Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Polisi Tangkap Tersangka Pelaku Jambret di Mangsang, Korban Rugi Rp8,7 Juta
    14 menit lalu
    Tiga Dugaan Korupsi; Kejari Tanjungpinang Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara
    23 jam lalu
    Hubungan Remaja Berujung Bayi, Polsek Bintan Timur Amankan Tersangka
    23 jam lalu
    Harga Emas Antam di Pegadaian Batam Naik, UBS Stagnan pada Minggu (14/6)
    23 jam lalu
    12 Pelaku UMKM di Batam Telah Manfaatkan Dana Bergulir Rp1,335 Miliar hingga Juni 2026
    23 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Polibatam Perkuat Jejaring Internasional Lewat Global Knowledge Sharing 2026
    2 menit lalu
    Pendaftar Membludak, SMK Negeri 1 Batam Kelebihan Kuota Hingga 1.546 Siswa
    9 menit lalu
    Parade Kemilau Nusantara Kepri 2026
    22 jam lalu
    Ada Subsidi Pendidikan bagi Siswa Batam Tidak Tertampung di Sekolah Negeri
    23 jam lalu
    Piala Dunia 2026, Korea Selatan Comeback (2-1) Atas Republik Ceko
    2 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    ANALISIS DATA: Cuaca Batam & Kepri Sepekan ke Depan
    22 jam lalu
    Sultan Sulaiman II Badrul Alamsyah (Sultan Riau Lingga Keempat 1857 – 1883)
    3 hari lalu
    Penduduk Batam Kategori Miskin 3,81 persen, Lingga Tertinggi di Kepri 9 persen
    5 hari lalu
    Data & Infografis Transportasi Bus Trans Batam
    5 hari lalu
    Infografis: Penanganan Insiden Tenggelamnya MV Golden Star 1 di Selat Singapura
    1 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    5 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    11 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Rilis Tarif Baru UWTO Batam ; “Dualisme Pajak” Tanah di Batam

Editor Admin 10 tahun lalu 4.8k disimak
Logo BP Batam

PERATURAN Kepala BP Batam yang menjelaskan detil rinci tarif baru Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) akhirnya keluar. Tarif baru UWTO Batam berlaku mulai rabu (19/10) ini.

Daftar Isi
AwalnyaTarif Baru dengan PERKAKeberatan Pengusaha

Badan Pengusahaan (BP) Batam resmi mengeluarkan tarif baru uang wajib tahunan otorita (UWTO) melalui Peraturan Kepala BP Batam Nomor 19 Tahun 2016.

Sesuai definisinya, UWTO adalah uang sewa yang harus dibayar oleh pemohon alokasi tanah kepada Otorita Batam (kini BP Batam, pen). Dana yang diterima BP Batam, selanjutnya akan digunakan untuk pebangunan infrastruktur dan fasilitas publik.

Awalnya

Penerapan tarif ini hanya ada di Batam. Awalnya, sekitar tahun 1970, perihal pengalokasian lahan, termasuk kewajiban membayar UWTO diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri sebagai Ketua Badan Pertanahan Negara Agraria. Kemudian, landasan hukum itu diperkuat dalam UU KPBPB. Belakangan, penerapan UWTO disesuaikan dengan UU No.44 tahun 2007 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (KPBPB).

Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 46 tahun 2007, Badan yang awalnya bernama Otorita Batam beralih menjadi Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.

Dalam Hak Pengelolaan Tanah sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 46 tahun 2007 disebutkan Hak Pengelolaan atas tanah yang menjadi kewenangan Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam beralih kepada Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.

Berdasarkan jenis peraturan maka Badan Pengusahaan Batam (BP) Batam mendapatkan hak pengelolaan lahan yang tertuang dalam Keputusan Presiden nomor 41 tahun 1973 tentang daerah industri pulau Batam juncto Keputusan Presiden nomor 94 tahun 1998 serta Undang undang FTZ nomor 44 tahun 2007 serta PP nomor 46, 47, dan 48 tahun 2007.

Sesuai kewenangan tersebut maka pihak ketiga sebagai perorangan, investor dan atau badan hukum sebagai penerima hak atas tanah di atas hak pengelolaan untuk taat dan patuh dalam menunaikan kewajiban pembayaran Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO).

Dengan penerapan UWTO ini, warga yang berdomisili di Batam, mendapat dua beban pembayaran lahan yang mereka gunakan. Selain UWTO, warga juga memiliki kewajiban membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), lazimnya yang diterapkan di daerah lain di Indonesia.

Bedanya, PBB dibayar setiap tahun. Sementara UWTO dibayar setiap 20 atau 30 tahun sekali.

Dualisme kutipan ini menimbulkan pro kontra sejak lama. Desakan agar uang wajib tahunan otorita (UWTO) dihapus yang disampaikan beberapa kalangan di Batam belum membuahkan hasil.

Walikota Batam Muhammad Rudi yang juga merupakan anggota Dewan Kawasan (DK) mengaku optimis bahwa Pemukiman di luar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ke depannya akan bebas dari Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO). Namun itu setelah status Free Trade Zone (FTZ) berubah menjadi KEK.

“Itu merupakan komitmen Menteri Agraria dan Tata Ruang saat rapat di Batam, bahwa daerah di luar KEK akan bebas UWTO,” kata Wali Kota di Batam, seperti dikutip Antara beberapa waktu lalu.

Tarif Baru dengan PERKA

Setelah 30 tahun berlaku dan penuh polemik, BP Batam akhirnya menerapkan tarif baru UWTO di Kota Batam. Penerapan tarif baru UWTO oleh BP Batam, dilandasi kebijakan Kementerian Keuangan yang mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK)‎ nomor 148/PMK.05/2016 tentang tarif layanan Badan Layanan Umum Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.

PMK No PMK No. 148 tahun 2016 tentang tarif layanan BLU BP Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam mencantumkan, tarif sewa lahan atau yang selama ini dikenal dengan UWTO (uang wajib tahunan Otorita Batam) untuk pemukiman saja nilainya antara Rp 17.600 hingga Rp 3.416.000. per meter persegi.

Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro dikutip Batam Pos mengklaim, tarif baru tersebut tidak akan memberatkan masyarakat dan pengusaha. Bahkan untuk beberapa sektor, tarifnya justru turun dari sebelumnya.

“Kebijakan tarif baru (UWTO) ini sangat berpihak kepada masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro, Selasa (18/10/2016).

Beberapa sektor yang tarif UWTO-nya turun antara lain tarif perpanjangan untuk sewa lahan perumahan sederhana dan kaveling siap bangun (KSB).

Sementara sektor permukiman dibagi dalam empat jenis. Yakni:

  1. Rumah susun sederhana yang disubsidi pemerintah,
  2. Rumah sederhana dengan luas tanah 72 meter persegi ke bawah,
  3. Rumah kelas menengah ke bawah dengan rentang luas tanah antara 72 meter hingga 200 meter persegi,
  4. Apartemen premium dengan harga jual di atas Rp 750 juta atau dengan luas 70 meter per segi ke atas.

Secara keseluruhan, tarif UWTO baru termurah untuk semua peruntukan di Batam ada di Kelurahan Tanjungpiayu dan Seibeduk. Sedangkan tarif termahal ada di Kelurahan Teluktering, Batamkota.

Untuk perumahan sederhana dengan luas tanah di bawah 72 meter per segi memiliki tarif termurah Rp 41.100 per meter dan tarif termahal Rp 89.800 per meter. Tarif yang sama juga berlaku untuk perumahan kelas menengah ke bawah.

Sedangkan untuk apartemen premium, tarif termurah ada di angka Rp 116.700 per meter dan tarif termurah adalah Rp 290.900 per meter.

Berikutnya penyesuaian tarif UWTO untuk komersil menyejajarkan toko, ruko, mini toserba. Tarif termurah adalah Rp 116.700 per meter dan tarif termahal adalah Rp 333.000 per meter.

Untuk industri, dibagi atas dua yakni industri berteknologi tinggi dengan nilai UWTO termurah ada di angka Rp 95.550 per meter dan termahal adalah Rp 124.300 per meter.

Sedangkan untuk industri berteknologi rendah dikenakan tarif termurah Rp 175.050 per meter dan tarif termahal Rp 251.250 per meter.

Selanjutnya adalah tempat ibadah dan sosial dengan tarif termurah Rp 5.700 per meter dan tarif termahal Rp 15.900 per meter. Begitu juga dengan tarif untuk fasilitas pendidikan dan rumah sakit pemerintahan serta fasilitas olahraga umum.

Dan terakhir untuk fasilitas pendidikan dan rumah sakit swasta dikenakan tarif lebih mahal. Tarif termurah dan termahalnya dikenakan tarif yang sama yakni Rp 87.900 permeter.

Hatanto kemudian menjelaskan pada dasarnya tarif UWTO terbaru ini benar-benar memprioritaskan permukiman dengan luas tanah 200 meter ke bawah. “Makanya bagi mereka yang memiliki lahan kecil di bawah 200 meter per segi diberi prioritas,” tambahnya.

Penyesuaian tarif baru UWTO ini selain membagi peruntukan kepada sub jenis peruntukan juga membagi pentarifan berdasarkan zonasi per kelurahan.

Keberatan Pengusaha

Pengusaha Batam protes terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 148 Tahun 2016 tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.

Mereka menilai,  terbitnya PMK tersebut membuat biaya dalam perpanjangan penggunaan lahan menjadi lebih mahal.

“Kami meminta agar peraturan ini dapat segera dilakukan revisi,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Kepulauan Riau, Cahya, Kamis (13/10) lalu.

Salah satu poin keberatan yang dilayangkan oleh pengusaha terhadap terbitnya peraturan ini ialah terkait kenaikan tarif Uang Wajib Tahunan Otorita Batam (UWTO). Menurut Cahya, dengan aturan ini beban sewa yang harus dikeluarkan menjadi berlipat-lipat.

Dengan aturan ini, sewa lahan dikenakan tarif UWTO yang sama dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), padahal dalam ketentuan yang lama pembayaran UWTO berdasarkan tarif.

Cahya menambahkan, seharusnya setelah masa sewa lahan habis atau telah mencapai lebih dari 30 tahun tidak perlu lagi dibebani biaya UWTO. Tetapi, cukup dengan membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). ***

Kaitan batam, Bp batam, otorita batam, Perka BP Batam, pro kontra, sejarah, tarif baru, UWTO
Admin 20 Oktober 2016 20 Oktober 2016
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya 116 Bus Baru TransJakarta Diluncurkan, Ada Model “Vintage” Juga!
Artikel Selanjutnya Pria Ini Dihukum 1 Tahun Penjara Karena Paksa Wanita Melepas Jilbabnya

APA YANG BARU?

Polibatam Perkuat Jejaring Internasional Lewat Global Knowledge Sharing 2026
Pendidikan 2 menit lalu 2 disimak
Pendaftar Membludak, SMK Negeri 1 Batam Kelebihan Kuota Hingga 1.546 Siswa
Pendidikan 9 menit lalu 25 disimak
Polisi Tangkap Tersangka Pelaku Jambret di Mangsang, Korban Rugi Rp8,7 Juta
Artikel 14 menit lalu 28 disimak
ANALISIS DATA: Cuaca Batam & Kepri Sepekan ke Depan
Statistik 22 jam lalu 315 disimak
Parade Kemilau Nusantara Kepri 2026
Budaya 22 jam lalu 156 disimak

POPULER PEKAN INI

Piala Dunia 2026, Berikut Jadwal Lengkap Babak Penyisihan Grup
Sports 6 hari lalu 733 disimak
Data & Infografis Transportasi Bus Trans Batam
Statistik 5 hari lalu 659 disimak
Gol Tunggal Ole Romeny Menangkan Timnas Garuda Atas Mozambik
Sports 5 hari lalu 611 disimak
Timbul Kekhawatiran Pencemaran Laut Terjadi Akibat Tenggelamnya Kapal MV Golden Star 1
Artikel 6 hari lalu 518 disimak
Prakiraan Cuaca Batam, Selasa dan Rabu Waspadai Hujan dan Petir
Artikel 6 hari lalu 496 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?