Hubungi kami di

Pilihan gowest.id

Wanita Sosialita Terkaya Di Indonesia Dengan Harta Rp.11 Triliun!

nien bagaskara

Terbit

|

Foto Arini Subianto, Orang Terkaya Indonesia Versi Forbes : Forbes.com

 

DAFTAR 50 miliarder terkaya di Indonesia relatif tak berubah. R Budi dan Michael Hartono masih menjadi orang paling tajir se-Indonesia selama sembilan tahun berturut-turut.

Perhatian besar justru tertuju pada wajah-wajah baru di jajaran 50 orang terkaya itu. Pada daftar terbaru yang dikeluarkan Forbes, tercatat hanya ada dua wajah baru hartawan terkaya Indonesia.

Mereka adalah Arini Subianto, putri dari miliarder Benny Soebianto. Satu nama lainnya adalah Hartono Kweefanus yang merupakan Raja Biskuit Monde Nissin.

Nama Arini menarik perhatian karena menjadi wanita kedua di jajaran orang terkaya Indonesia. Sebelumnya ada nama Kartini Muljadi, pemilik perusahaan farmasi Tempo Scan Pacific.

Wanita sosialita yang bernama lengkap Arini Sarsawati Subianto masuk dalam dalam daftar orang terkaya Indonesia setelah mengambil alih bisnis yang dikelola ayahnya, Benny Subianto yang meninggal dunia pada Januari 2017 lalu. Kini Arini adalah presiden direktur dari perusahaan induk, Persada Capital Investama.

Forbes melaporkan harta kekayaan Arini mencapai US$820 juta atau sekitar Rp11,09 triliun. Nilai kekayaan yang menempatkannya pada posisi 37 dari 50 orang terkaya Indonesia.

Arini yang dikenal sebagai penyuka buku dan barang-barang kerajinan ini menguasai 5 persen saham di perusahaan otomotif terbesar, Astra International Tbk. Saham warisan dari sang ayah yang memulai karier sebagai seorang salesman. Benny juga memiliki saham sebesar 12 persen di salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar Indonesia, Adaro Energy.

Pada 2003, Arini melakukan merger bisnis kerajinan dan toko furniturnya di Jakarta dengan perusahaan toko buku Aksara.

Sosialita yang kini berusia 47 tahun itu merupakan lulusan dari Parsons Scholl of Design dan mendapat gelar MBA dari Fordham Universty. Kiprahnya di dunia bisnis dimulai saat Arini bersama teman sekolahnya, Winfred Hutabarat mendirikan toko buku Aksara.

” Kami memutuskan memulai sesuatu yang unik di Jakarta, membawa pengalaman retail dari AS ke tanah kelahiran,” ujarnya.

Munculnya nama Arini tak lepas dari wasiat sang ayah yang ingin mewariskan kerajaan bisnisnya pada salah satu anaknya. Dia ingin satu dari tiga putrinya mengambil alih posisinya di perusahaan.

Akhirnya terpilih Arini sebagai penerus bisnisnya yang mengelola usaha di bidang pengelolaan kayu, kelapa sawit, karet, dan batu bara. Sementara putri terbungsunya, Ardini yang sebelumnya menjadi ibu rumah tangga juga ikut dilibatkan dalam perusahaan Persada.

Sedangkan Armeilia yang kini berusia 44 tahun telah menjalankan bisnis sendiri di bidang desain grafis.

 

Sumber : Dream

 

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook