual-belikan oleh siapa saja orang. Bahkan beberapa di antaranya, telah membuka waralaba hingga ke negara tetangga.

Apa rahasia keempat kedai kopi ini tetap eksis hingga puluhan, bahkan ratusan tahun? Padahal menu-menu yang mereka tawarkan tak pernah berubah sejak didirikan. Menu-menu tradisional andalan mereka, seperti roti kaya, telur setengah matang, laksa, nasi lemak, kopi teh dan turunannya; hingga kini masih menjadi andalan mereka. Mereka tidak “tergoda” untuk mengubah menu-menu yang lebih mutakhir, lebih up-to date. Meski begitu banyak usaha serupa muncul dengan menawarkan berbagai macam model dan varian yang menggugah selera.

Saya pribadi, ketimbang ngopi di kedai-kedai macam Starbuck dan sebangsanya, saya lebih memilih nongkrong ngopi di kedai-kedai jadul ini. Harga mungkin bukan pertimbangan utama, mengingat berapa sih makanan/minuman yang bisa saya habiskan dalam sekali nongkrong? Ndak banyak, dan lagipula harga tak terlalu berbeda. Pertimbangan utama justru pada faktor kenyamanan makanan. Ya, menjalani hidup di Singapura selama hampir 15 tahun, telah membuat kopi pekat saring, roti isi srikaya, telur setengah matang yang dicucuri light soya souce dan merica, roti pandan, nasi lemak, otak-otak; semua ini telah menjadi “comfort food” di lidah saya. Menjadi pilihan pertama saat ngopi nongkrong.

Bagi orang Singapura sendiri, kedai-kedai kopi seolah menjadi IDENTITAS serta bagian dari KULTUR hidup yang kudu dilestarikan. Kedai-kedai itu, tak hanya menjadi tempat nongkrong orang-orang tua atau yang sudah berumur seperti saya. Lebih dari itu, generasi-generasi berikutnya, yang muda-muda, bahkan anak-anak, seperti tertular kebiasaan orangtua mereka, untuk ngopi dan mengudap makanan di sana. Ini yang memberi dugaan saya, kenapa kedai-kedai ini bertahan begitu lama, bahkan bisnis mereka berkembang dengan baik. Di tengah begitu banyaknya kabar begitu banyaknya resotaran-restoran tutup di Singapura, kedai-kedai ini seolah “kebal” dari berbagai persoalan ekonomi yang melanda.

Selain menu yang tetap itu-itu saja, tampilan kedai-kedai tersebut juga terasa lebih “humble”. Ini mungkin “resep rahasia” berikutnya yang membuat mereka tetap eksis. Kios-kios mungil, meja-kursi sederhana, yang seringkali kudu berdesak-desakan dengan meja lainnya, layanan self service, karyawan-karyawannya yang akrab, pembayaran yang masih bisa memakai uang tunai (banyak kedai di Singapura tidak lagi menerima cash), adalah hal-hal sederhana yang masih dipertahankan hingga sekarang. Bagi saya pribadi, suasana “humble” ini, menghilangkan rasa canggung setiap kali ngopi di sana. Tidak ada sekat-sekat, seolah-olah yang ngopi di sana, semuanya setara. Orang kaya, orang miskin, orang penting, orang rembes sekalipun, dilayani sama. Tidak ada layanan “reserve table”, yang datang belakangan, ya kudu antri. Mau nongkrong seharian hanya dengan secangkir kopi pun, tak dipersoalkan.

Makanan yang itu-itu saja, serta tampilan sederhana yang ditawarkan kedai-kedai yang telah bertahan lama ini, seolah menjadi “anti-tesis” dari doktrin ekonomi mutakhir yang menyebut, “anda harus terus berkreasi dan tampil beda agar konsumen tidak meninggalkan Anda”. Bagi saya, sukses keempat kedai ini karena mereka telah berhasil “menyentuh” sifat paling dasar dari manusia: yakni keengganan manusia untuk berubah, serta kesukaan selalu berada di zona nyaman.

Bisnis yang bisa bertahan lama, memang harus membuat nyaman semua orang. Bukan hanya sekedar berburu keuntungan semata.

(*)

Penulis/ Vlogger : Sultan Yohana, Citizen Indonesia berdomisili di Singapura. Menulis di berbagai platform, mengelola blog www.sultanyohana.id 

Kaitan batam, Catatan, Kedai kopi, singapura
Admin 3 Mei 2026 3 Mei 2026
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Waspada Penyakit Malaria di Tanjungpinang

APA YANG BARU?

Waspada Penyakit Malaria di Tanjungpinang
Lingkungan 43 menit lalu 77 disimak
Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
Statistik 1 jam lalu 53 disimak
DPRD Batam Mau Bangun Pagar Gedung, Total Anggaran Rp6 Miliar
Artikel 1 jam lalu 90 disimak
Ratusan Pengajuan UWT Warga Puskopkar Batuaji Tertahan di BP Batam
Artikel 2 jam lalu 70 disimak
Lakalantas Tunggal di Batam Tewaskan Seorang Pengendara Sepeda Motor
Artikel 18 jam lalu 156 disimak

POPULER PEKAN INI

Italia Menolak Mentah-mentah Gagasan Pengganti Iran di Piala Dunia 2026
Sports 6 hari lalu 570 disimak
Bantuan Bioflok 2026: 96 Unit untuk 24 Kelompok Pembudidaya di Batam
Artikel 6 hari lalu 474 disimak
Harga Emas Antam Menguat Tajam di Akhir Pekan
Artikel 6 hari lalu 472 disimak
Polisi Tangkap Tersangka Pelaku Curanmor di Tanjungpinang
Artikel 6 hari lalu 451 disimak
Polda Kepri Ungkap Jaringan Narkoba di Tanjungbalai Karimun
Artikel 6 hari lalu 419 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?