Hubungi kami di

Dunia

YouTube Juga Tutup Akun Donald Trump

Mike Wibisono

Terbit

|

Ilustrasi, kanal Donald Trump di YouTube, © bbc

KANAL atau channel Donald Trump di YouTube sekarang sudah tidak muncul. Pihak YouTube akhirnya mengikuti jejak Twitter dan media sosial lainnya untuk menangguhkan channel Trump.

YouTube mengatakan pada Selasa (12/1) bahwa Trump mengunggah video yang mendorong aksi kekerasan.

Video tersebut sudah dihapus oleh YouTube. Meski tidak menjelaskan isi video tersebut seperti apa, langkah ini berujung pada penangguhan channel Trump secara sementara.

“Setelah peninjauan secara seksama dan melihat dari kekhawatiran yang sedang terjadi terkait kekerasan yang berpotensi muncul, kami menyingkirkan konten baru yang diunggah di channel Donald J. Trump karena melanggar kebijakan kami,” ungkap juru bicara YouTube, seperti dikutip dari BGR.

Ia melanjutkan, “sebagai hasilnya, berdasarkan dari sistem lama kami, channel tersebut juga sudah kami tangguhkan agar tidak bisa mengunggah video baru atau menayangkan siaran langsung, minimal selama 7 hari — dan bisa saja diperpanjang.”

BACA JUGA :  Blokade Israel di Gaza Picu kematian Warga Palestina

Sebelumnya, bahkan YouTube juga sempat menghapus dua video dari channel resmi Gedung Putih pada Selasa (12/1), salah satunya video yang menampilkan Trump sedang berbicara ke wartawan, satunya lagi ketika Trump berbicara di tembok perbatasan di Texas.

Sudah sepekan ini Trump seperti ‘berperang’ dengan para perusahaan penyedia layanan media sosial akibat kerusuhan yang terjadi di Capitol Hill, Washington D.C., Amerika Serikat pada 6 Januari 2021.

Kerusuhan ini mendorong penyedia layanan media sosial seperti Twitter, Facebook, TikTok, dan lain-lain mengambil langkah seragam, yakni memblokir kicauan Trump, hingga menangguhkan akun resminya demi meminimalisir aksi kebencian, fitnah, dan kekerasan di jagat maya.

Bahkan Twitter telah memutuskan untuk memblokir akun Trump secara permanen pada 8 Januari kemarin.

Twitter mengatakan, perusahaan harus mempertimbangkan konteks peristiwa yang lebih luas yang terjadi di AS, termasuk kerusuhan Capitol Hill, dan kemungkinan cuitan Trump bisa memicu kekerasan.

(*)

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook