PERTUMBUHAN ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada triwulan I tahun 2023 mencapai 6,51 persen. Pertumbuhan ini seiring dengan percepatan ekonomi pasca darurat Covid dihentikan oleh Word Health Organitation (WHO).
Asisten Administrasi Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kepri Luki Zaiman Prawira mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri pun optimistis perekonomian Kepri pada tahun ini tumbuh sekitar enam persen.
“Melihat progres perekonomian Kepri triwulan I 2023, kami cukup optimistis hingga akhir tahun mampu mencapai angka 6 persen,” kata Luki, dikutip dari Antara, Senin (19/6/2023).
Menurut Luki berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Kepri triwulan I 2023 tumbuh sebesar 6,51 persen. Bahkan menjadi yang tertinggi di Pulau Sumatera, serta masuk lima besar tertinggi secara nasional.
Ia berharap momentum pertumbuhan ekonomi tersebut dapat terus dijaga sampai triwulan IV 2023 seiring meredanya pandemi Covid-19, sehingga mendorong meningkatnya mobilitas masyarakat dan dunia usaha.
Dia juga menyampaikan ada beberapa upaya Pemprov Kepri mendongkrak perekonomian tahun ini, antara lain mendorong percepatan investasi dengan memberikan pelayanan yang mudah, aman, dan nyaman guna meningkatkan kepercayaan investor menanamkan modalnya di daerah tersebut.
Luki mengutarakan tahun ini nilai investasi yang akan masuk ke Kepri diproyeksi sekitar Rp 20 triliun. Di antaranya terkait rencana investasi pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) skala besar di Kota Batam. Kemudian, investasi industri Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Kabupaten Bintan.
“Investasi Rp 20 triliun ini diprediksi akan merekrut puluhan ribu tenaga kerja,” ujar Luki.
Selain itu, kata Luki lagi, Pemprov Kepri bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) gencar bersinergi mengendalikan angka inflasi dengan menjaga pasokan dan harga kebutuhan pokok tetap stabil.
Pemprov Kepri bersama pemerintah kabupaten/kota pun meningkatkan kerja sama dalam hal menggali potensi ekonomi di masing-masing wilayah.
“Pak Gubernur Ansar Ahmad, per tiga bulan rutin menggelar rapat koordinasi bersama bupati/wali kota, salah satu tujuannya membahas peluang ekonomi,” ujar Luki.
Sementara, BPS mencatat perekonomian Kepri triwulan I tahun 2023 sebesar 6,51 persen atau tumbuh lebih cepat dibanding triwulan I-2022 (y-on-y) yang tumbuh sebesar 2,83 persen.
Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi pada triwulan ini didorong oleh kategori industri pengolahan yang memiliki andil pertumbuhan sebesar 3,28 persen dan kategori konstruksi memberikan andil pertumbuhan sebesar 1,36 persen, serta penyediaan makan minum memberikan andil sebesar 1,16 persen.
Sedangkan dari sisi pengeluaran, komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) mempunyai andil pertumbuhan sebesar 3,05 persen dan komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (PK-RT) dengan andil sebesar 2,22 persen.
Struktur ekonomi Kepri pada triwulan I-2023, masih didominasi industri pengolahan (42,41 persen), konstruksi (19,15 persen), dan pertambangan dan penggalian (10,38 persen).
(*/pir)


