Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Pemeriksaan Dugaan Pungli , Kepala Imigrasi Batam Dicopot
    11 jam lalu
    Sindikat Pencurian Fasilitas Publik di Batam Dibekuk
    11 jam lalu
    Polresta Barelang Ungkap Pencurian Dengan Pemberatan Sarana Fasum di Batam
    15 jam lalu
    Pemko Batam Siap Laksanakan Kebijakan WFH 1 Hari Dalam Sepekan
    18 jam lalu
    Hadiri Halal Bihalal di Bengkong, Wako Batam Janjikan Pelebaran Jembatan
    22 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Cerita Lokal Batam untuk Anak-Minim di Perpustakaan Kota Batam
    9 jam lalu
    Bosnia Herzegovina Gagalkan Italia ke Piala Dunia 2026
    2 hari lalu
    Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura
    5 hari lalu
    Atasi Volume Sampah di Batam, Pembangunan TPA Blok Baru di Kabil
    5 hari lalu
    Tahun 2026 Kemenag Batam Buka PMB Satu Pintu Jalur Prestasi Pada MTs Negeri
    6 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    3 minggu lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    1 bulan lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    2 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    2 bulan lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    3 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    1 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    2 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    2 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    3 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    9 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Sosok di Balik Alfamart

Editor Admin 4 tahun lalu 781 disimak

VIDEO pegawai Alfamart tengah meminta maaf kepada seorang wanita yang mencuri cokelat viral di media sosial. Video itu kian menjadi sorotan karena pegawai itu diancam UU ITE dan pihak Alfamart dianggap kurang melindungi pegawainya. Akhirnya, setelah pihak Alfamart menggandeng pengacara kondang Hotman Paris, perempuan itu meminta maaf dan mengakui perbuatannya.

Alfamart merupakan salah satu perusahaan ritel terbesar di Indonesia. Gerainya tersebar di mana-mana, bahkan tak jarang ada gerai yang berdekatan.

Sosok di balik kesuksesan Alfamart adalah Djoko Susanto alias Kwok Kwie Fo. Pria yang lahir pada 9 Februari 1950 ini merupakan pemilik PT Alfa Retailindo Tbk. Ia memulai bisnis ritelnya dari sebuah gudang di Jalan Lodan No. 80, Jakarta pada 1989.

Sebelumnya, A Kwie sapaan Djoko Susanto, pernah bekerja di pabrik perakitan radio merek Aladin di Senen, Jakarta. Pekerjaan itu ia lakukan untuk mengisi waktu setelah putus sekolah karena sekolahnya ditutup tahun 1966. Djoko yang baru lulus SMP tahun 1965 tengah melanjutkan pendidikan di SMA Pah Tsung di Kebon Kelapa, Mangga Besar, Jakarta. Namun, pemerintah Orde Baru menutup sekolah yang didirikan setelah Indonesia merdeka pada 1945. Sekolah Pah Tsung kembali dibuka pada 2012.

Menurut Alberthiene Endah dalam biografi Djoko Susanto, Dari Warung Menuju Alfamart, Djoko bekerja di pabrik sebagai penjaga gudang dan controller. “Saya harus memastikan radio-radio yang dihasilkan berada dalam kondisi baik, dan penyimpanannya harus pula dijamin tidak merusak radio. Gampang-gampang susah karena risikonya juga tinggi,” kata Djoko.

Selain menjadi perakit radio, Djoko juga pernah mengelola toko kelontong Toko Sumber Bahagia milik orangtuanya di Petojo. Ia mengaku kepekaannya terhadap “hawa ritel” tumbuh dari sana. Di toko ini, anak ketujuh dari sebelas bersaudara ini berjualan terigu, beras, gula pasir, gula merah, minyak goreng, telur, serta berbagai bahan pangan dan aneka bumbu.

Memasuki tahun 1970-an, Djoko mencari cara agar toko kelontongnya berkembang. Ia berganti haluan dengan fokus menjual rokok, obat, susu kental manis, susu bubuk, dan minuman bersoda.

Saat itu pasar rokok merupakan arena yang menggairahkan. Aneka rokok populer dan rokok-rokok yang relatif kecil serta rokok-rokok yang dipasarkan di daerah-daerah menjadi primadona di kalangan pedagang. Selain itu, perusahaan-perusahaan rokok belum memiliki armada distribusi sendiri sehingga bergantung pada agen-agen dan pedagang-pedagang besar.

Toko kelontong Djoko lambat laun menjadi toko grosir rokok yang melayani para pedagang. Nahas, kebakaran Pasar Arjuna di Petojo, Jakarta, pada 1976 turut menghancurkan tokonya. Alberthiene menyebut kerugian yang diderita Djoko ditaksir Rp 500 juta yang sebagian besar utang.

Djoko kembali membuka toko di lokasi baru di Jalan Petojo Barat 3. Perlahan tapi pasti, utang terlunasi. Memasuki tahun 1980-an, tokonya berkembang besar. Bahkan, ia diundang oleh pejabat tinggi dari pabrik-pabrik rokok. Pada 1987, ia memiliki 15 jaringan toko grosir dan terpilih sebagai penjual rokok Gudang Garam terbesar di Indonesia.

Kesuksesan Djoko dalam perdagangan rokok berlanjut hingga ia menjadi bagian dari manajemen grup Sampoerna. “Pertemuannya dengan Putera Sampoerna, bos PT HM Sampoerna akhir 1986 mengubah nasibnya secara total. Ia diangkat menjadi direktur penjualan PT Sampoerna yang membawa PT HM Sampoerna ke peringkat kedua terbesar setelah Gudang Garam,” tulis Sam Setyautama dalam Tokoh-Tokoh Etnis Tionghoa di Indonesia.

Djoko yang dijuluki Dewa Rokok menjadi direktur PT Panamas, distributor tunggal seluruh produk PT HM Sampoerna.

Pada 1989, Djoko mendirikan Alfa Toko Gudang Rabat atau Alfa TGR. Sebuah gudang besar di Jalan Lodan No. 81, Jakarta Utara, disulap menjadi toko dengan rak-rak yang luar biasa banyak. Alfa TGR melayani pembelian dalam partai besar maupun eceran dengan penawaran harga khusus.

Djoko menyebut konsep itu diambil berdasarkan hasil riset di lapangan terhadap pesaing. Pada masa itu, Hero Supermarket fokus pada penjualan eceran. Sementara Makro dan Goro fokus pada penjualan grosir dalam partai besar. Alfa TGR memilih bermain di tengah-tengah untuk merangkul konsumen dari supermarket dan toko grosir.

“Di bawah payung PT Alfa Retailindo, Alfa memiliki sedikitnya 30-an outlet,” tulis Sam Setyautama.

Kesuksesan Alfa TGR tak membuat Djoko berhenti mengembangkan usahanya. Ia kemudian membangun minimarket atau toko-toko kecil untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat yang lokasinya mudah dijangkau.

Sebenarnya, ide minimarket bukan hal baru. Pada 1999, Indomaret telah memiliki 400 minimarket. Keberhasilan Indomaret mendorong Djoko untuk membuat minimarketnya sendiri. Ia mendirikan PT Alfa Mitramart Utama dengan merek dagang Alfa Minimart, kemudian menjadi Alfamart.

Gerai Alfamart pertama dibuka di Jalan Beringin Raya, Karawaci, Tangerang, pada 18 Oktober 1999. Gerai-gerai berikutnya dibuka di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi, hingga mencapai seratus gerai pada 2001. Empat tahun kemudian mencapai 922 gerai.

Untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas, Alfamart membuka franchise atau waralaba. Sehingga, pada 2005 Alfamart mencapai 1.300 gerai yang tersebar di Jawa, Bali, Sumatra, dan Sulawesi. Pada 2021, jumlahnya mencapai 16.492 gerai di seluruh Indonesia. Pada 2022 ditargetkan membuka 800–1.000 gerai baru.

Ekspansi Alfamart dan Indomaret dianggap dapat mematikan warung, toko, dan pasar tradisional. Djoko menanggapi bahwa Alfamart tidak mungkin menguasai semua kebutuhan hidup manusia ketika bicara tentang belanja sehari-hari.

Menurutnya, pasar tradisional akan terus mendapatkan ruang karena ada hal-hal khas yang hanya mereka yang bisa menyediakan. Demikian juga toko-toko yang menjual berbagai barang spesifik yang hanya mereka yang ahli melakukannya.

“Namun, konsekuensi logis yang tidak bisa kita bendung dari perkembangan zaman adalah tumbuhnya pasar modern. Format belanja modern adalah tuntutan dari masyarakat modern,” kata Djoko.

(*)

Sumber: historia.id

Kaitan Alfamart, Rokok, Toko kelontong
Admin 19 Agustus 2022 19 Agustus 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Polda Kepri Bongkar Judi Online Beromzet Ratusan Juta di Tanjungpinang
Artikel Selanjutnya MUI Batam Bersama BI Kepri Gelar Sarasehan Manajemen Masjid & Sosialisasi QRIS

APA YANG BARU?

Cerita Lokal Batam untuk Anak-Minim di Perpustakaan Kota Batam
Budaya 9 jam lalu 98 disimak
Pemeriksaan Dugaan Pungli , Kepala Imigrasi Batam Dicopot
Artikel 11 jam lalu 82 disimak
Sindikat Pencurian Fasilitas Publik di Batam Dibekuk
Artikel 11 jam lalu 84 disimak
Polresta Barelang Ungkap Pencurian Dengan Pemberatan Sarana Fasum di Batam
Artikel 15 jam lalu 79 disimak
Pemko Batam Siap Laksanakan Kebijakan WFH 1 Hari Dalam Sepekan
Artikel 18 jam lalu 77 disimak

POPULER PEKAN INI

Rencana Batas Belanja Pegawai 30% pada APBD 2027, Nasib PPPK Bintan Terancam
Artikel 4 hari lalu 272 disimak
Mulai Hari Jum’at (3/04/2026) Jalan Gajah Mada (Area Hotel Vista) Ditutup Sementara
Artikel 1 hari lalu 267 disimak
Kemarau Panjang, Pemko Batam dan Warga Gelar Salat Istisqa
Artikel 5 hari lalu 254 disimak
Lonjakan Arus Balik di Pelabuhan Sekupang
Artikel 5 hari lalu 245 disimak
Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura
Catatan Netizen 5 hari lalu 245 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?