Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Polres Bintan Amankan Pelaku Penyalahgunaan Penjualan BBM Bersubsidi
    2 jam lalu
    BMKG Ingatkan Warga Kepri Waspadai Banjir Pesisir/Rob (16–22 Mei 2026)
    11 jam lalu
    Antisipasi El Nino Bulan Juni-Agustus, BP Batam Siapkan Operasi Hujan Buatan
    1 hari lalu
    BMKG Batam:”Batam Berawan, Berpotensi Hujan”
    1 hari lalu
    Menurut Bulog; Distribusi Minyakita Sudah Lancar di Pasaran Batam
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Empat Siswa MAN Karimun Lolos Seleksi Dayung Porprov 2026
    11 jam lalu
    100 Siswa Ikut Lomba Bertutur di Tanjungpinang
    11 jam lalu
    Buku Ajar Lokal
    16 jam lalu
    Beasiswa Pendidikan Tinggi untuk Siswa Berprestasi dan Kurang Mampu di Batam
    2 hari lalu
    Final Turnamen Voli Piala Wali Kota Batam Berakhir Ricuh
    2 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pulau Kasu, Batam
    3 hari lalu
    Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
    2 minggu lalu
    Data Kemiskinan di Batam Terbaru
    2 minggu lalu
    Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
    2 minggu lalu
    Pulau Pecong, Batam
    4 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    3 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    10 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Barisan Maling Beraksi

Editor Admin 4 tahun lalu 647 disimak

SETELAH bertugas kurang lebih tiga bulan dalam Divisi VI Kediri, Jawa Timur, Soehardiman mendapat kabar gembira. Dia terpilih untuk mengikuti pendidikan Militer Akademi (MA) di Yogyakarta. Pada Maret 1946, dia mengikuti ujian semester pertama. Dia lulus dengan nilai baik.

Setelah ujian semester, para kadet dibagi menjadi empat kelompok: kadet dari luar Jawa dikirim ke front luar Jawa; Kompi S dikirim ke Sarangan, Madiun, untuk mengikuti pendidikan SORA (Sekolah Olahraga dan Bahasa Asing) selama satu semester; dan Kompi T dikirim ke Semarang.

Sedangkan Kompi U dipimpin oleh Soehardiman tetap di Yogyakarta untuk mendalami teori-teori kemiliteran selama satu semester. Namun, kegiatan belajar tidak sesuai rencana karena mereka dikirim ke front di Jawa Barat.

Soehardiman bersama Subroto, Hari Suharto, dan Soegiono Sumedi, dikirim ke Subang. Sesampainya di sana, mereka disebar oleh Mayjen TNI dr. Moestopo ke dalam kelompok-kelompok kecil. Tiap kadet memimpin satu regu Pasukan Teratai yang ditempatkan di pos-pos terdepan seperti pos Maribaya, Tangkuban Perahu, Puncak Eurat, dan lain-lain. Soehardiman memimpin satu regu Pasukan Teratai di pos Puncak Eurat.

Dalam otobiografinya, Kupersembahkan kepada Pengadilan Sejarah, Soehardiman menjelaskan bahwa Pasukan Teratai sesungguhnya bukan tentara resmi seperti Tentara Rakyat Indonesia (TRI), tetapi kesatuan laskar perjuangan yang terdiri dari Barisan Maling dan Barisan WTS (wanita tuna susila) atau Barisan P (pelacur).

Barisan ini dibentuk di Yogyakarta atas kesepakatan Sultan Hamengkubuwono IX dengan dr. Moestopo untuk membersihkan Yogyakarta dari maling dan WTS. Barisan Maling direkrut dari para pencuri dan narapidana yang dibebaskan dari penjara Yogyakarta

Sementara itu, buku 20 Tahun Indonesia Merdeka Volume 2 menyebut narapidana yang dibebaskan dari penjara Yogyakarta membentuk Barisan Bejo. Sedangkan narapidana dari penjara Sragen membentuk Barisan Macan dan narapidana dari penjara Malang membentuk Barisan Maling.

Barisan Maling juga dibentuk di Surabaya. Dengan persetujuan Ketua Pengadilan Mr. Indrakoesoema, W.O. Pohan mengorganisir narapidana Kalisosok menjadi Barisan Maling. “Barisan ini berada dalam pengawasan PRI (Pemuda Republik Indonesia) di bawah pimpinan Kasin, Kasbi, dan Senen,” tulis Barlan Setiadijaya dalam 10 November 1945: Gelora Kepahlawanan Indonesia.

Markas Pertahanan Surabaya yang dipimpin oleh Mayjen TNI Sungkono juga membentuk Barisan Maling. Barisan di bawah Mat Osin ini dilatih oleh TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar). “Sukarelawan ini menyusup kembali ke dalam kota dengan tugas sabotase dan mencuri peralatan musuh yang sangat diperlukan dengan hasil memuaskan,” tulis Barlan.

Sementara itu, Barisan Maling dan Barisan Pelacur yang dibentuk dr. Moestopo di Yogyakarta kemudian dibawa ke front Jawa Barat. Tugasnya mengacaukan musuh, menyelundup ke kota, dan melakukan sabotase. “Karena tugasnya yang penuh risiko itu mereka sering juga disebut sebagai barisan berani mati,” kata Soehardiman.

Soehardiman mengakui keberanian Barisan Maling. Misalnya, pada suatu hari, Barisan Maling mendapat misi mengambil bendera Belanda yang berkibar di gedung pengawasan bintang di Lembang. Di luar dugaan, ternyata esok harinya mereka berhasil membawa bendera Belanda.

“Entah bagaimana caranya mereka maling, yang jelas mereka telah kembali dengan membawa selembar bendera Belanda dan sebuah teropong pemandangan besar yang amat berguna bagi tugas-tugas kami mengamati daerah,” kata Soehardiman.

Soehardiman bersama Barisan Maling juga berhasil melakukan sabotase dengan meledakkan jembatan di Cijambek dan jembatan di Cikidang dengan trekbom.

Selama di Puncak Eurat, Soehardiman dan Barisan Maling tidak terlibat pertempuran langsung dengan musuh. Yang sering terjadi mereka dihujani artileri musuh. Namun, pada suatu pagi yang masih berkabut, mereka diserbu serdadu Jepang. Untungnya ketahuan seorang anggota Barisan Maling. Sehingga mereka bisa melarikan diri untuk menghindari tembakan serdadu Jepang.

Sayangnya, Jaya yang sedang asyik menggoreng nasi, tertinggal dan tertangkap serdadu Jepang. “Bagaimana nasib selanjutnya kawan saya ini, kami tidak mengetahuinya,” kata Soehardiman.

Selain sebagai komandan Pasukan Teratai, Mayjen TNI dr. Moestopo juga menjabat Kepala Staf Komando Sektor Bandung Utara-Timur di bawah Komandan Sektor Letkol Sukanda Bratamanggala. Pada masa revolusi apa saja bisa terjadi termasuk Letnan Kolonel membawahkan Mayor Jenderal.

Menurut Moehkardi dalam Akademi Militer Yogya dalam Perjuangan Fisik 1945–1949, Barisan Maling tidak bersenjata api, hanya bersenjata tajam. Tugas utamanya melakukan profesinya. Barisan Pelacur juga bertugas melakukan profesinya di kota Bandung untuk melemahkan moril tentara pendudukan, sekaligus menyebarkan penyakit kotor di kalangan tentara pendudukan yang memperlemah fisik mereka.

Dr. Moestopo memang suka membuat ide aneh-aneh. Secara teori, idenya masuk akal. Tetapi, dalam pelaksanaannya, malah senjata makan tuan. Adanya wanita pelacur di tengah-tengah prajurit yang kesepian di garis depan, sulit mengendalikan efek negatifnya. “Akibatnya, banyak prajurit kita sendiri yang terjangkit penyakit kotor,” tulis Moehkardi.

Begitu juga dengan Barisan Maling. Anggotanya memang berani menyelundup ke kota dan melakukan sabotase. Tetapi, di sisi lain, harta benda rakyat yang ditinggal mengungsi juga mereka sikat. Bahkan komandan pun jadi korban.

Suatu pagi, dr. Moestopo melaporkan kepada Bratamanggala bahwa koper pakaiannya hilang semalam. Bratamanggala malah tertawa. “Mengapa Overste (letnan kolonel) tertawa?” tanya dr. Moestopo.

“Siapa lagi yang mengambil koper jenderal kalau bukan anak buah jenderal sendiri? Bukankah itu namanya senjata makan tuan?” kata Bratamanggala.

Akhirnya, Barisan Maling dan Barisan Pelacur ditarik dari front karena dianggap lebih banyak merugikan daripada menguntungkan.

(*)

Sumber: historia.id

Kaitan Barisan Maling, kemerdekaan, revolusi, Wts
Admin 16 Agustus 2022 16 Agustus 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Ritual Unik Blanc Cium Kepala Barthez Jadi Jimat Prancis di World Cup 1998
Artikel Selanjutnya Kinerja Pembangunan Kota Mantap, BP Batam Raih Penghargaan Bergengsi

APA YANG BARU?

Polres Bintan Amankan Pelaku Penyalahgunaan Penjualan BBM Bersubsidi
Artikel 2 jam lalu 78 disimak
Empat Siswa MAN Karimun Lolos Seleksi Dayung Porprov 2026
Sports 11 jam lalu 162 disimak
100 Siswa Ikut Lomba Bertutur di Tanjungpinang
Pendidikan 11 jam lalu 150 disimak
BMKG Ingatkan Warga Kepri Waspadai Banjir Pesisir/Rob (16–22 Mei 2026)
Artikel 11 jam lalu 176 disimak
Buku Ajar Lokal
Catatan Netizen 16 jam lalu 161 disimak

POPULER PEKAN INI

Nelayan Bintan Unjuk Rasa Tolak Sedimentasi Pasir Laut
Lingkungan 6 hari lalu 808 disimak
Niat Baik, Jangan Sampai Bikin Bingung
Catatan Netizen 6 hari lalu 705 disimak
Disdik Batam Mau Rehab Sekolah dan Bangun Ruang Kelas Baru Tahun Ini
Pendidikan 7 hari lalu 634 disimak
Sabu 1.315,4 gram Ditemukan di Area Terminal Keberangkatan Bandara RHF
Artikel 6 hari lalu 531 disimak
“Dari Karas Besar ke Sungai Dai, Menyinggahi Sarang Perompak Laut”
Histori 3 hari lalu 513 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?