Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Warga Temukan Kerangka Manusia di Sei Ladi
    13 jam lalu
    PTSP BP Batam Siapkan Standar Pelayanan 2026
    13 jam lalu
    Pemerintah Usulkan Biaya Haji 2027 Sebesar Rp107,3 Juta
    13 jam lalu
    Alokasi 3 Bulan Rapel Cair, Data Penerima Menyusut
    1 hari lalu
    Yuwanky Diduga Bersembunyi di Singapura
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Anggaran Pendidikan Rp 820,9 Triliun Belum Sentuh Kesejahteraan Guru
    13 jam lalu
    Siswa SDN 005 Teluk Sebong Diajak Lebih Pede Lewat Kegiatan Literasi
    1 hari lalu
    IPB, UGM, dan University of Melbourne Gelar Program Kuliah Pertanian Lintas Negara
    2 hari lalu
    Tour de Bintan 2026 Kembali! 800 Pesepeda dari 42 Negara Adu Kecepatan di Lagoi Bay
    2 hari lalu
    Kodrat Batam Siapkan 17 Atlet ke Porprov Kepri, Target Pertahankan Juara Umum
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Rata-Rata Lama Sekolah Warga Batam Tembus 11,34 Tahun, Tertinggi di Kepri
    4 hari lalu
    Inflasi Kota Batam Juli 2026 Stabil di Angka 3,49 Persen
    5 hari lalu
    Bandar Udara Raja Haji Abdullah, Karimun
    1 minggu lalu
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    1 bulan lalu
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    6 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Rilis Tarif Baru UWTO Batam ; “Dualisme Pajak” Tanah di Batam

Editor Admin 10 tahun lalu 4.9k disimak
Logo BP Batam

PERATURAN Kepala BP Batam yang menjelaskan detil rinci tarif baru Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) akhirnya keluar. Tarif baru UWTO Batam berlaku mulai rabu (19/10) ini.

Daftar Isi
AwalnyaTarif Baru dengan PERKAKeberatan Pengusaha

Badan Pengusahaan (BP) Batam resmi mengeluarkan tarif baru uang wajib tahunan otorita (UWTO) melalui Peraturan Kepala BP Batam Nomor 19 Tahun 2016.

Sesuai definisinya, UWTO adalah uang sewa yang harus dibayar oleh pemohon alokasi tanah kepada Otorita Batam (kini BP Batam, pen). Dana yang diterima BP Batam, selanjutnya akan digunakan untuk pebangunan infrastruktur dan fasilitas publik.

Awalnya

Penerapan tarif ini hanya ada di Batam. Awalnya, sekitar tahun 1970, perihal pengalokasian lahan, termasuk kewajiban membayar UWTO diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri sebagai Ketua Badan Pertanahan Negara Agraria. Kemudian, landasan hukum itu diperkuat dalam UU KPBPB. Belakangan, penerapan UWTO disesuaikan dengan UU No.44 tahun 2007 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (KPBPB).

Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 46 tahun 2007, Badan yang awalnya bernama Otorita Batam beralih menjadi Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.

Dalam Hak Pengelolaan Tanah sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 46 tahun 2007 disebutkan Hak Pengelolaan atas tanah yang menjadi kewenangan Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam beralih kepada Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.

Berdasarkan jenis peraturan maka Badan Pengusahaan Batam (BP) Batam mendapatkan hak pengelolaan lahan yang tertuang dalam Keputusan Presiden nomor 41 tahun 1973 tentang daerah industri pulau Batam juncto Keputusan Presiden nomor 94 tahun 1998 serta Undang undang FTZ nomor 44 tahun 2007 serta PP nomor 46, 47, dan 48 tahun 2007.

Sesuai kewenangan tersebut maka pihak ketiga sebagai perorangan, investor dan atau badan hukum sebagai penerima hak atas tanah di atas hak pengelolaan untuk taat dan patuh dalam menunaikan kewajiban pembayaran Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO).

Dengan penerapan UWTO ini, warga yang berdomisili di Batam, mendapat dua beban pembayaran lahan yang mereka gunakan. Selain UWTO, warga juga memiliki kewajiban membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), lazimnya yang diterapkan di daerah lain di Indonesia.

Bedanya, PBB dibayar setiap tahun. Sementara UWTO dibayar setiap 20 atau 30 tahun sekali.

Dualisme kutipan ini menimbulkan pro kontra sejak lama. Desakan agar uang wajib tahunan otorita (UWTO) dihapus yang disampaikan beberapa kalangan di Batam belum membuahkan hasil.

Walikota Batam Muhammad Rudi yang juga merupakan anggota Dewan Kawasan (DK) mengaku optimis bahwa Pemukiman di luar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ke depannya akan bebas dari Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO). Namun itu setelah status Free Trade Zone (FTZ) berubah menjadi KEK.

“Itu merupakan komitmen Menteri Agraria dan Tata Ruang saat rapat di Batam, bahwa daerah di luar KEK akan bebas UWTO,” kata Wali Kota di Batam, seperti dikutip Antara beberapa waktu lalu.

Tarif Baru dengan PERKA

Setelah 30 tahun berlaku dan penuh polemik, BP Batam akhirnya menerapkan tarif baru UWTO di Kota Batam. Penerapan tarif baru UWTO oleh BP Batam, dilandasi kebijakan Kementerian Keuangan yang mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK)‎ nomor 148/PMK.05/2016 tentang tarif layanan Badan Layanan Umum Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.

PMK No PMK No. 148 tahun 2016 tentang tarif layanan BLU BP Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam mencantumkan, tarif sewa lahan atau yang selama ini dikenal dengan UWTO (uang wajib tahunan Otorita Batam) untuk pemukiman saja nilainya antara Rp 17.600 hingga Rp 3.416.000. per meter persegi.

Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro dikutip Batam Pos mengklaim, tarif baru tersebut tidak akan memberatkan masyarakat dan pengusaha. Bahkan untuk beberapa sektor, tarifnya justru turun dari sebelumnya.

“Kebijakan tarif baru (UWTO) ini sangat berpihak kepada masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro, Selasa (18/10/2016).

Beberapa sektor yang tarif UWTO-nya turun antara lain tarif perpanjangan untuk sewa lahan perumahan sederhana dan kaveling siap bangun (KSB).

Sementara sektor permukiman dibagi dalam empat jenis. Yakni:

  1. Rumah susun sederhana yang disubsidi pemerintah,
  2. Rumah sederhana dengan luas tanah 72 meter persegi ke bawah,
  3. Rumah kelas menengah ke bawah dengan rentang luas tanah antara 72 meter hingga 200 meter persegi,
  4. Apartemen premium dengan harga jual di atas Rp 750 juta atau dengan luas 70 meter per segi ke atas.

Secara keseluruhan, tarif UWTO baru termurah untuk semua peruntukan di Batam ada di Kelurahan Tanjungpiayu dan Seibeduk. Sedangkan tarif termahal ada di Kelurahan Teluktering, Batamkota.

Untuk perumahan sederhana dengan luas tanah di bawah 72 meter per segi memiliki tarif termurah Rp 41.100 per meter dan tarif termahal Rp 89.800 per meter. Tarif yang sama juga berlaku untuk perumahan kelas menengah ke bawah.

Sedangkan untuk apartemen premium, tarif termurah ada di angka Rp 116.700 per meter dan tarif termurah adalah Rp 290.900 per meter.

Berikutnya penyesuaian tarif UWTO untuk komersil menyejajarkan toko, ruko, mini toserba. Tarif termurah adalah Rp 116.700 per meter dan tarif termahal adalah Rp 333.000 per meter.

Untuk industri, dibagi atas dua yakni industri berteknologi tinggi dengan nilai UWTO termurah ada di angka Rp 95.550 per meter dan termahal adalah Rp 124.300 per meter.

Sedangkan untuk industri berteknologi rendah dikenakan tarif termurah Rp 175.050 per meter dan tarif termahal Rp 251.250 per meter.

Selanjutnya adalah tempat ibadah dan sosial dengan tarif termurah Rp 5.700 per meter dan tarif termahal Rp 15.900 per meter. Begitu juga dengan tarif untuk fasilitas pendidikan dan rumah sakit pemerintahan serta fasilitas olahraga umum.

Dan terakhir untuk fasilitas pendidikan dan rumah sakit swasta dikenakan tarif lebih mahal. Tarif termurah dan termahalnya dikenakan tarif yang sama yakni Rp 87.900 permeter.

Hatanto kemudian menjelaskan pada dasarnya tarif UWTO terbaru ini benar-benar memprioritaskan permukiman dengan luas tanah 200 meter ke bawah. “Makanya bagi mereka yang memiliki lahan kecil di bawah 200 meter per segi diberi prioritas,” tambahnya.

Penyesuaian tarif baru UWTO ini selain membagi peruntukan kepada sub jenis peruntukan juga membagi pentarifan berdasarkan zonasi per kelurahan.

Keberatan Pengusaha

Pengusaha Batam protes terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 148 Tahun 2016 tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.

Mereka menilai,  terbitnya PMK tersebut membuat biaya dalam perpanjangan penggunaan lahan menjadi lebih mahal.

“Kami meminta agar peraturan ini dapat segera dilakukan revisi,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Kepulauan Riau, Cahya, Kamis (13/10) lalu.

Salah satu poin keberatan yang dilayangkan oleh pengusaha terhadap terbitnya peraturan ini ialah terkait kenaikan tarif Uang Wajib Tahunan Otorita Batam (UWTO). Menurut Cahya, dengan aturan ini beban sewa yang harus dikeluarkan menjadi berlipat-lipat.

Dengan aturan ini, sewa lahan dikenakan tarif UWTO yang sama dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), padahal dalam ketentuan yang lama pembayaran UWTO berdasarkan tarif.

Cahya menambahkan, seharusnya setelah masa sewa lahan habis atau telah mencapai lebih dari 30 tahun tidak perlu lagi dibebani biaya UWTO. Tetapi, cukup dengan membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). ***

Kaitan batam, Bp batam, otorita batam, Perka BP Batam, pro kontra, sejarah, tarif baru, UWTO
Admin 20 Oktober 2016 20 Oktober 2016
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya 116 Bus Baru TransJakarta Diluncurkan, Ada Model “Vintage” Juga!
Artikel Selanjutnya Pria Ini Dihukum 1 Tahun Penjara Karena Paksa Wanita Melepas Jilbabnya

APA YANG BARU?

Warga Temukan Kerangka Manusia di Sei Ladi
Artikel 13 jam lalu 133 disimak
PTSP BP Batam Siapkan Standar Pelayanan 2026
Artikel 13 jam lalu 134 disimak
Anggaran Pendidikan Rp 820,9 Triliun Belum Sentuh Kesejahteraan Guru
Pendidikan 13 jam lalu 139 disimak
Pemerintah Usulkan Biaya Haji 2027 Sebesar Rp107,3 Juta
Artikel 13 jam lalu 136 disimak
Alokasi 3 Bulan Rapel Cair, Data Penerima Menyusut
Artikel 1 hari lalu 217 disimak

POPULER PEKAN INI

Upacara dan Pawai Meriahkan HUT ke-81 RI di RW 20 Perumahan Cipta Permata
Artikel 5 hari lalu 775 disimak
Basri DPO Kasus Narkoba Batam Diduga Kabur ke Malaysia
Artikel 4 hari lalu 374 disimak
BMKG Batam:”Hari Ini dan Besok, Cuaca Kepri Cerah Berawan”
Artikel 2 hari lalu 371 disimak
Kodrat Batam Siapkan 17 Atlet ke Porprov Kepri, Target Pertahankan Juara Umum
Sports 4 hari lalu 345 disimak
Rata-Rata Lama Sekolah Warga Batam Tembus 11,34 Tahun, Tertinggi di Kepri
Statistik 4 hari lalu 314 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?