NILAI tukar rupiah dibuka menguat 7 poin atau 0,05 persen ke Rp 14.356 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Jumat, 1 April 2022.
Adapun mayoritas mata uang di Asia terpantau bergerak melemah pagi ini. Tercatat, won Korea turun 0,03 persen, yen jepang 0,55 persen, bath Thailand 0,26 persen, dolar Taiwan 0,24 persen, ringgit Malaysia 0,18 persen, yuan China 0,11 persen, dolar Singapur 0,13 persen, dan dolar Hong Kong 0,01 persen,
Sementara itu, penguatan hanya terjadi pada peso Filipina sebesar 0,15 persen dan rupee India 0,16 persen.
Sedangkan di negara maju, mata uang cenderung menguat terhadap dolar AS. Terpantau, dolar Kanada menguat 0,05 persen, dolar Australia 0,01 persen, dan euro 0,04 persen.
Kendati nilai tukar rupiah menguat pada pembukaan perdagangan pagi ini, namun memurut pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra rupiah berpotensi tertekan terhadap dolar AS dengan meningkatnya ekpektasi kenaikan suku bunga acuan AS yang agresif setelah rilis data ekonomi AS semalam.
“Data ekonomi AS yang dirilis semalam, Personal Consumption Expenditures (PCE) Price index yang merupakan data yang mengukur tingkat inflasi harga konsumsi, masih menunjukkan kenaikan yang meningkatkan ekspektasi pelaku pasar bahwa Bank Sentral AS akan menaikkan suku bunga acuan AS dengan agresif tahun ini,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (1/4/2022).
Selain itu, invasi Rusia ke Ukraina yang masih berlanjut meningkatkan risiko inflasi karena naiknya harga-harga komoditi termasuk komoditi energi dan pangan. Hal ini bisa menyebabkan perekonomian global termasuk Indonesia tertekan.
“Hari ini nilai tukar rupiah berpotensi tertekan ke arah Rp 14.400 per dolar AS, dengan potensi support di kisaran Rp 14.350 per dolar AS,” ujarnya.
(*)
sumber: CNN Indonesia.com