Hubungi kami di

Ini Batam

Rekam Aksi Cabulnya Dengan Anak di Bawah Umur, Ratusan Dokumentasi Kontennya Diunggah di Media Elektronik

Terbit

|

JAJARAN Ditreskrimum Polda Kepri bersama Bareskrim Polri meringkus seorang tersangka kasus persetubuhan anak di bawah umur dan tindak pidana pendistribusian konten video pornografi ke media elektronik.

Tak tanggung-tanggung, konten video yang disebar sebanyak 450 konten.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt didampingi Direskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto mengungkapkan pada tanggal 5 November 2020 telah terjadi tindak pidana pornografi anak dan atau tindak pidana mendistribusikan konten video pornografi ke media elektronik .

Pelaku berinsial RH (38) dan ditangkap di Bapelkes Batam Jalan Marina CIty, Tanjung Uncang, Batu Aji kota Batam, Kamis (19/11) kemarin.

BACA JUGA :  JUMAT BERKAH BERSAMA NASI ID | EDISI 12 MARET 2021

“Kasus pencabulan ini terjadi di Rumah Korban Ruko Marina City Jalan Marina City Tanjung Uncang Batu aji,” ujar Harry.

Tersangka mencabuli korban berinisial E (11) dan M (9) yang merupakan kakak beradik di rumah korban, kemudian difoto dan direkam videonya. Selanjutnya pelaku mengupload dan menyimpan video serta foto tersebut di google drive sebanyak 450 konten.

Adapun barang bukti yang disita berupa 3 Unit HP, 1 unit laptop, 3 buah sim card telkomsel, 2 (dua) buah cincin, 4 buah flashdisk , 1 memory card. Selanjutnya pelaku dibawa Ke Polda Kepri untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut.

“Atas perbuatannya tersangka tindak pidana pornografi anak dan/atau tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan sebagaimana dimaksud diancam dengan Pasal 32 Jo Pasal 6 dan/atau Pasal 29 Jo Pasal 4 ayat (1) dan/atau Pasal 37 Jo Pasal 11 Undang-Undang Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan/atau Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” tutup Harry.

BACA JUGA :  Kecamatan Batu Ampar Jadi Epicentrum Penyebaran Covid-19 di Batam

(*)

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook