Hubungi kami di

Ide

Yang Perlu Diperhatikan Saat Berburu Job di Linkedln

Mike Wibisono

Terbit

|

Ilustrasi, © economictimes

LINKEDLN adalah jejaring sosial bagi para profesional yang mencari pekerjaan. Menurut Jobvite, 92 persen perekrut menggunakan media sosial untuk mencari pekerjaan saat ini, dan LinkedIn adalah jejaring sosial yang paling banyak mereka gunakan.

Nah, jika Anda termasuk orang yang juga memanfaatkan LinkedIn untuk menemukan pekerjaan, namun belum berhasil sampai saat ini, mungkin Anda perlu memerhatikan beberapa hal sebelum mengunggah resume Anda di sana.

Berikut adalah strategi dan tips bagaimana memanfaatkan LinkedIn yang dapat membuat Anda selangkah lebih dekat dengan pekerjaan atau karier baru, dari Sue Gresham, konsultan LinkedIn yang berbasis di Milwaukee, dilansir AARP.

1. Buat diri Anda berkesan dengan cerita-cerita hebat

Perekrut dan manajer perekrutan sama seperti orang lain, mereka akan merespons daftar fakta yang bercerita dan tidak mematikan pikiran. Ditambah lagi, penelitian menunjukkan bahwa cerita dapat membantu daya ingat.

Jadi, menceritakan satu atau dua cerita yang bagus di profil LinkedIn bisa membuat Anda lebih mudah diingat oleh perekrut.

Contoh: Untuk setiap pekerjaan yang Anda unggah di profil Anda, jangan hanya menyatakan tanggung jawab Anda. Gresham merekomendasikan buat cerita menarik tentang kesuksesan Anda dalam pekerjaan.

Yang paling penting, jelaskan masalahnya dan bagaimana Anda menyelesaikannya, terutama jika Anda menemukan solusi kreatif untuk tantangan-tantangan yang penting.

2. Fokus pada perusahaan mana Anda akan bekerja

Gresham mengatakan, terlalu sering, profil LinkedIn hanya mencerminkan di mana mereka berada. Alih-alih, memfokuskan profil ke tempat yang ingin Anda tuju.

Temukan pekerjaan ideal Anda, lalu bangun profil Anda di sekitar itu. Gresham mengatakan dia pernah mendaftar menjadi konsultan Facebook di antara keahliannya di LinkedIn, tetapi menghapusnya ketika dia memutuskan dia tidak lagi ingin bekerja dengan Facebook.

3. Tetap segar dan baru

Profil LinkedIn harus menjadi ‘dokumen hidup dan bernafas’ yang dengan jelas menunjukkan apa yang membuat Anda unik dan layak untuk direkrut,” kata Gresham.

Salah satu cara untuk menjaga profil Anda tetap hidup adalah secara teratur berbagi pembaruan tentang topik yang terkait dengan bidang Anda, sama seperti Anda membagikan pembaruan di Facebook.

4. Menjual secara visual

Di era Instagram, banyak orang merespons dengan baik terhadap konten visual, jadi jika memungkinkan, buat profil LinkedIn Anda lebih visual, saran Gresham.

Sudahkah Anda memenangkan penghargaan, atau apakah Anda memiliki gelar atau sertifikasi yang mengesankan? Mengunggah foto-foto itu di profil Anda menjadi lebih menarik daripada sekadar mencantumkannya dalam teks.

5. Jadikan diri Anda mudah diakses

Satu kesalahan umum di LinkedIn adalah tidak menjelaskan bagaimana orang lain dapat menghubungi Anda melalui email atau telepon, kata Gresham.

LinkedIn membatasi jumlah InMail yang dapat dikirim oleh pengguna berbayarnya, dan tidak mengizinkan anggota layanan gratisnya mengirim InMail sama sekali.

Itulah mengapa penting untuk mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda secara mencolok di profil, seperti dalam resume Anda.

6. Bersihkan profil media sosial Anda yang lain

Walaupun LinkedIn sejauh ini merupakan media sosial untuk para pencari kerja, itu bukanlah satu-satunya. Menurut survei Jobvite, Facebook adalah jejaring sosial paling banyak dikunjungi kedua di antara perekrut (55 persen) setelah LinkedIn (87 persen).

Jika perekrut tidak menyukai apa yang Anda unggah di media sosial lain, itu dapat membunuh peluang Anda untuk dipekerjakan.

7. Posting foto profesional sehingga perekrut dapat menemukan Anda

Kurangnya foto LinkedIn membuat profil Anda terlihat mencurigakan. Itu juga membuat profil LinkedIn tidak lengkap.

Sementara LinkedIn lebih suka pafa profil dengan foto yang lengkap untuk hasil pencarian yang dilihat oleh perekrut, kata Gresham.

“Foto Anda adalah jabat tangan virtual Anda, jadi unggah foto yang selaras dengan peran Anda sebagai seorang profesional, itu membuat Anda mudah didekati,” tambahnya.

“Dan ingatlah untuk tetap profesional! Kecuali Anda seorang dokter hewan, foto dengan kucing Anda mungkin bukan pilihan terbaik,” tutup dia.

(*)

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *