Hubungi kami di

Catatan Netizen

Sang ‘Elang Dulang’ itu Telah Tiada

Terbit

|

Almarhum Said Khaidar, Photo : © Mohammad Farhan on Facebook

“Saya punya rencana membuat gelanggang permainan dan olahraga tradisional Melayu. Dan memberinya nama Gelanggang ELANG DULANG.”

Oleh : Samson Rambah Pasir


BEGITU Kakanda Said Khaidar, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Batam, pernah bercerita.

“ELANG DULANG akronim dari: Esa hiLANG DUa terbiLANG”, tutur Kanda Said menjelaskan, mengutip ungkapan Laksamana Hang Tuah yang terkenal itu. “Adinda tolong buatkan narasi penjelasan rincinya ya.”

Aku menyanggupi.

ELANG DULANG bermakna: Gelanggang olahraga dan permainan tradisional yang selari dengan semangat Hang Tuah: Esa Hilang Dua terbilang, Patah Tumbuh Hilang Berganti, Tak kan Melayu Hilang di Bumi.

BACA JUGA :  Nuansa Religi di HUT DPRD Batam

Melalui Gelanggang ELANG DULANG, olahraga dan permainan tradisional Melayu dilestarikan untuk terus tumbuh dan berkembang. Generasi pelestari olahraga dan permainan tradisional Melayu pun patah tumbuh hilang berganti di gelanggang ini. Dan identitas budaya terus terpelihara, sehingga tak kan Melayu hilang di bumi. Melayu tak kan hilang bila budayanya terus menjulang.

BACA JUGA :  Sektor Industri Batam Mulai Bergeliat

Sang penggagas ELANG DULANG itu telah tiada. Selamat jalan, Kakanda Said Khaidar. Terbang menuju akhirat. Semoga engkau hinggap di dahan terbaik di sisi Allah.

(*)

Seperti ditulis oleh Samson Rambah Pasir di akun jejaring sosialnya.

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid