Hubungi kami di

Histori

VIDEO : Jakarta di Tahun 1938

iqbal fadillah

Terbit

|

VIDEO ini merupakan bagian dokumenter langka rekaman dari Arsip Prelinger (www.prelinger.com) yang sudah di restorasi kualitas dan warnanya.

Ini merupakan dokumen film yang terjadi sewaktu Indonesia masih bernama “Hindia Belanda” dan Jakarta disebut Batavia.

Dokumentasi ini kami lansir dari kanal youtube milik Yakob Daud Aurariskar. Berisi dokumentasi situasi kota Batavia (Jakarta, pen) di tahun-tahun akhir masa kolonial Belanda, 1938-1939.

Sutradara video ini adalah Deane Dickason. Video masih betformat tanpa suara (film bisu, pen).

Untuk memberi gambaran tentang situasi yang terjadi saat itu, pemilik kanal, Yakob Daud Aurariskar memberikan deskripsi di beberapa bagian yang dianggap menarik :

00:17: Sebuah overlay dari Amerika Serikat di Indonesia menggambarkan betapa besar nya nusantara ini.

00:57: Video dari perahu sepanjang kanal Batavia.mengingatkan salah satu bagian dari daerah Venesia atau Amsterdam.

02:34 Batavia, Serang, Tangerang, Cirebon dan Bandoeng diikuti oleh gambar dari sebuah jalan yang sibuk (meskipun sesungguhnya tidak ada suasana macet pada saat itu)

06:08: Sebuah baris panjang pegawai dalam pakaian putih keluar untuk melayani keluarga Belanda yang sedang makan. Mungkin rijsttafel (dibaca “rèisttafel” secara harfiah dalam Bahasa Belanda berarti “meja nasi” merupakan cara penyajian makanan berurutan dengan pilihan hidangan dari berbagai daerah)

06:22-07:25 paket makan siang “Rijstaffel” yg hingga hari ini masih populer di Belanda. Ini pasti suguhan unggulan dari Hotel des Indies, kelihatan dari tulisan “HdI” di kerah pelayannya. Konon biayanya tergolong mahal, saat itu hanya orang-orang tertentu yg bisa membayar makan siang seperti itu.

BACA JUGA :  Kecelakaan Pesawat di Karawang 38 Tahun Lalu

Mulai menit 10:22-14:00 itu bukan keluarga Belanda biasa, tapi keluarga Gubernur Jendral Hindia Belanda terakhir sebelum invasi Jepang, Tjarda van Starkenborgh Stachouwer di Istana Merdeka dan Istana Bogor yg notabene keduanya kediaman resmi Gubernur Jendral Hindia Belanda.

Ada juga Istana Cipanas di menit 13:07.

08:05: gambar seorang pria menjual kincir dan mainan, diikuti oleh gambar memilukan dari seorang anak muda Indonesia membawa beban berat, Raut wajah anak Indonesia ini sulit untuk di deskripsikan

12:15-14:00: gambaran seperti sebuah keluarga Belanda yang kaya di Jawa. berjalan di sekitar rumah megah, menonton Airshow, ada seorang wanita membelai rusa, bermain tenis, berenang. hingga memetik bunga.

16:53: pria Jawa dengan seragam militer berbaris dan melakukan berbagai latihan, gambar anak-anak berlari ke sebuah bunker di bawah tanah. Diikuti oleh gambar dari angkatan udara dan tentara personil Belanda.

23:00: pekerja Indonesia di dermaga, Beberapa mengenakan pakaian yang compang-camping.

23:38: Orang ini sedang mencoba untuk terlihat serius saat di depan kamera.

24:20: Banyak pekerja muda mengantri, sepertinya mereka dibayar dengan beras.

25:00: Lebih dari jalan pusat kota, ditambah kita melihat sekilas sebuah becak.

26:45: Mickey Mouse rupanya sudah ada di Indonesia, mungkin sejak di akhir tahun 1930 an.

31:49: Film ini akhirnya meninggalkan Batavia dan berpindah pemandangan di Djogjakarta (Yogyakarta) di mana kita melihat beberapa gambar indah dari sawah dan Borobudur.

33:19: siswa belajar kesenian tradisional di sekolah termasuk mengukir kayu dan membuat batik.  (*)

 

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook