PELABUHAN Ferry Internasional Sekupang kembali menyambut wisatawan mancanegara (wisman) di awal tahun, Minggu (1/1). Wisman asal Myanmar, Nay Yu dan Nang Mya Aye dari Myanmar menjadi yang pertama turun dari feri ke Batam.
Mereka kemudian mendapat pengalungan bunga dan dipasangkan tanjak dan selendang oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Jefiridin yang didampingi Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata bersama stakeholder dan jajaran Managemen Terminal Ferry Internasional Sekupang sebagai tanda penyambutan.
“Saya ucapkan terima kasih atas sambutanya,” kata Nay Yu.
Nay Yu mengatakan datang ke Batam untuk berwisata religi dan menikmati kuliner berupa seafood yang segar. “Sebelumnya saya pernah 3 sampai 4 kali ke Batam,” terangnya.
Jefridin mengapresiasi atas kegiatan penyambutan wisman pertama yang dikemas oleh Disbudpar Kota Batam. Ia berharap di tahun 2023 ini kunjungan wisatawan semakin meningkat.
Ia juga menyampaikan Presiden Jokowi telah mengumumkan pencabutan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Dengan kata lain, kunjungan wisman diyakini semakin meningkat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian Batam. “Terbukti hari ini ramai wisman ke Kota Batam,” terangnya.
Ia juga mengimbau untuk tetap waspada terhadap Covid-19. Ia juga mengajak pelaku pariwisata, stakeholder, dan masyarakat Kota Batam menyambut wisatawan ini dengan ramah.
“Mari kita terima saudara (wisman) kita ini dengan senyum ikhlas dan berikan sesuatu yang baik,” pintanya.
Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata mengatakan penyambutan wisman pertama ke Kota Batam kembali dilaksanakan. Kegiatan ini sebagai tanda sukacita atas kehadiran wisman tersebut. Kegiatan penyambutan sengaja dibuat untuk memberikan kenangan kepada pelancong sehingga dapat kembali lagi ke berwisata di Batam.
“Kegiatan ini adalah 7 unsur dari sapta pesona yakni memberikan kenangan sehingga wisman datang kembali,” tuturnya.
Ardi berharap, tahun 2023 ini kunjungan wisman semakin meningkat. “Mudah-mudahan kita kembali seperti atau melebihi tahun 2019 ada 2 juta kunjungan wisman,” pintanya.
Kegiatan tersebut diwarnai dengan atraksi kebudayaan dalam rangka mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) No 1 Tahun 2018 tentang Pemajuan Kebudayaan Melayu. “Ada alunan musik Melayu juga yang dipersembahkan Malaykustik,” katanya.
Direktur Eksekutif Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Batam, Edi Sutrisno mengatakan penyambutan wisman pertama ini menjadi momen baik bagi pariwisata Batam.
“Jadi penanda pembukaan kran kedatangan wisman ke kota kita pasca pandemi covid-19.” katanya.
Edi berharap kegiatan ini awal yang baik menuju Batam kembali normal. Ia optimis tahun 2023, grafik kedatangan bisa menaik secara perlahan seiring dengan sudah tidak diberlakukannya PPKM oleh pemerintah pusat.
“Saya prediksi, tahun ini kita disambangi wisman per bulan dengan rata-rata di angka 100 ribuan per bulan,” pungkasnya (leo).


