Hubungi kami di

Khas

“WhatsApp Gratis, Dibayar Dengan Data Kita”

Mike Wibisono

Terbit

|

Ilustrasi, logo WhatsApp

APLIKASI WhatsApp terus menjadi buah bibir banyak orang, lantaran kebijakan barunya terkait privasi pengguna.

Salah satu yang ditekankan oleh WhatsApp, yaitu pihaknya berhak membagikan data pribadi pengguna ke perusahaan dan produk Facebook, atau pihak ketiga yang diizinkan Facebook.

Jika tidak setuju, pengguna tidak bisa lagi memakai WhatsApp.

Terkait hal ini, Anna Larkina, peneliti senior di perusahaan global cybersecurity Kaspersky pun menyatakan, “Nyatanya memang tidak ada yang sepenuhnya “tidak berbayar”, dan, sayangnya, model bisnis saat ini untuk layanan gratis berarti, kita membayarnya dengan data kita.”

Lebih lanjut, Anna menyatakan, jejaring sosial, beberapa messenger dan mesin pencari menghasilkan uang dari iklan, dan apabila semakin dipersonalisasi semakin baik. 

BACA JUGA :  SIM C Bakal Dibagi Tiga Kategori?

Faktanya, Facebook dan perusahaan lain telah melakukan ini melalui layanannya selama beberapa tahun terakhir.

Namun, kabar baiknya adalah sebagian besar perusahaan, termasuk Facebook, bersikap transparan tentang kebijakannya.

Selain itu, Anna menyatakan, “WhatsApp tidak membaca percakapan Anda karena menyertakan enkripsi end-to-end. Yang mereka telusuri hanyalah informasi teknis dan akun.”

Ke depannya, menurutnya, integrasi antara Facebook dan WhatsApp akan terus meningkat, dan pengguna perlu memutuskan tingkat berbagi informasi apa saja yang mereka kehendaki dan aplikasi perpesanan mana yang mereka sukai.

“Untungnya ada berbagai platform perpesanan alternatif dan saat ini pengguna dapat memutuskan sendiri apa yang terbaik untuk mereka,” lanjutnya.

(*)

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook