Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Penuhi Kebutuhan Warga, Perumda Tirta Mulia Unit Kundur Tambah Jam Operasional
    6 jam lalu
    Pungli di Pelabuhan Batam Center, Oknum Petugas Imigrasi Batam Resmi Ditahan
    7 jam lalu
    Soroti Layanan Keimigrasian, Kepala BP Batam Sidak Pelabuhan Internasional
    9 jam lalu
    DPRD Batam Bentuk Pansus LKPJ Walikota Batam Tahun 2025
    21 jam lalu
    Wako Batam Minta Kinerja ASN Lebih Responsif Terhadap Kebutuhan Masyarakat
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura
    2 hari lalu
    Atasi Volume Sampah di Batam, Pembangunan TPA Blok Baru di Kabil
    2 hari lalu
    Tahun 2026 Kemenag Batam Buka PMB Satu Pintu Jalur Prestasi Pada MTs Negeri
    3 hari lalu
    Debut Manis Herdman, Timnas Menang 4-0 Atas Saint Kitts
    4 hari lalu
    Dua Karakter Berbeda Orangtua
    2 minggu lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    3 minggu lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    1 bulan lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    2 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    2 bulan lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    3 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    1 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    2 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    2 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    3 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Tradisi Umat Hindu Bali Saat Nyepi

Editor Admin 9 tahun lalu 2.9k disimak
Foto : cdn.klimg.com

HARI Raya Nyepi merupakan hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap tahun Baru Saka. Nyepi bagi umat Hindu banyak dimaknai dengan berdiam diri dan tidak melakukan aktivitas seperti biasa. Tujuannya untuk mengoreksi diri selama satu tahun belakangan.

Sebelum perayaan Nyepi tiba, umat Hindu biasanya melakukan tradisi-tradisi unik. Nah dilansir dari Papasemar.com, Selasa 28 Maret 2017, berikut ini adalah tradisi yang dilakukan saat Nyepi, berikut ulasannya.

Upacara Melasti

Upacara Melasti biasaya dilakukan dua hari menjelang hari raya Nyepi. Pada upacara tersebut, para umat Hindu biasanya akan membawa persembayangan yang ada di Pura untuk kemudian di arak ke pantai atau danau.

Hal ini dilakukan karena bagi umat Hindu, danau atau air adalah sumber air suci yang bisa membersihkan leteh (kotoran) yang bersemayam di dalam diri manusia dan alam.

Upacara Pecaruan atau Pengerupukan

Upacara ini dilakukan pada bulan kesembilan kalendar Sasih Bali yang biasa disebut Tilem Kesanga atau sehari berselang atau tepatnya H-1 perayaan Nyepi. Kegiatan yang disebut dengan Tawur Kesanga atau pengerupukan ini adalah sebuah ritual yang bertujuan untuk menghilangkan pengaruh buruk Butha Kala atau roh jahat.

Dalam upacara Tawur Kesanga, umat Hindu akan melakukan ritual penyebaran nasi tawur, mengobori setiap rumah dan membubuhkan mesiu di setiap pekarangan atau jalan-jalan lapang. Para generasi muda terdiri dari remaja dan anak-anak juga akan mengarak boneka ogoh-ogoh dengan tujuan menakuti Butha Kala.

Bentuk Ogoh-ogoh beragam namun yang paling sering digunakan adalah berbentuk Butha Kala atau makhluk jahat. Ogoh-ogoh ini kemudia setelah diarak akan langsung dibakar dengan maksud menghilangkan semua pengaru buruk.

Perayaan Nyepi

Nah tibalah pada saat perayaan Nyepi. Ada berbagai ritual khusus yang dilakukan setiap yang merayakannya atau dalam hal ini ialah umat Hindu. Ritual tersebut ialah Catur Brata Penyepian. Dalam Catur Brata Penyepian ada empat hal yang harus dilakuakn setiap umat Hindu. Empat Hal tersebut antara lain adalah:

  • Amat Geni

Amat Geni adalah sebuah penyepian atau puasa yang dilakukan oleh umar Hindu untuk tidak menyalakan api secara lahir maupun batin. Yang dimaksud api secara lahir adalah api yang kasat mata atau aktivitas menyalakan api seperti merokok, menyalakan lilin, menyalakan kompor, atau bahkan menyalakan korek yang bisa menimbulkan api. Sedangkan api secara batin ialah segala bentuk emosi yang melibatkan elemen api seperti marah atau hal-hal negatif lainnya.

  • Amati Karya

Ritual selanjutnya yang dilakukan saat hari Nyepi adalah amati karya atau puasa beraktivitas. Dalam Amati Karya seluruh umat Hindu diminta untuk tidak melakukan aktivitas yang melibatkan keadaan jasmani seperti bekerja, bersekolah, berpergian, bahkan aktivitas kecil seperti membersihkan rumah dan lain sebagainya.

Pada Amati Karya, umat Hindu diminta fokus untuk merenung dan mawas diri secara jasmani. Tujuannya adalah tidak lain untuk mengkhususkan diri dalam beribadah dan menjadikan diri lebih baik di tahun selanjutnya.

  • Amati Lelungan

Yang ketiga adalah Amati Lelungan atau bersikap tenang dan tidak menganggu. Pada Amati Lelungan sangat tidak dianjurkan untuk berpergian atau mengganggu ketenangan orang lain.

Seperti namanya, Nyepi diharapkan menjadi ajang bagi setiap umat Hindu untuk menyepi dan mendekatkan diri kepada Yang Kuasa tanpa memikirkan urusan duniawi seperi pada hari-hari biasanya

  • Amati Lelaguan

Fase yang terakhir adalah amati lelaguan atau tidak melakukan pencarian hiburan atau rekreasi. Amati Lelaguan menganjurkan umat Hindu untuk bertapa atau yoga sehingga memiliki pikiran yang jernih.

Di fase ini umat Hindu akan merenungi apa yang telah mereka lakukan dalam setahun meliputi trikaya yaitu kayika (perbuatan), wacika (perkataan), dan manacika (pikiran).

Setelah merenungi semua kesalahan maka umat Hindu akan membuat sebuah resolusi atau disebut trikaya parisudha mengenai apa yang akan dilakukan pada tahun mendatang.

Upacara Ngembak Geni

Tibalah saat terakhir perayaan Nyepi. Upacara ini dilakukan satu hari pasca perayaan Nyepi. Pada Ngembak Geni, umat Hindu akan melakukan Dharma Santi atau kegiatan saling memaafkan antar umat dengan mengunjungi tetangga dan sanak saudara.

Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk menyambut tahun baru dengan keadaan yang baik tanpa rasa dendam, dengki atau penyakit hati lainnya yang dapat merusak iman.

Itulah beberapa ritual yang dilakukan saat Hari Raya Nyepi. Semua ritual tersebut tentu memiliki tujuan yang baik untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan menjadi manusia yang lebih baik. ***

Kaitan bali, hindu, nyepi
Admin 28 Maret 2017 28 Maret 2017
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Jokowi Torehkan Sejarah di Sumut
Artikel Selanjutnya Pelaporan SPT Diperpanjang Hingga 21 April 2017

APA YANG BARU?

Penuhi Kebutuhan Warga, Perumda Tirta Mulia Unit Kundur Tambah Jam Operasional
Artikel 6 jam lalu 64 disimak
Pungli di Pelabuhan Batam Center, Oknum Petugas Imigrasi Batam Resmi Ditahan
Artikel 7 jam lalu 74 disimak
Soroti Layanan Keimigrasian, Kepala BP Batam Sidak Pelabuhan Internasional
Artikel 9 jam lalu 65 disimak
DPRD Batam Bentuk Pansus LKPJ Walikota Batam Tahun 2025
Artikel 21 jam lalu 71 disimak
Wako Batam Minta Kinerja ASN Lebih Responsif Terhadap Kebutuhan Masyarakat
Artikel 1 hari lalu 117 disimak

POPULER PEKAN INI

Akhir Maret ini SPPG Batam Mulai Distribusikan Kembali MBG ke Sekolah
Artikel 5 hari lalu 322 disimak
Kantor Imigrasi Batam Tindak Lanjuti Keluhan Pemerasan Kepada WNA di Pelabuhan
Artikel 6 hari lalu 318 disimak
Diskominfo Batam Sosialiasikan Larangan Penggunaan Medsos Anak Dibawah 16 Tahun
Artikel 5 hari lalu 315 disimak
Volume Air Waduk Menurun, BP Batam Pastikan Layanan Air Bersih Tetap Terjaga
Artikel 5 hari lalu 258 disimak
Sempat Hilang, Nelayan Karimun Berhasil Ditemukan Tim SAR Gabungan
Artikel 4 hari lalu 248 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?