Hubungi kami di

Ini Batam

PHRI Batam Usulkan Pelaku Bisnis Hanya Karantina Tiga Hari Saja

Terbit

|

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Batam, Muhammad Mansur. Foto: @Dok.

DUNIA perhotelan di Batam terus memantau jalannya kebijakan lintas batas antara Singapura dan Indonesia.

Bagi Batam, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal Singapura sangat penting, karena bukan hanya kontributor terbesar, tapi juga banyak wisman negara lain yang lewat Singapura sebelum pergi ke Batam.

“Kami akan terus mengikuti berita mengenai perkembangan kebijakan lintas negara tersebut, apalagi momen saat ini sudah mendekat Natal dan Tahun Baru (Nataru),” ungkap Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Batam, Muhammad Mansur, Senin (15/11).

Hal yang patut dipikirkan yakni bagaimana perlakuan terhadap pelancong dari negeri jiran tersebut.

“Untuk warga Singapura ke Indonesia ini yang belum pasti. Mereka ke Batam nanti, karantina di hotel selama tujuh hari dan tidak boleh kemana-mana selama di Batam,” katanya lagi.

BACA JUGA :  Menggugat Youtuber

Biaya yang timbul akan semakin tinggi, jika hanya menghabiskan waktu hanya di hotel saja, sehingga menimbulkan keengganan warga negeri jiran untuk menyeberang.

“Sehingga kami sekarang fokus kepada WNA yang mau travel bisnis saja. Kalau pelaku bisnis, maka karantinanya kami usulkan selama tiga hari saja. Setelah itu, maka perjalanannya hanya dari hotel yang disediakan perusahaan ke tempatnya bekerja,” ungkapnya.

Sebelumnya, Singapura menetapkan Indonesia termasuk dalam kategori kedua untuk status negara yang melakukan perjalanan ke negeri singa tersebut, mulai 11 November lalu.

Berdasarkan rilis yang diterima dari Kedutaan Besar Singapura di Jakarta, negeri jiran tersebut memperbaharui langkah-langkah perbatasan untuk Warga Singapura, penduduk permanen dan pemegang pass jangka panjang.

BACA JUGA :  Asrama Haji Siap Disewakan Lagi, BP Batam Pastikan Ruangan Steril dan Aman

Bagi Warga Singapura, penduduk permanen atau pemegang pass jangka panjang, dengan riwayat perjalanan 14 hari di Indonesia, ketika melakukan perjalanan ke Singapura, ada sejumlah persyaratan yang harus dipatuhi.

Pertama, harus melakukan tes rapid antigen atau PCR test sebelum keberangkatan ke Singapura. Hasil rapid tes harus dikelola secara profesional oleh, dan menyertakan hasil tes dalam Bahasa Inggris dan menyatakan tanggal tes, nama pengunjung, dan tanggal lahir serta nomor paspor.

Kemudian menjalani karantina selama 7 hari di hotel atau penginapan. Bagi wisatawan yang memiliki anggota keluarga yang rentan Covid-19, dingatkan mengisolasi di kamarnya dan meminimalkan kontak dengan anggota rumah tangga yang rentan tersebut.

Dan terakhir setelah 7 hari karantina, maka harus melakukan tes PCR.

*(rky/GoWestId)

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid