SEKOLAH Rakyat (SR) di Tanjungpinang, mengisi bulan Ramadhan dengan serangkaian aktivitas keagamaan dan pembelajaran intrakurikuler. SR tersebut memiliki 62 siswa dari jenjang SD hingga SMA dan berada di bawah program pendampingan Kementerian Sosial.
Kepala Sekolah SR Tanjungpinang, Reni Putri Rahmadani, menjelaskan bahwa para siswa sudah kembali dari asrama dua hari yang lalu dan mulai bersekolah seperti biasa sejak 23 Februari 2026. Pada dua pekan pertama, fokus kegiatan adalah pembelajaran intrakurikuler sesuai edaran Kementerian Sosial.
“Untuk dua minggu ke depan, anak-anak tetap menjalankan proses belajar seperti biasa dulu,” sebut Reni pada Selasa, 24 Februari 2025.
Reni juga menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan Ramadhan di SR dimulai sejak dini hari dengan salat tahajud sebelum sahur. Setelah subuh, para siswa mengikuti kultum secara bergantian, kemudian melaksanakan salat dhuha sebelum pelajaran dimulai pukul 08.00–12.00 WIB.
“Anak-anak juga diajak untuk bangun lebih pagi dan melaksanakan ibadah salat tahajud pukul 03.30, dilanjutkan sahur bersama,” katanya.
Sore harinya, para siswa mengikuti program asrama seperti hafalan ayat pendek, latihan azan, penyempurnaan wudhu, serta latihan kaligrafi. Kegiatan ini menjadi persiapan menuju pesantren Ramadan yang akan digelar 9–13 Maret 2026.
“Kami juga melatih mereka untuk cabang lomba dan kultum sebagai bagian dari pesantren kilat Ramadan nantinya,” imbuhnya.
Menjelang waktu berbuka, para siswa kembali mengikuti kultum sebelum salat Maghrib berjamaah dan makan bersama. Setelah Isya dan Tarawih, kegiatan diisi dengan ceramah agama serta makan malam tambahan sebagai bagian fasilitas asrama.
“Kami berharap Ramadan ini menjadi momentum pembentukan karakter dan penguatan nilai keagamaan bagi murid-murid sekolah rakyat,” pungkasnya.
(nes)


