UPAYA menekan inflasi pada komoditas cabai segar, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) siap mengkampanyekan penggunaan cabai kering untuk masakan.
Hal itu disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kepri Dewi Kumala Sari, di Batam, Sabtu (22/7/2023). “Hal ini tentunya akan kami sosialisasikan dan dikampanyekan kepada anggota PKK lainnya, kemudian kepada ibu-ibu yang merupakan ujung tombak di dapur,” ujarnya.
Menurut Dewi Ansar, selain sebagai upaya menekan inflasi daerah, penggunaan cabai kering dalam masakan juga memberikan inovasi baru bagi ibu-ibu rumah tangga dalam menghadirkan olahan menu makanan keluarga.
“Ibu-ibu memasak untuk keluarga dan memberikan gizi terbaik. Mudah-mudahan mereka bisa menggunakan cabai kering dalam masakan mereka,” kata Dewi.
Menurut dia, cabai kering juga dapat membuat masakan menjadi enak, sama halnya seperti menggunakan cabai segar.
Selain itu, komoditas teri khas Kepri yang berasal dari setiap kabupaten/kota juga dapat dijadikan penyedap rasa makanan.
Dengan begitu, Dewi mengharapkan seluruh masyarakat, terutama untuk kaum ibu-ibu dapat memanfaatkan teri sebagai item utama untuk dikombinasikan dalam masakan.
“Kita harap ke ibu-ibu bahwa ke depannya dapat memanfaatkan teri sebagai item utama dalam masakan, yang juga merupakan sebagai zat penyedap rasa untuk makanan. Bisa dengan dihaluskan ataupun utuh,” ujar Dewi.
Diberitakan, Bank Indonesia (BI) Kepulauan Riau (Kepri) yang berkolaborasi bersama dengan Batam Tourism Polytechnic (BTP) menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI), setelah berhasil menyiapkan sajian sambal teri terbanyak menggunakan cabai kering.
Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri Adidoyo Prakoso, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk upaya serta mendukung pelaksanaan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Kepri.
(*/ade)