Hubungi kami di

Khas

Pertalite Menjulang, Premium Menghilang

Mike Wibisono

Terbit

|

Pertalite : ist

PERSEDIAAN Premium langka sejak lama. Alternatifnya, warga mengisi bahan bakar kendaraan mereka dengan pertalite. Tapi, harga pertalite terus membumbung naik sejak awal tahun ini.

Kelangkaan premium tidak hanya dirasakan di daerah seperti Batam.

Di ibukota, seperti kawasan Kemang, Jakarta Selatan, dua SPBU di kawasan ini terpantau tidak lagi menjajakan Premium.

Keduanya, saat ini terlihat hanya menjual Pertalite hingga bahan bakar dari keluarga Pertamax.

Seorang tenaga penjual mengaku tidak mengetahui pasti mengapa tempatnya kini sudah tidak lagi menjual Premium. Menurut dia, sudah sangat lama SPBUnya tak lagi menjual Premium.

“Aduh kayanya sudah ada dua tahun tidak menjual Premium. Tapi saya tidak tahu juga kenapa ya,” kata dia saat ditemui di Jakarta, Minggu (25/3).

Mulai Sabtu (24/6), Pertamina kembali menaikan harga Pertalite menjadi Rp7.800 atau naik sebesar Rp200 di Jakarta.

Sementara wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa, Bali, NTB, dan NTT, harganya menjadi Rp 8000 per liter dari Sebelumnya Rp 7800 per liter.

Harga pertalite untuk setiap daerah di Indonesia berbeda. Seperti untuk Riau, Kepri dan Batam harga pertalite per liternya naik menjadi Rp 8150 dari Rp 8000. Sumatera barat dan sumatera utara dari harga Rp 7600 naik menjadi Rp 7800.

Premium yang memiliki harga lebih murah, yaitu Rp6.550 justru sulit diperoleh.

BACA JUGA :  'Saat Menanam Pohon Lebih Banyak Bawa Mudarat daripada Manfaat'

Padahal, dengan selisih harga keduanya, tentunya bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah masih banyak yang membutuhkan Premium.

Ade, salah satu pengendara sepeda motor di Batam mengaku kaget dengan harga kenaikan pertalite ini.

“Naik lagi” keluhnya Enal.

Menurut Ade, kenaikan harga itu cukup memberatkan, walau hanya Rp 150 ribu perliternya. Sebab sejak awal tahun Pertamina sudah menaikan harga pertalite hingga tiga kali. Dimana kenaikan harga pertama pada bulan Januari dari Rp 7800 perliter menjadi Rp 7900. Kemudian pada pertengahan Februari naik lagi Rp 7900 menjadi Rp 8000

Keterangan Pertamina

VICE President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito menuturkan, kenaikan harga pertalite dipicu harga minyak dunia yang saat ini telah berada di atas US$ 60 per barrel.

Konsumen saat ini dihadirkan pilihan bahan bakar yang makin beragam.

Tidak sedikit pengguna BBM Pertamina yang masih bingung perbedaan antara Premium, Pertalite dan Pertamax.

Salah satu perbedaaannya adalah dari nilai oktan atau research octane number (RON) yang menunjukkan kekuatan tekanan atau kompresi BBM terhadap mesin.

Semakin tinggi kadar oktan sebuah jenis BBM, efeknya terhadap kinerja mesin semakin baik.

Ketiga varian tersebut punya beda oktan yang tipis. Premium memiliki oktan 88 dan Pertalite memiliki RON 90.

 

(*)

 

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook