BADAN Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Batam kembali menorehkan prestasi dengan dinyatakan lolos sebagai penerima Bantuan Pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2025 dari Kementerian Pendidikan Tinggi Sain dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI.
Program ini mengangkat judul “Perancangan Sistem Pengolahan Sampah Terintegrasi Berbasis Energi Surya untuk Meningkatkan Ekonomi Sirkular dan Keberlanjutan Pulau Seraya.”
Program yang digagas berfokus pada isu lingkungan pesisir, khususnya pengolahan sampah plastik menjadi paving block, sekaligus pemberdayaan masyarakat Pulau Seraya yang hingga kini masih mengalami keterbatasan sarana pengelolaan sampah.
Ketua Tim Program, Absar Rakha Zarfan, dalam rilis yang disampaikan ke redaksi Gowest Indonesia menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan yang diraih BEM Polibatam ini.
Menurutnya, presatsi tersebut merupakan amanah untuk membawa teknologi tepat guna dan bermanfaat untuk masayarakat pesisir di Kota Batam.
“Ini bukan hanya keberhasilan tim, tetapi amanah untuk membawa teknologi tepat
guna ke masyarakat pesisir yang benar-benar membutuhkan,” jelas Absar.
Salah seorang Dosen pendamping dari Politeknik Negeri Batam, Ir. Kamarudin, S.T., M.T., IPM, menyampaikan, bahwa program yang digaga ini selaras dengan roadmap pengabdian Polibatam terkait energi baru terbarukan dan ekonomi sirkular.
Sosialisasi Program
Sebagai wujud implementasi dari Program Pengolahan Sampah Berbasis Energi Surya di Pulau Seraya, selanjutnya BEM Polibatam menggelar Sosialisasi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) 2025, yang digelar di Aula Kelurahan Batu Legong, Kecamatan Bulang, pada tanggal 12 sd 13 Agustus 2025.
Kegiatan ini memperkenalkan program “Perancangan Sistem Pengolahan Sampah Terintegrasi Berbasis Energi Surya untuk Meningkatkan Ekonomi Sirkular dan Keberlanjutan Pulau Seraya.”
Acara sosialisasi ini turut dihadiri Camat Bulang, Lurah Batu Legong, dosen pendamping, Tim BEM Polibatam, perangkat kelurahan & masyarakat pulau Seraya.
Menurut Ketua Tim Program, Absar Rakha, sosialisasi bertujuan menjalin sinergi antara Polibatam yang terdiri dari 4 jurusan dan pemerintah daerah, serta memberikan pemahaman awal mengenai pengolahan sampah plastik menjadi paving block berbasis energi surya.
“Program ini kami desain agar bukan hanya menyelesaikan permasalahan sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.” jelasnya.
Serahkan Alat Pengolahan Sampah Berbasis Energi Surya
Usai pelaksanaan sosialisasi, selanjutnya Tim PPK Ormawa BEM Polibatam mulai melakukan proses pembuatan alat pengolahan sampah. Dibutuhkan waktu 3 bulan mulai dari bulan Agustus sd Oktober untuk pembuatan mesin, yang semunya dikerjakan di Polibatam.
Selesai pengerjaan pembuatan mesin, selanjutnya alat tersebut secara resmi diserahkan kepada masyarakat Pulau Seraya yang diwakili oleh lurah Batu Legong dengan prosesi penyerahan dokumen Berita Acara Serah Terima.
Serah terima ini menjadi tahap penting sebelum masuk ke proses uji coba dan pendampingan operasional mesin.
Lurah Batu Legong, Rustam, menyambut baik program dari BEM Polibatam ini. Dalam sambutanya ia menyatakan, inovasi yang diberikan mahasiswa Polibatam memberikan harapan baru kepada warganya dalam mengatasi permasalahan sampah.
“Inovasi ini menjadi harapan baru masyarakat untuk mengatasi sampah sekaligus menciptakan peluang usaha.” ungkap Rustam dalam sambutanya.
Adapun alat hasil karya BEM Polibatam ini dirancang untuk mencacah sampah plastik dan mengolahnya menjadi material paving block, serta memberikan solusi energi bersih melalui panel surya.
Usai kegiatan serahterima alat, tim PPK Ormawa BEM Polibatam menerima visitasi resmi dari pihak Politeknik Negeri Batam sebagai bagian dari PKP Internal, pada 6 Oktober 2025.
Kegiatan visitasi ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat mahasiswa Polibatam ini berjalan dengan baik sesuai dengan perencanaan.
Tim visitasi melakukan peninjauan langsung ke lokasi instalasi alat, lokasi pelatihan & sosialisasi, serta lokasi pengelolaan sampah masyarakat.
Dalam visitasi ini tim juga melakukan Evaluasi progres program, Verifikasi capaian indikator dan wawancara langsung dengan masyarakat dan pemerintahan setempat.
(zah)


