PERTUMBUHAN ekonomi Kepri diprediksi akan semakin membaik kedepannya. Sebabnya karena pemulihan ekonomi global terus berlanjut, khususnya di negeri jiran, Singapura.
“Pemulihan didorong oleh peningkatan realisasi investasi swasta untuk meningkatkan kapasitas produksi (impor barang modal) dan terjaganya konsumsi rumah tangga sejalan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat,” kata Kepala BI Perwakilan Kepri, Musni Hardi, Selasa (22/6).
Berdasarkan data BI, konsumsi rumah tangga meningkat dari -1,07 persen di triwulan IV 2020 menjadi -0,66 persen di triwulan I 2021. Sedangkan investasi meningkat dari -9,72 persen di triwulan IV 2020 menjadi 0,09 persen di triwulan I 2021.
“Sejalan dengan investasi dan permintaan ekspor yang meningkat, industri pengolahan dan konstruksi mengalami perbaikan yang cukup signifikan,” tutur Musni.
Di sektor industri pengolahan, peningkatan ekspor dan suplai bahan baku sangat membantu kestabilan sektor ini. Industri pengolahan tumbuh dari 6,50 persen di triwulan IV 2020 menjadi 7,33 persen di triwulan 1 2021.
“Ini terjadi karena peningkatan indeks produksi industri Singapura,” tuturnya.
Menurut Musni, hal tersebut juga bisa dilihat dari kenaikan ekspor. Musni mengungkapkan bahwa ekspor Kepri mengalami tren kenaikan dan tertinggi dalam lima tahun terakhir, khususnya produk elektronik.
“Total ekspor sampai Mei 2021 mencapai USD 6,33 miliar. Kontribusi produk non migas sebesar USD 5,12 miliar. 33 persen diantaranya disumbangkan mesin produk elektronik,” paparnya.
*(rky/GoWest)


