PERTANDINGAN cabang olahraga (cabor) Muaythai pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Kepulauan Riau (Kepri) 2022 resmi dimulai, Selasa (8/11/2022) di Community Center, Kawal, Bintan.
Tercatat sebanyak 27 atlet dari empat kabupaten dan kota di Kepri mengikuti cabor ini. Puluhan atlet itu berasal dari Kota Batam, Tanjungpinang, Karimun, dan tuan rumah Kabupaten Bintan.
Atlet-atlet yang bertanding dibagi dalam tujuh kelas berdasarkan berat badan. Selain itu, terdapat pula satu kelas yang diikuti oleh atlet Muaythai perempuan.
Untuk seluruh rangkaian kegiatan pertandingan pada cabor Muaythai Porprov V Kepri ini, dapat disaksikan secara langsung melalui livestreaming disaluran Youtube media Gowest.ID.
Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Indonesia (MI) Kepri, Yudiarta Rustam, mengatakan, gelaran Porprov V Kepri ditargetkan menghasilkan atlet yang dapat berlaga di Sea Games. Selain itu, diharapkan pula para atlet di Kepri juga bersiap dan dapat mengikuti Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) 2023 mendatang.
Menurutnya, dengan kepengurusan baru ini pihaknya sudah satu persepsi dengan pengurus di kabupaten dan kota yang ada di Kepri, agar para atlet bisa berpartisipasi di gelaran tingkat yang lebih tinggi.
“Khusus di Kepri, penekanan tidak hanya pada kualitas para atlet saja. Akan tetapi dari sisi kekeluargaannya juga. Karena di beberapa daerah sering terjadi kesalahpahaman yang berujung pada kericuhan, meski dipicu hal-hal kecil saat bertanding. Itu yang tidak kami inginkan,” katanya.
Dia menjelaskan, sebagai pengurus tingkat provinsi pihaknya selalu menerangkan tata cara berkomunikasi terkait persoalan Muaythai. Sehingga jika ingin protes dilakukan dengan etika dan cara-cara santun. Hal yang diberlakukan tidak hanya bagi pengurus saja, melainkan juga kepada para atlet.
Rustam menyebutkan, setiap pengurus dan atlet juga dibekali dengan sikap serta pembentukan akhlak. “Jadi tidak hanya sekadar bertarung saja. Mental yang baik itukan tidak hanya saat bertarung saja. Tetapi juga sikap dalam menerima setiap keadaan, untuk mengendalikan dirinya. Karena petarung bukan berarti harus gontok-gontokkan atau ribut begitu,” jelasnya.
Rustam berharap, hal itu muncul dan mulai tumbuh dalam tiap kepribadian para pengurus juga atlet,l lewat gelaran Porprov V Kepri 2022 kali ini.
Selain gelaran Porprov V Kepri ini, pihaknya juga berencana menggelar pelatihan ke sekolah-sekolah. Dengan harapan bisa memunculkan bibit baru. Alasannya, Pengprov MI Kepri ingin menyiapkan atlet muda untuk jangka panjang.
“Kalau untuk jangka pendek bisa saja kami memakai atlet dari unsur kepolisian atau TNI. Karena dulu atlet Muaythai dari Brimob Polda Kepri pernah menyabet enam emas. Namun, saat ini sudut pandang dan harapan kami adalah ada atlet muda dari jenjang usia belasan tahun,” kata Rustam.
Sebagai tambahan, Pengprov MI Kepri juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk mengemas Muaythai bisa bergandengan dengan kegiatan pariwisata. Hal sebenarnya sudah dilakukan oleh Thailand dan juga Bali.
Sementara itu, Ketua III Pengurus Besar MI, Opniel Untung, mengatakan, meski gelaran cabor Muaythai berjalan lancar, tetapi harus diakui bahwa terdapat banyak perbedaan atlet dari tiap daerah di Kepri.
Menurutnya, perbedaan itu tampak jelas terlihat dari sisi teknik maupun mental atlet. Hal yang perlu diwaspadai oleh wasit dan hakim.
“Namun, secara umum gelaran ini sudah berjalan sesuai dengan regulasi yang ada. Karena ya tentu saja pengurus daerah tidak bisa menyulap 100 persen gelaran kali ini sempurna. Kami juga memahami kondisi di tiap daerah pasti berbeda. Yang penting esensinya adalah, regulasi berjalan dan keselamatan atlet jadi yang utama,” katanya.
Selain itu, dia menyarankan seluruh pengurus kabupaten dan kota yang ada di Kepri untuk lebih rutin berkoordinasi dengan Pengprov MI Kepri. Sebab, kata dia, Pengprov MI Kepri memiliki pelatih yang punya potensi besar dengan pemahaman tentang pembentukan atlet yang cukup baik.
Sehingga ke depannya para atlet yang ada di tiap daerah bisa menerapkan pola serta program yang dimiliki Pengprov MI Kepri. Tiap daerah pun diharapkan punya kualitas yang sama, atau paling tidak bisa mengimbangi.
Menurutnya, hal yang juga perlu diperhatikan adalah dukungan pemerintah daerah itu sendiri. “Apa guna semangat dengan tekad kuat para pengurus maupun atlet, jika tidak didukung pemerintah ataupun pihak-pihak lainnya,” kata dia.
Untung menerangkan, gelaran seperti Porprov V Kepri ini juga sebenarnya bentuk dukungan kepada para atlet, untuk membentuk karakter, mental, dan teknik. Yang pada akhirnya jika para atlet bertanding dan juara, tentunya akan diperbincangkan oleh daerah lainnya.
“Pada akhirnya kan, kepala daerah juga yang disorot. Kenapa daerah ini bisa sedangkan yang itu tidak. Efeknya ya ke gengsi tiap kepala daerah jadinya. Dengan atlet yang menyabet juara, maka bisa jadi tolok ukur akan kualitas sumber daya manusianya,” kata Untung.
Para atlet Muaythai di Kepri pun disarankannya untuk lebih keras lagi berlatih. Sebab dalam amatannya, masih ada kekurangan dari tiap atlet yang berlaga. Seperti atlet yang kuat secara mental dan teknik, tetapi lemah stamina atau fisiknya. Sehingga diperlukan program yang matang untuk meningkatkan hal-hal tersebut.
“Apalagi untuk menyambut kegiatan yang akan dilaksanakan PB MI akhir tahun ini. Gelaran itu akan menjadi Kejurnas pertama PB MI pengurusan terbaru yang dilaksanakan sebagai persiapan mengikuti Sea Games. Semoga saja atlet Muathai di Kepri termotivasi ikut dalam Kejurnas itu. Kami juga sangat berharap Kepri mengirimkan atlet terbaiknya nanti,” katanya.
(*)


