Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Curi AC di Bintan Demi Foya-Foya, 4 Pria Batam Diciduk Polisi
    10 jam lalu
    Lebih Mudah dan Murah, Trans Batam Resmi Layani Tujuan Bandara Hang Nadim
    19 jam lalu
    Awal Pekan, Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian Batam Turun
    1 hari lalu
    KSOP Batam Bantah Isu Tongkang Granit Terbalik karena Ditolak Singapura
    1 hari lalu
    Sensus Ekonomi 2026: BPS Batam Terjunkan 800 Petugas, Sisir 400 Ribu Keluarga dan Pelaku Usaha
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Jawab Lonjakan Minat Vokasi 62%, Pemprov Kepri Bangun 2 SMKN Baru di Batam
    15 jam lalu
    Jerman dan Belanda Bernasib Sama, Tersingkir Lewat Adu Penalti
    16 jam lalu
    Lumpuhkan Samurai Jepang, Brasil Lolos ke Babak 16 Besar
    21 jam lalu
    Krisis Anggaran dan Infrastruktur, Kepri Mundur Jadi Tuan Rumah Porwil Sumatera 2027
    1 hari lalu
    Jadwal Lengkap 32 Besar Piala Dunia 2026, Banyak Partai Bigmatch
    2 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Nvidia Bikin AI Factory Pertama di Indonesia, Lokasinya Batam
    11 jam lalu
    Mei 2026: Inflasi Sektor Informasi dan Komunikasi Karimun di Angka 0,1 Persen
    1 hari lalu
    Kancil/ Pelanduk (Tragulidae) di Kepulauan Riau
    3 hari lalu
    Data Volume Sampah di Kota Batam 2026
    4 hari lalu
    Statistika Harga Makanan dan Rokok Melonjak di Batam
    5 hari lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    1 minggu lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    1 minggu lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 minggu lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Raden Saleh Melawan dengan Lukisan

Editor Admin 4 tahun lalu 775 disimak

DI awal film Mencuri Raden Saleh (2022) seorang mahasiswa seni bernama Piko (Iqbaal Ramadhan), sedang asyik melukis ulang lukisan H. Widajat. Seniman muda itu mencari uang dengan memalsukan lukisan untuk membebaskan ayahnya dari penjara.

Setelah lukisan palsu itu laku ratusan juta rupiah, Piko mendapat tawaran mencuri lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro karya Raden Saleh Sjarif Boestaman (1811–1880) yang dijaga ketat di Istana Negara. Piko menerima tawaran itu dan membentuk tim yang terdiri dari Ucup (hacker), Sarah (atlet bela diri), Gofar (mekanik), Tuktuk (pembalap liar), dan Fella (bandar judi kampus). Masing-masing mengincar uang yang ditawarkan sebagai imbalan dari pencurian tersebut. Film yang skenarionya ditulis dan disutradarai Angga Dwimas Sasongko ini lalu bergulir seru.

Film drama laga ini masuk dalam sepuluh film Indonesia terlaris tahun 2022 dengan meraup lebih dari dua juta penonton.

Lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro karya Raden Saleh yang menjadi target pencurian ternyata memiliki ceritanya sendiri.

Pangeran Diponegoro memimpin perlawanan terhadap pemerintah kolonial Hindia Belanda selama lima tahun (1825–1830). Perang Jawa berakhir setelah Diponegoro ditangkap pada 28 Maret 1830 sehari setelah Lebaran. Penangkapan itu terjadi setelah lebih dari sebulan Belanda dan Diponegoro sepakat untuk rehat dari peperangan yang melelahkan.

“Hanya selepas bulan puasa pembicaraan yang lebih serius dapat dilakukan,” tulis Peter Carey dalam Takdir: Riwayat Pangeran Diponegoro.

Pangeran Diponegoro bersama para panglimanya yang masih muda dan pasukan bertombak masuk kota Magelang yang dikuasai Belanda pada hari ke-12 puasa. Dia bertemu Letnan Jenderal De Kock.

“De Kock dan Diponegoro saling cerita, bertukar lelucon saat bertemu,” tulis Carey. Pada pertemuan itu, De Kock tidak menangkap Pangeran Diponegoro. Barulah pada 28 Maret 1830, ketika Diponegoro datang bertemu De Kock, pasukan militer Belanda di Magelang sudah bersiap.

Di luar ruang pertemuan, Komandan Artileri Letnan Kolonel Aart de Kock van Leeuwen dan Komandan Kavaleri Mayor Johan Jacob Perie mengawasi pasukan Diponegoro. Di dalam ruangan ada Letnan Kolonel Roest, Mayor de Steur, dan penerjemah Kapten J.J. Roeps.

Pangeran Diponegoro telah melakukan apa yang dilakukan beberapa penguasa Jawa sebelumnya. Memberontak dulu lalu diakui menjadi penguasa daerah feodal baru di bekas daerah Mataram. Seperti Pangeran Mangkubumi (Sultan Hamengkubuwono I), pendiri Kesultanan Yogyakarta, atau Raden Mas Said (Pangeran Mangkunegaran I), pendiri Keraton Mangkunegaran. Namun, Diponegoro tak mendapatkan seperti yang didapat Raden Mas Said dan Pangeran Mangkubumi. Dia malah ditangkap dalam pertemuan itu.

Suasana penangkapan itu diabadikan dalam lukisan oleh Nicolaas Pieneman (1809–1860) tahun 1835. Lukisannya berjudul De onderwerping van Diepo Negoro aan luitenant-generaal baron De Kock atau Penyerahan Pangeran Diponegoro kepada Jenderal De Kock. Lukisan ini merupakan hasil penafsiran Pieneman karena dia tidak hadir dalam peristiwa penangkapan Diponegoro.

