Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Bintan Usulkan Perluasan Free Trade Zone ke Seluruh Wilayah
    23 jam lalu
    Untuk Kurangi Kemacetan, Jalan Tengku Sulung Segera Dilebarkan
    24 jam lalu
    BP Batam Perkuat Komunikasi dengan Pelaku Usaha Terkait PTSP dan OSS
    24 jam lalu
    Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan 100 Ribu Benih Lobster ke Luar Negeri
    1 hari lalu
    Belasan Ribu Hewan Kurban Telah Diperiksa Kesehatannya oleh DKPP Batam
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Bawa Inter Milan Raih Double Winner, Cristian Chivu Perpanjang Kontrak dan Naik Gaji
    14 jam lalu
    Tour de Bintan 2026: Kembali Digelar dengan Identitas Baru dan Kategori UCI 1.2 Point Race
    24 jam lalu
    Arsenal Juara Liga Inggris 2025/2026
    3 hari lalu
    Empat Siswa MAN Karimun Lolos Seleksi Dayung Porprov 2026
    3 hari lalu
    100 Siswa Ikut Lomba Bertutur di Tanjungpinang
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pulau Kasu, Batam
    5 hari lalu
    Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
    2 minggu lalu
    Data Kemiskinan di Batam Terbaru
    3 minggu lalu
    Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
    3 minggu lalu
    Pulau Pecong, Batam
    4 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    3 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    10 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Pilihan gowest.id

Mengapa Tulisan Tangan Dokter Mirip Cakar Ayam?

Editor Admin 8 tahun lalu 6k disimak

SEPERTINYA anggapan ini sudah menjadi pembenaran di masyarakat. Tulisan tangan dokter sulit untuk dibaca.

Sampai-sampai ada guyonan, jika tulisan tangannya jelek, berarti punya bakat jadi seorang dokter.

Ditambah lagi yang sedang viral baru-baru ini. Tulisan dokter yang sulit dibaca lagi, mendadak viral di dunia maya.

Foto yang diunggah akun twitter @juriglagu itu memperlihatkan kertas keterangan diagnosis penyakit berisi tulisan–lebih mirip corat-coret–serupa huruf “m” sambung.

Warganet yang penasaran akan maksud tulisan itu pun berspekulasi, ada pula yang berkelakar. Salah satu menulis,

“Diagnosis sementara, cacingan mungkin,”sedangkan yang lain berkomentar, “M=mencret, tulisan mirip cacing jadi mencret karena cacing.”

Ya, tulisan dokter memang susah ditebak.

Antara rumit dan jelek, mirip cakar ayam. Mengundang pertanyaan apakah memang keharusan seorang dokter memiliki tulisan jelek?

 

Dilansir dari detikHealth, Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan, tulisan dokter sebetulnya tak melulu jelek.

“Nggak ada istilahnya identik dengan tulisan jelek. Handwriting itu kan macem-macem ya. Kalau mahasiswa saya tulisannya bagus ya bagus, kalau awalnya jelek ya jelek,” ujar dr Ari.

Ruth Bracato, MD, dokter perawatan primer dari Mercy Medical Centre bahkan menyatakan bahwa tulisannya sewaktu kanak-kanak sangatlah bagus. Ia pernah memenangkan penghargaan tulisan tangan (penmanship) di sekolah dasar, hingga akhirnya tak terbaca seperti sekarang.

“Saya tahu orang lain kesulitan menguraikan catatan saya,” kata Dr. Brocato pada Reader’s Digest, sembari menambahkan bahwa dia biasanya bisa membaca tulisannya sendiri.

Jadi apa yang membuat tulisan dokter mirip cakar ayam?

Forbes mengutip penjelasan direktur medis Gary Larson dalam situs tanya jawab Quora. Menurut Larson, seiring proses mencatat yang padat ketika kuliah kedokteran, tulisan tangan seorang dokter terus memburuk dari waktu ke waktu. Bisa dibilang, kebiasaan menulis jelek tak bisa “tidak dipelajari”.

Akan tetapi, ia menganggap penjelasan tradisional soal kebiasaan itu tak lagi relevan dengan masa kini. Larson bilang, dia berkuliah pada tahun 70-an. Sementara sekarang sudah memasuki era digital, di mana mahasiswa lebih banyak menggunakan perangkat ketimbang mencatat di buku.

Alasan yang lebih masuk akal, kata Dr. Brocato, adalah karena jam praktik yang panjang ditambah banyak tulisan berarti tangan akan terlalu lelah. “Jika Anda menulis secara harfiah selama 10 hingga 12 jam sehari dan Anda menulis dengan tangan, tangan Anda tak akan mampu melakukannya.”

Alhasil, tulisan mirip cakar ayam dianggap lebih mudah dan ringkas.

Ilustrasi tulisan tangan dokter : ist.

Selain itu, faktor serba cepat dan keterbatasan waktu juga berpengaruh.

