SEJARAWAN Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rida K. Liamsi, mengatakan sejarah memiliki peran penting memajukan bangsa, daerah, termasuk kunci sukses seorang individu.
Hal itu sampaikan Rida pada acara pengenalan sejarah lokal daerah kepada pelajar SMAN 1 Tanjungpinang melalui program Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Provinsi Kepri masuk ke sekolah, Selasa 7/2/2023), seperti dilansir Antara.
Kepengurusan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengenalkan sejarah lokal daerah itu kepada pelajar SMAN 1 Tanjungpinang melalui program MSI masuk ke sekolah.
Penasehat MSI Cabang Kepri itu, mengungkapkan mustahil seseorang menjadi besar jika tidak tahu sejarah asal usulnya, begitu juga sebuah bangsa tak akan maju kalau tidak tahu sejarah bangsanya.
“Sejarah penting kita pelajari, apalagi sejarah Kepri yang gilang-gemilang tidak menjadi bagian penting dalam penulisan sejarah nasional Indonesia. Ironis bukan, padahal Kepri memiliki tiga pahlawan nasional. Maka, jadi tanggung jawab kita bersama untuk meluruskan sejarah ini,” katanya.
Ketua MSI Cabang Kepri, Anastasia Wiwik Swastiwi, mengatakan sejarah lokal Kepri menarik untuk ditulis. Ada berbagai tema menarik yang bisa menjadi kajian, seperti sejarah sosial, sejarah pendidikan, sejarah ekonomi, termasuk sejarah tingkat yang lebih kecil.
“Sejarah kampung. Toponimi asal-usul sebuah daerah juga bisa ditulis,” ujar dia.
Ia menilai para pelajar akan sukses jika memiliki kegemaran membaca. Menulis sejarah, katanya, mustahil bisa dilakukan jika penulisnya tak gemar membaca.
Maka dari itu, menurutnya, kepengurusan MSI Kepri yang baru terbentuk pada 2022 menggagas sebuah program masuk sekolah untuk mengenalkan sejarah kepada kalangan pelajar.
“Banyak sekali lomba-lomba yang berbau sejarah antarpelajar. Ini sebuah peluang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMA 1 Tanjungpinang, Imam Syafii, mengapresiasi MSI Cabang Kepri yang memiliki program mengenalkan sejarah di sekolah, khususnya kepada guru sejarah dan pelajar.
“Kami menyadari pentingnya sejarah. Makanya saya sendiri sedang menyusun buku tentang sejarah SMA 1 Tanjungpinang. Sekolah ini sudah lama berdiri sejak tahun 1956, tapi belum ditulis sejarahnya,” katanya.
Dalam sesi tanya jawab pelajar SMAN 1 Tanjungpinang dan MSI Kepri, ada seorang pelajar yang mempertanyakan tentang letak Istana Kota Piring.
Menurutnya, Istana Kota Piring berada di Batu 8 Tanjungpinang, namun di Pulau Dompak juga ada pelang Istana Kota Piring.
Menjawab pertanyaan ini, Rida dan seorang pengurus MSI, Syahrial D. Saputra menyebutkan bahwa Istana Kota Piring berada di Batu 8 Tanjungpinang. Adapun pemasangan pelang Istana Kota Piring di Pulau Dompak tujuannya mempopulerkan penamaan Istana Kota Piring, namun caranya yang tidak pas karena bisa mengundang multitafsir dan rancu.
(*/pir)


