RENCANA pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) hingga saat ini belum menunjukkan kepastian. Proyek yang dianggap strategis itu, yang telah digagas sejak bertahun-tahun lalu, masih belum memiliki jadwal pelaksanaan yang jelas.
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mengungkapkan ketidakpastian mengenai perkembangan proyek jembatan sepanjang 14,74 kilometer tersebut.
“Progresnya masih berjalan. Nanti harus ada lelang terlebih dahulu,” sebutnya seperti dilansir dari Batampos.
Ia juga menambahkan bahwa beberapa investor asing, termasuk China Road and Bridge Construction (CRBC), telah menyatakan minat untuk terlibat dalam pembangunan Jembatan Babin. Namun, Ansar menegaskan bahwa belum ada kepastian apakah proyek ini akan melibatkan perusahaan-perusahaan tersebut.
“Belum tahu juga, kan nanti kita akan lelang dulu,” ujarnya.
CRBC dikenal memiliki pengalaman dalam proyek infrastruktur besar di Indonesia, termasuk pembangunan Jembatan Suramadu.
Sebelumnya, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kepulauan Riau menyatakan bahwa Jembatan Batam-Bintan telah dinyatakan layak untuk dibangun. Hal ini berdasarkan survei kedalaman perairan di lokasi pembangunan yang direncanakan akan selesai pada akhir 2024.
Survei tersebut mengalami kendala karena keberadaan kabel listrik PLN dan kabel optik internet di dasar laut. Keberadaan kabel tersebut mengharuskan BPJN untuk meminta izin dari pemerintah pusat. Setelah izin keluar, survei yang menghabiskan biaya sekitar Rp68 miliar itu dapat diselesaikan.
Kini, masyarakat masih menunggu kepastian mengenai realisasi proyek Jembatan Batam-Bintan yang diharapkan menjadi ikon infrastruktur baru di Kepulauan Riau.
(nes)


