Hubungi kami di

World Cup 2022

Ritual Unik Blanc Cium Kepala Barthez Jadi Jimat Prancis di World Cup 1998

Terbit

|

Ritual unik Blanc cium kepala Barthez dipercaya jadi jimat yang antarkan Prancis juara World Cup 1998. F indosport

TIMNAS Prancis merupakan salah satu tim paling tangguh di Eropa dan dunia. Prestasi terakhir tim ini yakni menjuarai World Cup 2018, setelah menundukkan Timnas Kroasia dengan skor meyakinkan 4-2.

Secara keseluruhan, Prancis sudah mengemas dua trofi Piala Dunia. Les Bleus pertama kali merengkuh trofi Piala Dunia pada 1998, kemudian yang kedua pada 2018.

Piala Dunia 1998 di Prancis menjadi Piala Dunia pertama dengan peserta berjumlah 32 tim dan dibagi dalam delapan grup. Format tersebut bertahan hingga saat ini. Pada perhelatan sebelumnya, 1994, Piala Dunia hanya diikuti 24 negara.

Dilansir dari Bola.Net, Sebagai tuan rumah, Prancis menjadi tim underdog karena saat itu materi para pemain begitu ‘hijau’. Namun, tak ada yang menyangka Zinedine Zidane dkk. bisa melangkah jauh. Faktanya, pasukan Aime Jacquet mampu melenggang hingga ke partai puncak.

Di final, Prancis mesti berhadapan dengan juara bertahan, Brasil, yang tentunya lebih difavoritkan menjadi kampiun lantaran bertabur bintang, seperti Roberto Carlos, Dunga, Rivaldo, Bebeto, serta Sang Fenomena, Ronaldo.

Namun, pemandangan yang terjadi di lapangan justru sebaliknya. Prancis lebih mendominasi pertandingan dan menggasak tim Samba dengan skor telak 3-0.

BACA JUGA :  Kisah Gol Ajaib Micheal Owen Lawan Argentina di Piala Dunia 1998

Ritual Unik

Ada kisah unik ketika kepala botak mantan kiper Manchester United, Fabien Barthez kerap dicium Laurent Blanc. Blanc yang saat itu menjabat sebagai kapten Les Bleus di Piala Dunia 1998 memang kerap mencium kepala plontos rekannya tersebut.

Mereka melakukan aksi yang terkesan konyol itu sebelum atau saat bertanding, khususnya ketika Prancis berhasil mencetak gol. Setidaknya Barthez, Blanc, maupun skuad Les Bleus saat itu percaya ciuman tersebut membawa mereka menjadi kampiun saat bertindak sebagai tuan rumah Piala Dunia kala itu.

Diperkuat Bintang-bintang saat Berada di Top Performa
Selain itu, skuad Prancis memang berada dalam masa keemasan. Saat itu, mereka diperkuat pemain-pemain top macam Lilian Thuram, Zinedine Zidane, Bixente Lizarazu, Fabien Barthez, Thierry Henry, hingga Emmanuel Petit. Dari lini depan hingga belakang, semuanya menyandang status bintang.

Perjalanan Prancis hingga babak final begitu mulus. Mereka sangat dominan ketika berjumpa Paraguay, Italia, Kroasia, hingga menaklukkan Brasil di partai pamungkas. Tak hanya itu, Barthez juga hanya kebobolan dua gol sepanjang turnamen.

Fakta itu membuat pria berusia 48 tahun tersebut sempat didapuk sebagai kiper terbaik Piala Dunia 1998.

BACA JUGA :  Kisah Gol Ajaib Micheal Owen Lawan Argentina di Piala Dunia 1998

“Brasil adalah tanah sepak bola. Mereka punya banyak gairah. Namun, ketika segala sesuatunya sulit, pemain Prancis cenderung menunjukkan kinerja yang hebat” ujar Deschamps saat usai meraih trofi Piala Dunia dilansir L’Equipe.

Kejeniusan Seorang Aime Jacquet

Jacquet mulai memimpin timnya pada gelaran Piala Eropa 1996 di Inggris. Ia sempat mengangkat Eric Cantona menjadi kapten. Pemain yang sedang bersinar bersama Manchester United itu diproyeksikan oleh Jacquet untuk menjadi pemimpin Prancis dalam gelaran Piala Eropa 1996 dan Piala Dunia 1998.

Namun, insiden tendangan kung-fu Cantona kepada seorang suporter pada Januari 1995 membuat ia harus absen selama setahun dari sepakbola internasional. Jacquet bingung. Ia harus segera menentukan tim untuk pergi ke Inggris pada 1996.

Akhirnya ia membuat keputusan yang cukup berani. Ia mengesampingkan nama-nama senior macam Jean-Pierre Papin, Cantona, dan David Ginola. Sebagai gantinya ia membawa darah baru seperti Zinedine Zidane.

Dan terbukti pada Piala Dunia 1998, insting dan racikan strateginya mampu mengantarkan Prancis meraih gelar Piala Dunia pertamanya (leo).

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid