SEBANYAK 12 ribu pohon jati emas akan mulai ditanam sepanjang 15 km di Jalan Sudirman, mulai dari Simpang Flyover Laluan Madani hingga Simpang Bandara, 24 Agustus mendatang. Kepastian tersebut diperoleh setelah rapat bersama Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi bersama stakeholder terkait di Gedung BP Batam, Rabu (20/7).
“Saya memberikan apresiasi kepada seluruh stakeholders yang telah terlibat dalam proses persiapan penanaman pohon jati emas. Salah satunya adalah mempercepat proses pematangan lahan yang merupakan langkah penting agar pohon jati emas dapat ditanam sesuai rencana. Berkat dukungan dan bantuan dari seluruh stakeholders yang terlibat di Batam, bibit pohon yang akan ditanam telah melebihi jumlah perkiraan, yaitu hampir 12 ribu batang pohon,” kata Rudi.
Ia kemudian menuturkan bahwa proses pematangan lahan harus dikejar, karena seremoni penanaman pohon jati emas direncanakan 24 Agustus mendatang.
Rute di Jalan Sudirman dipilih karena merupakan pintu kedatangan wisatawan lokal dan mancanegara melalui bandara, serta menjadi jalur umum pelancong menuju destinasi wisata lainnya di Batam.
“Hal ini dilakukan untuk mewujudkan Batam yang lebih maju, sejahtera dan modern sehingga nantinya Batam ramai dikunjungi wisatawan dan akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Batam.” ujar Muhammad Rudi
Tidak hanya membahas program prioritas penanaman pohon jati emas, kegiatan sosialisasi dan rapat bersama ini juga membahas program penanganan stunting di Batam.
Sebagai informasi, kejadian balita pendek atau biasa disebut dengan stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia. Stunting disebabkan dari nutrisi yang tidak optimal.
Rudi yang juga menjabat sebagai Wali Kota Batam mengatakan, selain melestarikan lingkungan di KBatam, pemerintah juga harus fokus terhadap kesehatan masyarakat.
Data prevalensi balita stunting yang dikumpulkan World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa Indonesia termasuk ke dalam negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di regional Asia Tenggara.
Berdasarkan Data Stunting kota Batam pada Februari 2022 sebanyak 1.954 anak, dari 57.869 balita (3,38 persen).
“Tugas pemerintah masih cukup berat karena ada target prevalensi stunting 14 persen yang harus dicapai pada tahun 2024. Itu artinya, kita harus menurunkan prevalensi sebesar 10,4 persen dalam 2,5 tahun ke depan, yang tentu saja ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk mencapainya,” jelasnya (leo).


