DALAM upaya memperkuat konektivitas antarwilayah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) membangun dermaga apung atau ponton HDPE di Pelabuhan Tarempa Kabupaten Anambas dan Pelabuhan Pantai Indah di Kijang Kabupaten Bintan, Kepri.
Pembangunan ponton HDPE tersebut diharapkan dapat mendukung Kabupaten Anambas sebagai daerah pariwisata, dan memudahkan aksesibilitas masyarakat di sekitar Pulau Bintan.
“Dua ponton ini sangat dinantikan masyarakat untuk kemudahan akses transportasi, kami pastikan apa yang dibangun ini dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” kata Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, di Tanjungpinang, Selasa (10/10/2023).
Menurut Ansar infrastruktur pelabuhan sangat dibutuhkan sebagai urat nadi untuk mempercepat pertumbuhan titik-titik ekonomi baru di wilayah Kepri. Mengingat geografis Kepri sebagai daerah kepulauan dengan luas lautan mencapai 96 persen.
Ansar memgatakan, ponton HDPE yang dibangun di tahun 2023 itu ditargetkan selesai pada Oktober mendatang untuk Pelabuhan Tarempa dan bulan November untuk Pelabuhan Pantai Indah Kijang.
“Anggaran yang dikucurkan Pemprov Kepri untuk ponton HDPE di Pelabuhan Tarempa adalah sebesar Rp 2,2 miliar. Sementara untuk ponton HDPE di Pelabuhan Pantai Indah anggarannya berjumlah Rp2,2 miliar,” kata Ansar.
Adapun proses lelang pembangunan kedua ponton itu sudah selesai dan material ponton HDPE untuk Pelabuhan Tarempa sedang dalam perjalanan menuju ke daerah tersebut.
Sementara material ponton HDPE untuk Pelabuhan Pantai Indah Kijang sedang proses pengiriman dari pabrik menuju Pelabuhan Sunda Kelapa lalu lanjut dikirim Bintan.
Ansar menyampaikanpada tahun 2022 Pemprov Kepri juga sudah membangun tiga ponton HDPE, yaitu di Pelabuhan Bandara Tambelan, Sedanau Kabupaten Natuna, dan Pelabuhan Tanjung Buton Daik Kabupaten Lingga dengan total anggaran mencapai Rp 6,5 miliar.
Seluruh pembangunan ponton HDPE tersebut dilakukan untuk mengatasi konektivitas wilayah yang menjadi tantangan terbesar Pemprov Kepri dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, Pemprov Kepri juga konsisten terus memperjuangkan agar pemerintah pusat membantu sektor transportasi di daerah itu. Hasilnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan KMP Bahtera Nusantara 03 untuk melayani rute Tanjung Uban-Tambelan-Sintete. Kemenhub juga mengalokasikan biaya subsidi sebesar Rp11,57 miliar untuk pengoperasian KMP Bahtera Nusantara 03.
“Kunci mengatasi luasnya wilayah di Kepri itu ada di infrastruktur transportasi dan armadanya. Kami selalu upayakan agar dua hal tersebut benar-benar dapat direalisasikan,” Ansar menambahkan.
(ade)


