PT PELNI (Persero) menargetkan penumpang kapal pada periode libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru) mencapai 451.601 orang atau meningkat 99 persen dari periode Nataru tahun sebelumnya sebanyak 226.945 orang.
Sedangkan kapal perintis juga mengalami kenaikan 36 persen dari periode Nataru 2021/2022 sebanyak 54.530 orang menjadi 74.154 orang di periode Nataru 2022/2023.
Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT PELNI, Yahya Kuncoro, mengatakan salah satu faktor kenaikan itu karena kondisi pandemi sudah mulai melandai jika dibandingkan dua tahun sebelumnya.
Seiring waktu, karena semakin kondusif, kondisi keuangan masyarakat juga semakin membaik sehingga banyak yang memilih untuk bepergian atau bersilaturahmi dengan sanak keluarga untuk merayakan hari besar keagamaan seperti Natal.
“Nataru kali ini perlu persiapan yang cukup panjang. PELNI telah menetapkan peak season Nataru pada 11 Desember 2022 hingga 8 Januari 2023. Dengan berbagai faktor yang terjadi di masyarakat dan sejumlah strategi yang kami lakukan. Kami optimistis penumpang kapal PELNI akan tumbuh sesuai dengan prediksi yang diharapkan,” ujar Yahya di Media Gathering PELNI yang dilaksanakan di Tanjungpinang, Selasa (20/12/2022).
Sepanjang periode Nataru, PELNI telah menyiapkan 26 kapal penumpang yang memiliki kapasitas 32.447 seat dengan tujuan 76 pelabuhan, serta 43 kapal perintis yang memiliki kapasitas 16.706 dengan tujuan 281 pelabuhan.
Yahya menjelaskan sejumlah strategi bisnis juga dilakukan PELNI untuk mencapai target penumpang pada periode Nataru, antara lain kesiapan armada, penerapan protokol kesehatan, penyesuaian rute dan jadwal kapal, kegiatan posko dan monitoring bersama instansi di pelabuhan, dan kemudahan pembelian tiket secara online.
“Strategi bisnis yang kami siapkan seiring dengan kesiapan armada serta penerapan keselamatan dan kesehatan di kapal. Meski tidak ada lagi larangan bepergian karena pandemi, kami tetap ingin menjaga para penumpang kapal dalam kondisi baik dan prima ketika berada di kapal,” kata Yahya.
Tak hanya menyiapkan strategi untuk mencapai target penumpang di periode Nataru kali ini, menurut Yahya, PELNI juga menyiapkan mitigasi ketika menghadapi keadaan darurat di laut. Mitigasi yang dilakukan di antaranya armada telah dilengkapi dengan alat komunikasi direct dan indirect serta vessel tracking system.
Sebelum berangkat, nakhoda juga selalu melakukan update cuaca yang dikeluarkan BMKG, selalu memastikan alat-alat keselamatan ready for use setiap saat, melakukan pemeriksaan terhadap cargo securing, melakukan Maklumat Pelayaran yang dikeluarkan oleh Kesyahbandaran setempat, kru kapal rutin melaksanakan safety dan security drill, serta awak kapal rutin melakukan pengamatan sehingga penumpang merasa tetap aman.
Pada jadwal reguler, kapal penumpang PELNI yang melayani masyarakat adalah KM Bukit Raya dengan kapasitas 1.000 penumpang dengan rute Kijang Bintan menuju Letung, Batam, Tarempa, Natuna, Midal, Pontianak, Serasan, dan Tanjung Perak. Namun karena permintaan meningkat, perusahaan pun memutuskan agar KM Dorolonda dideviasi menuju Kijang dengan rute Belawan, Batam, Kijang, Tanjung Priok, dan seterusnya.
Rute Tanjungpinang sebagai salah satu pelabuhan dengan penumpang yang cukup padat dengan menggunakan KM Bukit Raya. kehadiran KM Bukit Raya sudah sangat familir untuk masyarakat Tanjungpinang.
“Kami berharap periode Nataru berjalan lancar tanpa kendala apa pun. Namun, kami tetap harus mengantisipasi perubahan masyarakat dalam melakukan perjalanan setelah hampir tiga tahun pandemi. Antisipasi yang kami lakukan dengan melakukan protokol keamanan dan kesehatan yang lebih matang di lapangan. Semoga target penumpang tercapai dan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, selamat, dan sehat,” tutup Yahya.
Sementara itu, penumpang kapal PELNI di Tanjungpinang naik jadi 5.311 orang target peningkatan penumpang pada periode Nataru juga dilakukan PELNI Cabang Tanjungpinang. Diperkirakan, penumpang naik hingga 5.311 orang pada periode Nataru kali ini.
“Jumlah ini tumbuh tinggi jika dibandingkan periode Nataru yang sama pada tahun lalu. Kami berharap upaya yang kami lakukan untuk meningkatkan penumpang dapat tercermin dari realisasi penumpang ketika periode Nataru berakhir,” jelas Kepala Cabang PELNI Tanjungpinang, I.B.A Putra Kencana.
(*)