Dokter nyaris tak punya waktu rehat untuk meregangkan tangan, pun memperlambat tulisan agar tampak bagus. Sebab, waktu ideal konsultasi dokter adalah 20 menit per pasien.

Karenanya, mengingat waktu terbatas dan pasien lain menunggu, daripada berlama-lama menyempurnakan tulisan, dokter akan memanfaatkan momen untuk mendapatkan sekaligus memberi informasi ketika konsultasi.

Lagipula, coba bayangkan. Apa jadinya jika dokter perlu menulis jelas nama pasien yang panjang atau istilah teknis kedokteran yang sulit macam “epididimitis”. Karena itu, banyak tulisan dokter yang disingkat sehingga sulit dibaca

Misal, yang ditulis asal tapi diketahui maksudnya seperti Dolo Scanneuron menjadi Dolo. S. Chlorpromazin disingkat C.P.Z., dan Depo Provera ditulis Depo Profera. Pun menggunakan bahasa latin seperti QD yang berarti “satu hari”.

Lantas, bagaimana jika tulisan jelek membuat resep jadi tak terbaca atau salah dipahami?

“Kalau sekarang sih udah era elektronik. Hal-hal seperti itu udah jarang, medical report sudah computerized,” ujar dr Ari.

Memang, di zaman sekarang kemungkinan salah resep cukup jarang. Dokter masa kini dan pihak-pihak berkepentingan dibekali rekam medis elektronik untuk memperkecil peluang kesalahan.

Salah satu alasannya, Laporan tahun 2006pernah menemukan bahwa lebih dari 7.000 orang meninggal tiap tahun akibat kesalahan medis yang disebabkan oleh tulisan tangan yang tidak terbaca.

Kendati begitu, mengetik bukan berarti sempurna dari kesalahan.Terlebih lagi prosesnya bisa lebih lambat dari menulis resep dan tak memungkinkan dilakukan jika pasien banyak.

Sebagai antisipasi, mengingat kesalahan membaca yang kecil bisa berkonsekuensi besar, Dr. Brocato mengatakan bahwa para dokter sangat berhati-hati dalam membuat resep. Misalnya, alih-alih menulis “mg” atau “mcg,” ia akan menulis “miligram” atau “mikrogram”.

Lagipula, kata dr Ari, apa yang tertulis di kertas resep semata-mata hanya digunakan sebagai alat komunikasi antardokter, perawat, dan apoteker. Para pelaku medis tersebut sudah terbiasa, dan lewat informasi seperti spesialis dokter dan usia pasien, mereka bisa mengenali obat dan diagnosis yang tertulis.

Untuk itu, lanjutnya, jika salah satu pihak merasa tidak jelas, maka ia harus segera menghubungi dokter terkait agar tidak terjadi kesalahpahaman. Ini pun berlaku bagi pasien.

Dr Ari bilang, pasien perlu lebih aktif dan cerdas untuk mengetahui obat apa yang diresepkan. Dan ia mengaku lebih suka menjelaskan pada pasien terkait hal itu.

 

(*)

 

 

Kaitan cakar ayam, Resep dokter, top, tulisan dokter
Admin 26 Maret 2018 26 Maret 2018
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Pertalite Menjulang, Premium Menghilang
Artikel Selanjutnya Mereka Tidak Saling Kenal, Tapi Membuat Kombinasi Harmonisa yang Luar Biasa

APA YANG BARU?

Bawa Inter Milan Raih Double Winner, Cristian Chivu Perpanjang Kontrak dan Naik Gaji
Sports 14 jam lalu 201 disimak
Bintan Usulkan Perluasan Free Trade Zone ke Seluruh Wilayah
Artikel 23 jam lalu 254 disimak
Tour de Bintan 2026: Kembali Digelar dengan Identitas Baru dan Kategori UCI 1.2 Point Race
Sports 24 jam lalu 223 disimak
Untuk Kurangi Kemacetan, Jalan Tengku Sulung Segera Dilebarkan
Artikel 24 jam lalu 236 disimak
BP Batam Perkuat Komunikasi dengan Pelaku Usaha Terkait PTSP dan OSS
Artikel 24 jam lalu 253 disimak

POPULER PEKAN INI

“Dari Karas Besar ke Sungai Dai, Menyinggahi Sarang Perompak Laut”
Histori 5 hari lalu 738 disimak
Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang Mirip Museum
Catatan Netizen 5 hari lalu 651 disimak
Kepri Butuh 1.500 Guru Baru, Perekrutan Masih Dikaji Jelang Tahun Ajaran 2026
Pendidikan 5 hari lalu 635 disimak
BPBD Tanjungpinang Imbau Warga Waspada Cuaca Hujan dan Kemunculan Buaya di Pesisir
Artikel 5 hari lalu 615 disimak
Polisi Gencarkan Patroli Malam di Coastal Area
Artikel 5 hari lalu 591 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?