“Pieneman melukis Diponegoro melalui ekspresi bahasa tubuhnya, bahwa dia menerima penaklukannya. Diponegoro dan para pengikutnya mengekspresikan secara fisik bahwa keputusan Jenderal De Kock baik untuk semua,” tulis Werner Kraus dalam Raden Saleh dan Karyanya.

Orang-orang dalam lukisan Pieneman tidak semua orang Belanda. Nebojsa Djordjevic dalam The Depiction Of A (National) Hero: Pangeran Diponegoro In Paintings From The Nineteenth Century Until Today mencatat keterlibatan pasukan Tulungan dalam penangkapan itu dan mereka ada dalam lukisan. Pasukan Tulungan dari Minahasa, Sulawesi Utara, dalam lukisan itu diwakili oleh Johannis Inkiriwang, Hendrik Werias Supit, Tololiu H.W. Dotulong, dan Benjamin Thomas Sigar.

Makam Benjamin Thomas Sigar yang berasal dari Langowan, Minahasa, pernah dikunjungi Prabowo Subianto ketika masih muda. Dalam postingannya di twitter @prabowo (22/12/2012), Prabowo menyebut “Waktu itu usia saya 17 tahun. Saya ikut melayat ke makam Opa Benyamin Thomas Sigar bersama Alm. Ayah dan Alm. Bunda.”

Dua dekade lebih setelah penangkapan Pangeran Diponegoro, pada 1857 Raden Saleh melukis ulang peristiwa penangkapannya. Saat itu Diponegoro baru dua tahun wafat di Makassar. Seperti Pieneman, Raden Saleh tidak melihat langsung kejadian penangkapan Diponegoro. Dia juga punya tafsirannya sendiri atas peristiwa penangkapan itu.

“Ini adalah lukisan bersejarah yang menawarkan interpretasi ulang atas karya Nicholas Pieneman,” tulis Amir Sidharta, kurator seni, dalam Depicting History Indonesian Modernism in Transition: Selected Masterpieces from the Indonesian National Gallery.

Kraus mencatat, setelah selesai, lukisan itu dikirimkan Raden Saleh kepada Raja Belanda Willem III, yang berkuasa dari 1849 hingga 1890 dan dikenal bukan sosok pecinta seni. Tidak diketahui tentang tafsiran sang raja. Lukisan itu pernah terdampar di rumah sakit militer Bronbeek sebelum dikirim lagi ke Indonesia dan menjadi koleksi penting Indonesia.

Piko menyebut lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro karya Raden Saleh merupakan simbol perlawanan. Tak hanya tergambar jelas perlawanan Diponegoro dan pengikutnya dalam lukisan itu, tapi juga perlawanan Raden Saleh terhadap lukisan Pieneman dan pemikiran feodal Belanda. Jadi, Raden Saleh telah menunjukan bahwa melawan kolonialisme Belanda bisa juga dengan karya dalam hal ini lukisan.

Oleh karena itu, sejarawan Asvi Warman Adam, menilai Raden Saleh sebagai pelopor seni lukis modern Indonesia layak diangkat menjadi Pahlawan Nasional.

Asvi menyebut lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro karya Raden Saleh memberi contoh bagaimana pelukis menjadi bagian dari perjuangan melawan kolonialisme. Dengan lukisan itu, Raden Saleh hendak menentang lukisan karya Pieneman. Melalui lukisan itu pula Raden Saleh memperlihatkan bahwa Diponegoro adalah sosok yang tegar dan dihormati.

(*)

Sumber: historia.id

Kaitan lukisan, Raden Saleh
Admin 17 September 2022 17 September 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Hasil Kualifikasi Piala Asia U-20 2023: Timnas Indonesia Pesta Gol ke Gawang Hong Kong
Artikel Selanjutnya Disbudpar Tanjungpinang Umumkan Pemenang Lomba Semarak Museum Dihatiku, Ini Daftar Pemenangnya!

APA YANG BARU?

Curi AC di Bintan Demi Foya-Foya, 4 Pria Batam Diciduk Polisi
Artikel 10 jam lalu 93 disimak
Nvidia Bikin AI Factory Pertama di Indonesia, Lokasinya Batam
Industri 11 jam lalu 129 disimak
Jawab Lonjakan Minat Vokasi 62%, Pemprov Kepri Bangun 2 SMKN Baru di Batam
Pendidikan 15 jam lalu 118 disimak
Jerman dan Belanda Bernasib Sama, Tersingkir Lewat Adu Penalti
Sports 16 jam lalu 129 disimak
Lebih Mudah dan Murah, Trans Batam Resmi Layani Tujuan Bandara Hang Nadim
Artikel 19 jam lalu 222 disimak

POPULER PEKAN INI

Akomodasi Keluhan Warga, Pemko Batam Alihkan Proyek TPS ke 140 Bin Kontainer
Lingkungan 4 hari lalu 445 disimak
Walikota Batam Enggan Jawab Saat Ditanya Ada Orasi Politik di Pawai MBG Siswa
Artikel 6 hari lalu 439 disimak
Sah! Batam Punya Perda PSU, Pengembang Wajib Sediakan Jalan hingga TPS
Artikel 6 hari lalu 357 disimak
Data Volume Sampah di Kota Batam 2026
Statistik 4 hari lalu 345 disimak
DPR Desak Kemendikdasmen Usut Dugaan Pengerahan Siswa dalam Pawai MBG di Batam
Artikel 6 hari lalu 324 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?